Perang Memo di Tengah Upaya Trump Pecat Mueller

0
209
Inilah gaya Presiden AS Donald Trump

Nusantara.news, Washington – Kendati Partai Republik telah merilis memo 4 halaman yang menyerang kredibilitas Biro Investigasi Federal (FBI/Federal Investigation Bureau) namun sejumlah wakil rakyat dari Republik menyatakan, bukan berarti Trump terbebas dari penyelidikan dugaan intervensi Rusia dalam Pemilu Presiden AS 2016.

Padahal sebelumnya Trump sudah mencuit bahwa penyelidikan yang dilakukan Penasehat Khusus Robert Mueller itu adalah usaha mencari kambing hitam dan tercela serta menegaskan dia sudah benar. Pandangan Trump itu segera ditepis sejumlah koleganya di Partai Republik.

Anggota Komisi Intelijen DPR Trey Gowdy dari Partai Republik yang ikut menyusun memo  mengungkap di acara “Face the Nation” tayangan televisi CBS bahwa Memo Partai Republik hanya mengungkapkan kesembronoan para penyelidik FBI dalam mengajukan permintaan penyelidikan mata-mata asing kepada pengadilan.

Tapi Gowdy menegaskan penyelidikan dugaan intervensi Rusia harus jalan terus. “Silakan catat saya mendukung 100 persen Bob Mueller,” kata Gowdy. “Saya bilang selidiki apa pun yang dilakukan Rusia, tapi saya mengakui ini adalah proses yang sangat sembrono yang Anda lalui untuk memata-matai warga negara AS.”

Anggota DPR dari Partai Republik lainnya –Will Hurd, Brad Wenstrup dan Chris Stewart– yang semuanya duduk dalam Komisi Intelijen DPR, menguatkan pandangan Gowdy bahwa memo itu tidak boleh mempengaruhi penyelidikan pimpinan Mueller.

“Bob Mueller mesti dibiarkan untuk menyingkirkan semua batu, memburu semua petunjuk, sehingga kita yakin tahu apa yang sebenarya yang dilakukan atau tidak dilakukan Rusia,” kata Hurd dalam program “This Week”  ABC News.

Hal senada diungkap Christ Stewart, Republikan lainnya, dalam acara “Fox News Sunday” yang menegaskan memo itu tak ada kaitannya dengan penyelidikan khusus karena keduanya sangat terpisah. “Ssaya berharap pengacara khusus Robert Mueller menuntaskan pekerjaannya dan melaporkannya kepada rakyat Amerika,” tandas Stewart.

Dalam acara State the Union tayangan CNN, mereka juga tegas mengatakan memo itu tidak akan pernah digunakan untuk memberikan alasan kepada Presiden AS Donald Trump memecat Wakil Jaksa Agung Rod Rosenstein atau Penasehat Khusus Robert Mueller.

Memo Tandingan

Pernyataan anggota parlemen dari Republik itu sebagai bantahan atas tudingan kolega-koleganya di Komite Intelejen Demokrat yang menuding Komite Intelejen Republik menjadi tukang pukul Trump untuk memecat Rod Rosenstein atau Robert Mueller dari jabatannya.

Bahkan Komisi Intelijen DPR Amerika Serikat sedang mempertimbangkan merilis sanggahan Partai Demokrat terhadap memo yang dikeluarkan Partai Republik itu, ujar dua orang sumberk kepada Reuters.

Memo empat halaman yang dikeluarkan Republik Jumat pekan lalu telah memicu pertengkaran antara Trump dengan para pejabat teras FBI dan Departemen Kehakiman menyangkut investigasi pimpinan Pengacara Khusus Robert Mueller dalam perkara dugaan intervensi Rusia pada Pemilihan Presiden 2016.

Memo ini menuding FBI dan Departemen Kehakiman telah menggunakan informasi yang disesatkan saat mereka memohon kepada mahkamah agung untuk mengawasi komunikasi mantan penasihat kampanye Trump, Carter Page, pada 21 Oktober 2016.

Para penyelidik FBI mengajukan alasan UU Pengawasan Intelijen Asing kepada mahkamah sebagai izin untuk mengawasi Page sebagai bagian dari penyelidikan lebih luas lagi menyangkut intervensi Risia dalam Pemilu dan kemungkinan kolusi antara tim kampanye Trump dengan Rusia. Rusia sendiri membantah telah melakukan intervensi.

Menyusul memo itu, Trump menegaskan tidak ada kolusi yang dilakukan tim kampanyenya. Dia bahkan menyebut penyelidikan pimpinan Mueller itu hanya untuk mencari kambing hitam dan “hoax”.

Kini Demokrat menuduh Trump dan Partai Republik berusaha memanfaatkan memo itu untuk merusak penyelidikan intervensi Rusia dan menjadi alasan untuk memecat Mueller atau Rod Rosenstein yang merupakan orang nomor dua dalam Departeman Kehakiman yang mengawasi penyelidikan Mueller.

Di Amerika Serikat, Departemen Kehakiman dipimpin oleh jaksa agung, dan membawahi berbagai lembaga penegakkan hukum, antara lain FBI.

Jumat pekan lalu Komisi Intelijen DPR yang didominasi Republik menyiarkan memo yang menyatakan FBI dan Departemen Kehakiman berusaha mendapatkan surat perintah untuk mengawasi komunikasi Page berdasarkan informasi yang belum terverifasui dari dokumen-dokumen yang sebagian didanai oleh Demokrat.

Namun FBI menyanggah memo itu dengan mengungkapkan keprihatinan sangat mendalam bahwa memo itu memberikan pemahaman yang tidak akurat menyangkut permohonan FBI kepada pengadilan untuk mengawasi Page.

Demokrat menyebut memo Partai Republik itu telah salah memperlakukan informasi rahasia yang sangat sensitif. Untuk itu Demokrat akan menulis memo tandingan yang membeberkan sejumlah cacat yang ada dalam memo itu.

Dua sumber berkata kepada Reuters, Komisi Intelijen DPR akan mempertimbangkan pengungkapan kepada publik memo Demokrat, Senin (5/2) waktu AS. Salah satunya berkata bahwa pengungkapan akan dilakukan pada pukul 17.00 waktu setempat atau Selasa 5.00 WIB esok.  Dan kemungkinan akan ada pemungutan suara untuk perilisan memo Demokrat itu.

Gedung Putih menyatakan Presiden Trump akan terbuka untuk merilis memo Demokrat setelah dikaji dengan alasan keamanan, namun seorang politisi Demokat di DPR, Michael Quigley, khawatir Trump akan menyensor memo Demokrat itu.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here