Perang Nuklir Makin Dekat?

0
412

Nusantara.news – Perang nuklir sudah semakin dekat. Bukan prediksi sembarangan jika yang menyampaikan adalah mantan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-Moon. Apalagi Ban juga seorang mantan diplomat Korea Selatan yang sangat mengetahui dan mempelajari informasi mengenai perkembangan senjata nuklir seteru negaranya, Korea Utara.

Berbicara di Harvard Kennedy School Massachusetts, Ban mengatakan bahwa masyarakat internasional harus mempertahankan tekanan sanksi terhadap Korea Utara untuk menghentikan ancaman nuklir dan senjata rudalnya yang terus mengalami kemajuan.

“Dunia bergerak mendekati penghancuran (dengan senjata) nuklir,” kata Ban Ki-moon, sebagaimana dikutip Euronews (16/4).

Menurut Ban, ini benar-benar menakutkan. Situasi di Semenanjung Korea sangat mengkhawatirkan. “Tidak pernah di masa lalu kita mengalami ketegangan yang begitu tinggi di Semenanjung Korea. Tidak pernah lagi, sejak Perang Korea,” kata dia.

Korea Utara dengan rezim Kim Jong-Un memang menjengkelkan, baik untuk Amerika Serikat, musuh bebuyutannya, maupun untuk PBB. Sampai-sampai Ban menyebut masalah Korea Utara sebagai sesuatu yang tiada bandingnya atau par excellence norma dalam sejarah PBB.

Jika perang nuklir benar-benar terjadi seperti dikhawatirkan mantan sekjen PBB itu, apa yang bakal dialami oleh warga sipil yang terdampak nuklir?

Dalam sejarah, hanya dua kali bom nuklir pernah diledakkan dalam perang dan keduanya dijatuhkan oleh AS di Jepang selama Perang Dunia II tahun 1945. Satu di Hiroshima dengan kekuatan sekitar 13 kiloton TNT yang menewaskan sekitar 70 ribu orang, dan satu lagi di Nagasaki dengan kekuatan sekitar 21 kiloton TNI yang menewaskan sekitar 39 ribu orang. Sementara, ribuan orang lain luka-luka atau cacat karena dampak bom nuklir.

Apa yang dimaksud dengan ledakan nuklir?

Menurut Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, ledakan nuklir menggunakan perangkat untuk memicu reaksi berantai dari molekul-molekul yang menyebabkan ledakan dahsyat.

Senjata nuklir menimbulkan panas yang hebat, tekanan udara, cahaya dan radiasi, yang kesemuanya dapat menimbulkan efek yang sangat parah dan sering mematikan.

Berbeda dengan jenis bom atau senjata lainnya, dampak radioaktif yang terjadi setelahnya juga dapat  menyebabkan kerusakan yang lebih parah, sehingga kerusakan fisik secara langsung dari bom nuklir hanya merupakan salah satu dampak saja. Dampak yang lain masih banyak dan sangat berbahaya.

Korban selamat akibat serangan nuklir seringkali mengalami gangguan kesehatan akibat paparan radiasi yang bervariasi tingkat keparahannya, tergantung pada seberapa banyak paparan yang terjadi dan berapa lama. Orang-orang yang berada di dekat serangan nuklir memiliki kemungkinan peningkatan penyakit kanker di kemudian hari.

Oleh karena itu, disarankan bagi warga negara yang kemungkinan akan terlibat dalam perang senjata nuklir agar mempersiapkan diri untuk meminimalisasi dampak radiasi. Misalnya dengan menyiapkan perangkat-perangkat untuk kebutuhan situasi darurat seperti senter, baterai, radio bertenaga baterai kecil, cadangan air dan makanan. Pemerintah setempat biasanya menyediakan tempat-tempat penampungan jika terjadi serangan.

Di tempat-tempat beraktivitas seperti sekolah, rumah atau kantor juga harus tersedia tempat berlindung dari bahaya radiasi. Tempat berlindung yang aman harus berupa semacam bungker yang terbuat dari batu bata atau beton tanpa jendela dan tanpa akses yang mudah ke luar.

Pada saat terjadi serangan nuklir, warga harus  segera masuk ke dalam rumah, secepat mungkin. Jika mereka terjebak di luar mereka harus segera telungkup dengan menutup hidung dan mulut dengan kain, serta menutupi area terbuka.

Begitu pula orang-orang yang sudah berada di dalam rumah. Mereka harus berada sejauh mungkin dari pintu atau jendela. Semakin tinggi bangunan dan semakin banyak bata, beton, dan tanah yang membatasi orang dengan radiasi, semakin baik.

Mereka harus menutup pintu dan mematikan sistem ventilasi agar radiasi tidak merembes masuk.

Selain itu, tidak dibolehkan melihat bola api yang ditimbulkan karena ledakan nuklir, karena justru bisa membutakan mata.

Tidak sampai di situ, setelah ledakan minimal sehari semalam dampak radioaktif masih amat kuat. Orang yang merasa terpapar radiasi harus melepaskan pakaian dan segera mandi dan menghindari menggosok atau menggaruk kulit dan penggunaan kondisioner karena bisa mengikat radiasi. Pakaian yang terkontaminasi harus dimasukkan dalam kantong plastik tertutup dan dijauhkan dari orang lain.

Begitulah radiasi nuklir, sangat membahayakan bagi umat manusia, yang selamat dari ledakan secara langsung pun masih tidak bisa dikatakan 100 persen selamat, mereka sangat mungkin terkena dampak berbahaya lebih lanjut.

Ketegangan di Semenanjung Korea meningkat dari hari ke hari. Januari lalu, Presiden AS Donald Trump berjanji tidak akan membiarkan Korea Utara mengembangkan senjata nuklir yang mampu mencapai wilayah  AS.  Trump akhirnya mengirim armada kapal perang ke wilayah tersebut.

Korea Utara, menyebut pengiriman armada perang AS sebagai “intimidasi”, dan negara itu menantang perang habis-habisan dengan AS, bahkan bila perlu akan menggunakan senjata nuklir.

Pekan ini rezim di Pyongyang melakukan latihan artileri skala besar di sebelah timur ibukota, sementara USS Michigan, kapal selam bertenaga nuklir yang mampu membawa 154 Tomahawks tiba di pelabuhan Busan, Korea Selatan.

Mendampingi kapal induk AS Carl Vinson yang sedang dalam perjalanan dari Laut Filipina ke selatan Jepang, kapal perusak USS Wayne E. Meyer dan USS Michael Murphy dan kapal pesiar rudal kelas menengah Ticonderoga USS Lake Champlain.

Apakah ini artinya perang nuklir semakin dekat di semenanjung Korea, seperti diramalkan mantan sekjen PBB?

Kedua negara baik AS maupun Korea Utara, semestinya mengingat betapa besar korban langsung dan dampak secara tidak langsung akibat bom nuklir di Jepang pada Perang Dunia II. Dunia internasional, termasuk Cina, yang konon masih menjadi kunci utama meredam Korea Utara, seharusnya berperan aktif mencegah bencana kemanusiaan akibat senjata nuklir kembali terulang. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here