Perangi Hoax di Dunia Maya, Ansor Jatim Bentuk Tim Khusus

0
268

Nusantara.news, Surabaya  – Wacana percepatan pembentukan Badan Siber Nasional (Basinas) yang sempat mencuat akhir 2016, ternyata tak kunjung direalisasikan pemerintah. Padahal Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto  mengatakan Presiden Joko Widodo sudah menyetujui pembentukan bulan ini. “Bulan ini kita harapkan dapat terbentuk,” katanya kepada wartawan di Jakarta di awal pekan Januari (5/1/2017).

Namun entah karena ada pertimbangan lain, tiga hari jelang pergantian bulan tak kunjung ada sinyal badan yang mengambil embrio dari Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) tersebut akan diresmikan Presiden Joko Widodo. Padahal pemerintah saat ini cenderung terkesan berdiam diri dalam lalu lintas berita hoax yang dikhawatirkan akan memicu keretakan antar anak bangsa.

Terlepas dari kondisi di Jakarta yang tak kunjung meresmikan Basinas, Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Jawa Timur, bergerak lebih dulu. Tujuannya untuk menangkal penyebaran berita palsu atau hoax. Caranya, dengan mengumpulkan para pengguna internet (netizen)—cara yang relatif sama dan kerap digunakan pihak-pihak tak bertanggungjawab dalam memenangkan opini melalui dunia maya.

Ansor sepertinya ingin mengambil peran pemerintah dalam melakukan fungsi pemantauan di dunia maya. “Kami tidak ingin masyarakat menelannya mentah-mentah dan terjebak dengan pemberitaan palsu,” kata Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi PW GP Ansor Jatim M. Nur Arifin di sela “Kopdar” Netizen NU Jatim di Surabaya, Minggu (29/1/2017).

Sebanyak 200 pemuda yang terdiri dari berbagai komunitas pengguna internet dan pengurus Ansor se-Jatim dikumpulkan untuk menyamakan persepsi untuk membentuk sebuah wadah yang menjadi virtual dakwah dan bertugas memantau informasi yang berkembang. “Kalau ditemukan ada informasi yang mengarah ketidakbenaran maka akan ditindaklanjuti dan segera diluruskan agar masyarakat tahu mana yang benar dan tidak,” kilah Wakil Bupati Trenggalek tersebut ketika disinggung tujuan pembentukan tim siber ini.

Dalam kesempatan tersebut, hadir Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Helmy Faishal yang mengaku bangga dan memberikan apresiasi kepada Ansor Jatim karena telah membentuk tim siber khusus menangkal berita palsu. “Dengan adanya tim ini maka informasi-informasi yang tersebar di sosial media dapat diluruskan. Ini sangat penting agar tak terjadi hal yang tak diinginkan,” katanya.

Mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal tersebut berpesan, ada beberapa hal yang harus dilakukan menyikapi informasi yang tidak jelas sumbernya, yaitu menulis narasi balik, dan konsolidasi pengguna internet NU agar terintegrasi serta memiliki komitmen berakhlakul karimah.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf yang hadir pada kesempatan tersebut berharap perkumpulan ini mampu membangkitkan kesadaran masyarakat NU dan masyarakat umum untuk selektif terhadap informasi yang beredar di sosial media.

Menurut dia, ada tiga hal yang harus dilakukan menangkal berita tidak benar. Pertama menutup situs, kedua membangun kesadaran masyarakat, dan terakhir narasi balik. “Berdasarkan survei lembaga tertentu, penutupan situs-situs media sosial hanya 30 persen dampaknya sehingga yang terpenting perlu ada kesadaran dari masyarakat dan membuat narasi balik,” kata Gus Ipul, sapaan akrabnya.

Pria yang juga salah seorang Ketua PBNU ini meyakini bahwa  ke depan informasi berita palsu tidak akan laku seiring dengan semakin kritisnya masyarakat. Namun harus diingat juga, bahwa keresahan yang muncul akhir-akhir ini juga harus disikapi dengan bijak oleh pemerintah. Jangan sampai tujuan baik ini ditunggangi dan disalahartikan hingga membuat konflik kian memuncak di tataran bawah. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here