Pengusaha ini Beriklan Rp388 Miliar untuk Gulingkan Trump

0
325
Presiden NextGen Amerika Tom Stayer yang beriklan Rp388 miliar untuk menggulingkan Presiden Trump/ Foto Time Magazine

Nusantara.news, Washington – Tom Steyer, seorang miliader asal Amerika membela dirinya atas kampanye iklan televisi dan media daring senilai USD 29 juta (setara Rp388,6 miliar) yang mendesak Kongres memanggil Presiden Donald Trump dengan ucapan, “sangat penting dan mendesak agar kita segera mencopot jabatannya.”

“Faktanyam Presiden ini telah melakukan pelanggaran tanpa sanksi hukum sepanjang kampanye dan selama masa kepresidenannya. Dia merupakan ancaman mendesak bagi rakyat Amerika,” ungkap Steyer kepada Presenter CNN Dana Bash pada acara “State of the Union” hari Minggu (26/11)  pagi.

“Jadi untuk duduk di sini dan menunggu sama sekali tidak ada yang salah untuk dilakukan. Rakyat Amerika menginginkan pria ini dipecat,” tandas Steyer.

Beberapa pemimpin Demokrat, termasuk Pemimpin Minority Whip Nancy Pelosi dari California dan Minority Whip Steny Hoyer dari Maryland, mengatakan sekarang bukanlah saatnya bagi DPR dari Partai Demokrat mendorong pemakzulan.

“Presiden Trump tidak boleh dimakzulkan kecuali ditemukan fakta-fakta yang paling mengerikan dan itu bisa dibuktikan. Dan kedua pemimpin, Pelosi dan Saya, yakin tidak tepat waktu untuk mengatasi masalah itu mengingat apa yang ada di depan kita,” beber Hoyer pada awal November lalu.

Sejumlah anggota DPR dari Demokrat lainnya, termasuk Rep Steve Cohen dan D-Tennese yang semula menyebutkan sejumlah pasal tentang pemakzulan pun sudah mengampuni Trump.

Namun Steyer pada acara Minggu di CNN itu membantah belanja iklannya itu didorong oleh keinginan mengangkat citra politiknya. Alasan utama kenapa dia beriklan mendesak Trump mundur semata-mata didorong oleh keyakinannya, bahwa Trump telah melanggar konstitusi atas tindakannya yang terkait penyelidikan Departemen Kehakiman tentang dugaan ikut campurnya Rusia dalam Pemilu Presiden Amerika 2016.

“Sudah jelas dia telah melanggar Konstitusi dalam arti bahwa dia telah melanggar kepercayaannya kepada rakyat Amerika melalui penghancuran keadilan dengan mencopot kepala FBI yang menyelidiki keterkaitannya dengan Rusia, beber Steyer.

Sebagaimana diketahui, Trump telah memberhentikan Kepala FBI James Comey dari jabatannya di bulan Mei. “Dia telah mengambil uang dari pemerintah asing hampir sejak hari pertama dia menjabat. Saya tidak berpikir ada pertanyaan bahwa dia sebenarnya memenuhi standar untuk impeachment.” Imbuh Steyer berapi-api.

Steyer yang menghabiskan biaya USD 160 juta  untuk Demokrat melalui NextGen Amerika dalam dua kali pemilihan terakhir, secara tegas menolak Trump melalui iklan dan organisasinya yang rajin mendaftarkan dan memobilisasi pemilih.

Namun Steyer bersikeras pembiayaan iklan pemakzulan Presiden Donald Trump itu bukan bagian dari instrumen politik NextGen America. Adapun NextGen America sendiri adalah organisasi yang dia dirikan sejak 2013 dengan tagline “Berjuang untuk Masa Depan yang Lebih Adil” (Fighting for a Fair Future).

Dalam iklannya di sebuah media daring Steyer menampilkan surat terbuka menyindir pesaing politiknya di daerah pemilihan California, Diana Feinstein, dengan mengutip tanpa menyebutkan nama – tentang Feinstein yang pernah mengatakan Trump “bisa menjadi Presiden yang baik.”

Steyer dikabarkan akan maju bersaing melawan Feinstein pada 2018. Namun Steyer sendiri enggan mengungkap hal itu. “Ya, saya belum bisa berkata saya sudah mempertimbangkan untuk maju,” kilah Steyer saat didesak Bash untuk mengungkap kebenaran rumor yang berkembang.

“Apa yang saya katakan adalah bahwa saya belum memutuskannya, saya tidak perlu mengatasinya, dan saya dapat memikirkannya. Faktanya adalah saya menghabiskan seluruh waktu saya untuk membuat yakin bahwa petisi ini bisa menjangkau khalayak sebanyak mungkin. ” beber Steyer.

Tom Steyer yang nama lengkapnya Thomas Steyer sendiri sebelumnya selama 26 tahun mengelola perusahaan perlindungan nilai kurs (hedge fund) Farallon Capital sebelum menjual seluruh sahamnya pada 2012.

Setelah itu penduduk San Francisco ini bergelut di bidang politik dan lingkungan hidup. Tahun 2016 dia menghabiskan anggaran Rp.120,6 miliar untuk mendukung kandidat terpilih Demokrat dan perubahan iklim.

Ternyata pemenangnya Donald Trump, kandidat terpilih dari Republik yang mengendalikan kedua majelis Kongres. Selama ini Steyer memang dikenal gigih mengkampanyekan energi bersih meskipun menghadapi perusahaan pipa minyak inti Keystone XL.

Steyer dan istrinya, Kat Taylor, telah menyumbangkan puluhan juta dolar AS untuk membiayai penelitian “energi maju” di kedua almamaternya, Stanford dan Yale,[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here