Perang Pangan, Dinas Pertanian Tahan Benih Mencurigakan

0
107

Nusantara.news, Surabaya –  Serbuan virus 3 F (food, fashion, film) atau perang asimetris merujuk pada sistem perang yang tidak lagi menggunakan persenjataan secara frontal ternyata sudah menggejala di Jawa Timur. Indikasi itu terlihat ketika Dinas Pertanian menyita ratusan benih tanpa label dari sebuah kapal tongkang tujuan Kalimantan Utara di Pelabuhan Gresik.

Sebagian di antara benih itu ada dugaan mengandung virus. Hal ini dilontarkan Kepala Unit Pelaksana Teknis Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman dan Hortikultura Dinas Pertanian Jatim Satoto Berbudi ketika dihubungi Minggu (25/12/2016).

“Kami mendapat informasi dari masyarakat yang memergoki pengiriman benih tanpa label. Kasus ini masih kami selidiki dengan melibatkan beberapa pihak terkait. Termasuk asal benih dan motif pengirimannya,” terangnya.

Penyelidikan dilakukan oleh penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) Dinas Pertanian yang bekerja sama dengan Polres Gresik serta Balai Karantina Jatim. Satoto mengatakan, penyitaan benih tanpa label itu berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2013 tentang Hortikultura. “Penyelidikan awal, benih itu dikirim oleh salah satu perusahaan pembenihan di Jawa Barat untuk ditanam di Kalimantan Utara,” sebutnya.

Namun melihat jenis dan kandungan benih, petani akan dirugikan jika tetap menanam karena hasilnya tidak sesuai dengan mutu. Secara jangka panjang, merugikan petani karena memang tanaman tahunan. Jika itu yang terjadi, ada indikasi pihak-pihak lain mengambil keuntungan dengan merayu petani untuk melepaskan aset lahannya. “Kewajiban memberikan label ini merupakan jaminan varietas buah sehingga harus dilakukan,” ucapnya.

Sementara itu, berdasarkan “Cargo Menifets”, benih tanpa label itu adalah bibit bawang merah, bawang putih, kunci sayur, kunci pepet, asam jawa, wijen, kluwak, ketumbar, jinten jamu, jinten sayur, kacang tanah, jagung P21, kacang hijau, pisang, dan jahe merah. Berikutnya, bibit abiu, belimbing demak kapur, cempedak, durian monthong, grumichama, gayam, jambu air mutiara, jambu air mekarsari, jambu bol jamaika, jambu sukun merah, jeruk bali lombok, jeruk siam, jeruk nipis, dan jengkol.

Tidak itu saja, benih lainnya adalah lengkeng aroma durian, mangga chokanan, nangkadak, sawo manila, sukun, ketapang kencana, kaliandra, duranta kencana, gamal, bunga merak, soka ungu, soka merah, taiwan beauty, dan bibit heliconia. “Sementara yang diduga mengandung virus adalah benih tanaman jeruk. Kami sementara masih melakukan karantina kapal tongkang pengangkut benih tersebut,” tutupnya. []

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here