Penjagaan Ketat Raja Salman, Wakapolri dan Wagub Bali Diusir

0
2145

Nusantara.news, Nusa Dua – Penjagaan di Hotel St.Regis Nusa Dua Bali, tempat Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud menginap sangat ketat.

Bahkan peristiwa unik terjadi, dimana menjelang kedatangan Raja Salman kemarin, Wakapolri Komjen Syafruddin hendak mengecek situasi keamanan hotel malah diusir oleh pasukan pengaman dari Saudi.

Menariknya, saat itu orang nomor dua di tubuh Polri ini membawa tongkat komando dan seragam kebesaran Polri. Bahkan saat Raja Salman memasuki hotel, Syafruddin masih mengenakan seragam mendampingi Dubes Kerajaan Arab Saudi di Jakarta saat jumpa Wartawan di Nusa Dua.

Dikatakan Kapolda Bali Irjen Petrus Reinhard Golose kejadian itu hanya kesalahpahaman di lapangan.

“Tidak ada penolakan, hanya sedikit salah paham dan ketidaktahuan saja,” kata Golose di Nusa Dua, Minggu (05/03/2017), seperti dilansir dari Merdeka.

Untuk diketahui insiden penolakan terjadi siang kemarin saat orang nomor dua di tubuh Polri itu melakukan pengecekan kamar hotel.

Golose turun tangan untuk meluruskan kejadian tersebut. Akhirnya jenderal bintang tiga itu diperkenankan masuk. Tidak hanya Wakapolri, bahkan sejumlah pejabat seperti Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta juga mendapat perlakuan yang sama.

Begitu juga dengan media. Jangankan untuk bisa mengambil gambar, Lewat pun bila diketahui langsung diusir. Bahkan salah seorang media televisi nasional sempat ada yang akan ditahan kameranya saat mencoba mengambil gambar dari balik semak-semak.

Sementara itu, dilansir dari Batam.News, pantauan di lapangan di hari kedua Raja Salman di Nusa Dua Bali, sejumlah nelayan di kawasan pantai mengaku sangat tertutup untuk mencoba melewati wilayah pesisir.

Bahkan sejak tiga hari terakhir ini, ada beberapa perahu nelayan berseliweran bolak balik tanpa melakukan kegiatan memancing. “Sepertinya itu bukan nelayan kita pak. Seperti anggota (TNI-Polri) yang sewa perahu untuk menjaga di dekat pantai di St Regis,” pungkas Wayan, nelayan setempat.

Tak ada yang tahu agenda Sang Raja sejak manajemen hotel termewah di Kawasan Pariwisata Nusa Dua itu diambil alih sementara oleh advanced team Kerajaan Arab Saudi. PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) selaku pengelola juga tak mengetahui jadwal dan pergerakan Sang Raja. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here