Perangi Hoax, NU Banyuwangi Kongkow dengan Netizen

0
155
Computer keyboard keys with danger sign with words Internet Hoax, Danger of Internet Hoax

Nusantara.news, Banyuwangi – Untuk mengidentifikasi dan memerangi beragam informasi hoax yang berkembang di dunia maya, PCNU Banyuwangi, PC LTN NU Banyuwangi dan Netizen NU menggelar acara Kongkow Netizen di Aula PCNU Banyuwangi, Minggu (19/2/2017).

Ketua Penyelenggara acara Barurrohim menjelaskan, tujuan acara kongkow ini dimaksudkan untuk membahas secara mendalam tentang beragam jenis berita maupun informasi hoax yang telah menjadi fenomena di masyarakat. “Kita paparkan bagaimana seharusnya warga menggunakan medsos dengan baik, dengan menghindari berita fitnah atau hoax untuk menghindari perpecahan di masyarakat,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua PB LTN-NU Hary Usmayadai menjelaskan, penyebaran hoax semakin merajalela karena kalangan kelas menengah terdidik dan modern yang kuantitasnya cukup besar mengandalkan media internet dalam beraktifitas. “Idealnya warga NU harus memeriksa kebenaran suatu berita sebelum share atau membagikannya di media sosial. Setelah didapati bahwa informasi itu benar, masih harus dipertimbangkan apakah informasi itu baik untuk dibagikan,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominsan) Banyuwangi, Budi Santoso menyatakan, Pemkab Banyuwangi mendukung acara yang memberikan pembelajaran tentang wujud dan bahaya hoax. Menurutnya informasi atau berita hoax yang beredar di masyarakat sangat berbahaya, karena dapat membelokan persepsi masyarakat ke arah yang salah.

Menurut Budi Santoso, untuk menangkal berita hoax tentang kondisi pemerintah Banyuwangi, pihaknya akan secara massif memberikan data secara transparansi kepada masyarakat melalui beragam saluran komunikasi yang dimiliki.

“Pemerintah juga terus mengembangkan pelayanan masyarakat berbasis online untuk mempercepat dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Selain itu informasi juga rutin kami bagikan, baik melalui website atau media sosial agar informasi lebih terbuka kepada masyarakat,” Ujar Budi. Untuk itu pemerintah menyarankan masyarakat agar menjadi pengingat dan membagikan data yang benar untuk mendukung pembangunan di Banyuwangi.

“Saat seperti ini masyarakat daerah menjadi humas bagi Banyuwangi sendiri melalui akun media sosial masing-masing. Kalau yang dibagikan informasi yang benar dan baik akan mempercepat pembangunan. Maka mari bagikan informasi yang baik sehingga tidak merugikan diri sendiri atau daerah kita Banyuwangi,” pungkas Budi. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here