Pengusaha Batik Malang Perlu Keberpihakan Kebijakan

0
82
Ilustrasi Batik (Sumber: Ari Bowo Sucipto)

Nusantara.news, Kota Malang – Kondisi pelaku usaha batik di Kota Malang perlu menjadi perhatian oleh pemerintah setempat, pasalnya keberadaanya semakin berkurang. Perlunya perhatian dan keberpihakan kebijakan menjadi hal yang sangat perlu dilakukan oleh pemerintah setempat.

Pelaku usaha batik mengalami beberapa kendala, di antaranya pemasaran. Berdasar data dari Dinas Perindustrian (Disperin) Kota Malang, dan Dinas Koperasi dan UKM Kota Malang, ada 30 pelaku usaha batik di Kota Malang, namun sekarang hanya tersisa 28 orang.

Hanan Jalil, Pelaku Usaha Batik Celaket menjelaskan perlunya perhatian dan keberpihakan kebijakan pemerintah setempat melihat kondisinya yang menurun.

“Seperti perhatian dan pemasaran yang paling penting untuk keberlangsungan perputaran roda ekonomi para pelaku usaha batik disini,” jelasnya kepada wartawan, Senin (16/10/2017).

Mengingat rata – rata pelaku usaha batik di Indonesia dihasilkan oleh sektor usaha kecil menengah. Pemerintah harus lebih serius mendorong pertumbuhan usaha batik. “Batik ini akan mengangkat ekonomi kerakyatan. Kita punya harapan tinggi kepada para pelaku usaha sentra – sentra industri batik ini,” katanya.

“Selain orientasi penting bagi ekonomi masyarakat, pelaku usaha batik juga mempertahankan budaya dan identitas bangsa, ” tandasnya.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Malang, Tri Widyani menuturkan instansi pimpinannya selalu mendorong pelaku usaha batik. “Dari hulu sampai hilir, mulai dari bantuan proses produksi, pembiayaan, dan pasar,” ujar Yani.

Pemkot memberi bantuan berupa pelatihan kepada pelaku usaha batik. Sedangkan pembiayaan, Pemkot menghubungkan dengan pihak perbankan. “Kami juga juga membantu pemasaran, seperti saat Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) lalu.”

“Saat itu kami memesan batik dari perajin Kota Malang. Kain batik ini menjadi ikon,” ujarnya.

Menanggapi informasi terkait kembang kempisnya pelaku usaha batik di Kota Malang, untuk kedepannya Pemerintah Kota akan lebih giat dan serius untuk mempertahankan bahkan mendorong para pelaku usaha batik malangan.

“beberapa pelaku usaha yang redup harapanya kedepan dapat hidup dan berkembang. Kami akan lakukan upaya secepatnya,” ujarnya.

Hanan Jalil lebih menkankan untuk pemertahanan engrajin batik agar tidak meredup kian lama, serta langkah yang serius pada pemasaran produk batik malangan ini.

“Yang redup bisa aktif kembali, serta pemasaran benar-benar dilakukan, ntah melalui kebijakan dan lain sebagaiannya, penting untuk keberpihakan kebijakan diperuntukan untuk masyarakat pelaku usaha batik agar dapat hidup dan berkembang,”.

Batik yang sudah menjadi pakian dan identitas budaya bagi masyarakat perlu menjadi perhatian dan keberpihakan kebijakan.  Peran pemerintah dalam menyelenggarakan sebuah negara pastinya memiliki asas kesamarataan. Baik dalam pembangunan dan pertumbuhan di bidang sosial dan ekonomi.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here