Penunjukkan Tillerson, Sinyal Trump Rangkul Putin?

0
87
Rex Tillerson, chief executive officer of Exxon Mobile Corp., speaks at the 2012 CERAWEEK conference in Houston, Texas, U.S., on Friday, March 9, 2012. Exxon Mobil Corp. is moving toward the conclusion of an agreement to drill in the Russian Arctic, Tillerson said. Photographer: F. Carter Smith/Bloomberg via Getty Images

Nusantara.news, New York – Penunjukkan CEO Exxon Mobil Rex Tillerson (65) sebagai calon Menteri Luar Negeri Amerika Serikat menuai banyak kritik, tidak saja dari kalangan Partai Demokrat namun dari partai pengusung Donald Trump sendiri, Partai Republik. Hubungan Tillerson yang amat dekat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin merupakan salah satu alasan kenapa penunjukkan Tillerson dianggap mengkhawatirkan.

Seperti diketahui, hubungan AS dan Rusia selama ini khususnya pada era Presiden Barack Obama tidak harmonis. Dengan ditunjuknya Tillerson yang merupakan teman dekat Putin, sebagian kalangan bertanya, apakah AS akan bergandengan tangan dengan Rusia? Trump bakal berangkulan dengan Putin?

Rex Tillerson dipilih sebagai calon Menteri Luar Negeri AS pada Selasa (13/12/2016), meski dia masih berpotensi gagal dalam penyaringan di Senat. Seperti diketahui, calon anggota kabinet AS harus mendapat persetujuan mayoritas dari 100 senator yang akan menggelar uji kelayakan sebelum melakukan pemungutan suara untuk menyetujui calon.

Siapa Rex Tillerson?

Tillerson dikenal sebagai sahabat dekat Presiden Rusia Vladimir Putin. Bos salah satu perusahaan minyak terbesar di dunia itu telah banyak merampungkan kesepakatan bisnis dengan negeri Beruang Merah. Tillerson dianugerahi penghargaan bergengsi “Order of Friendship” semacam tanda bintang jasa oleh Presiden Vladimir Putin tahun 2013 lalu.

Tillerson, Direktur ExxonMobil, perusahaan minyak terbesar di dunia itu, dikenal memiliki kedekatan hubungan dengan banyak kepala negara, terutama dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

“Hubungannya dengan pemimpin dunia tidak berbanding,” demikian puji Trump terhadap sosok Tillerson.

Tillerson bertemu Putin pertama kali pada awal dekade 1990-an, ketika ia mengawasi proyek Exxon di pulau Sakhalin. Keduanya menjalin hubungan erat ketika Putin mengambil alih kekuasaan dari Boris Yeltsin tahun 1999. “Pertemanan” itu berbuah perjanjian historis tahun 2011 ketika Exxon mendapat hak untuk menggarap cadangan gas di Lingkar Kutub dan Siberia.

Perjanjian yang awalnya bernilai 3,2 miliar dollar AS itu kini diperkirakan bisa menghasilkan keuntungan senilai 500 miliar dollar AS. Namun aktivitas Exxon dibatasi karena sanksi ekonomi yang dijatuhkan AS dan Eropa kepada Rusia.

Kalau pada akhirnya Tillerson terpilih sebagai menteri, maka dia akan bergabung dalam jajaran jutawan dan miliarder yang dipilih Trump sebagai pejabat negara.

Sebelumnya, Trump juga menunjuk Andrew Puzder sebagai Menteri Tenaga Kerja. Puzder adalah CEO perusahaan yang memiliki jaringan restoran cepat saji Hardee’s dan Carl’s Jr. Pada tahun 2012, gaji pokok Puzder mencapai sudah 1 juta dollar AS.

Sejak menjabat CEO Exxon Mobil pada tahun 2006 silam, Tillerson sudah menumpuk penghasilan sebesar 240 juta dollar AS. Pada tahun 2015 saja, penghasilan Tillerson mencapai 24,3 juta dollar AS. Exxon Mobil pun memberikan beragam tunjangan dengan nilai fantastis untuk Tillerson. Premi asuranji jiwa Tillerson yang dibayar perusahaan minyak tersebut mencapai 96.000 dollar AS. Tidak hanya itu, Tillerson juga diberi pesangon hampir 74.000 dollar AS berupa pesawat pribadi milik perusahaan ketika bepergian untuk urusan pribadi. Tillerson juga dibolehkan menggunakan properti perusahaan bernilai sekira 24.000 dollar AS untuk rekreasi pribadi.

Tillerson memulai kariernya dari nol di Exxon Mobil hingga mencapai posisi penting untuk bisnis perusahaan minyak itu di Rusia. Hubungan Tillerson dengan Rusia membuatnya terpilih sebagai CEO Exxon Mobil pada tahun 2006, menggantikan Lee Raymond. (berbagai sumber)

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here