Perang Figur di Pilgub Jabar 2018

0
101
Dedi Mulyadi

Nusantara.news, JAKARTA – Bursa calon gubernur pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat yang akan digelar pada 27 Juni 2018 mendatang mulai ramai. Partai politik pun mulai ada yang mengelus jagonya.

Nama-nama yang mulai muncul meramaikan bursa Pilgub Jabar, yakni masing-masing dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Netty Prasetiyani (istri Gubernur Jabar Ahmad Heriawan alias Aher),  Partai Golkar muncul nama Dedi Mulyadi yang merupakan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Golkar Jabar dan juga Bupati Purwakarta. Dari Gerindra ada nama Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra Jawa Barat, Mulyadi dan anggota Komisi VIII DPR RI Sodiq Mudjahid serta Ketua Kadin Jawa Barat Agung Suryamal.

Sementara Partai Nasdem sudah resmi mendukung Wali Kota Bandung, Ridwan Kamli, serta Partai Demokrat sementara ada Ketua Komisi IX DPR RI yang juga mantan aktor terkenal Dede Yusuf dan Ketua DPD Demokrat Jabar yang juga mantan Pangdam III/Siliwangi  Iwan Sulandjana.

Meskipun peta pencalonan itu masih bisa berubah, mengingat faktor dinamika politik yang terus berkembang, Namun, kemungkinan sosok Ridwan Kamil bisa lolos jika Nasdem dengan 5 kursi bisa berkoalisi dengan partai lain untuk memenuhi kuota 20 kursi yang menjadi syarat parpol mengajukan calonnnya.

Untuk itu, Nasdem membutuhkan tenaga ekstra untuk menggalang dukungan untuk memenuhi kuota 20 kursi di dewan. Salah satu yang akan ditawarkan Nasdem kepada kawan koalisinya adalah figur Ridwan Kamil yang selama ini sudah cukup popular.

Jika, peta koalisi di Pilkada DKI Jakarta terulang di Pilgub Jabar, maka Nasdem akan mendapat kawan koalisi Golkar, PDIP, PKB, Hanura dan PPP. Sehingga, Ridwan Kamil pun bisa melenggang masuk arena pertarungan.

Masalahnya Golkar yang punya 17 kursi kini punya jagonya sendiri, yakni Dedi Mulyadi. Bahkan, Dedi diyakini bisa menyaingi popularitas Ridwan Kamil. “Modal dasar Dedi adalah semangat tinggi untuk lebih memajukan Jabar. Dan, Dedi juga sudah menunjukkan prestasi kerja sebagai Bupati Karawang,” kata Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Jawa 1 Partai Golkar, Agun Gunanjar Sudarsa.

Sosok Dedi memang termasuk salah satu calon yang patut diperhitungkan. Dedi Mulyadi 46 tahun lahir di Kampung Sukadaya, Desa Sukasari, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat.

Suami dari Hj. Anne Ratna Mustika mulai terjun ke dunia saat terpilih menjadi anggota DPRD Purwakarta pada Periode 1999-2004 dan menjabat sebagai Ketua Komisi E. Dia juga terpilih sebagai Wakil Bupati Purwakarta Periode 2003-2008 berpasangan dengan Lily Hambali Hasan.

Dedi yang dikenal merakyat ini menjadi Bupati Purwakarta Periode 2008-2013 berpasangan dengan Dudung B. Supardi. Saat itu pemilihan bupati secara langsung yang pertama dilakukan. Kemudian terpilih kembali menjadi bupati pada periode berikutnya, yakni 2013-2018 berpasangan dengan Dadan Koswara.

Selama menjabat Bupati Purwakarta, Dedi membuat sejumlah kebijakan yang kotroversial. Di antaranya, larangan berpacaran atau bertamu di atas jam 9 malam. Bagi pelanggar atau masyarakat yang tidak patuh terhadap aturan tersebut, akan dihukum secara adat. Misalnya dengan diusir dari desanya dalam beberapa bulan, atau membayar denda dengan nominal yang ditentukan. Untuk itu, akan dipasang kamera pengintai CCTV di setiap perbatasan desa.

Kelebihan lain yang kini dimiliki Dedi adalah modal politik. Sebab, Jawa Barat termasuk lumbung suaranya Golkar. Namun, mampukah Dedi mengimbangi popularitas pesaingnya seperti Dede Yusuf dan Ridwan Kamil, kita tunggu perhelatannya. []

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here