Perbaikan Jalur Pantura Probolinggo- Situbondo Hanya Sepanjang  3 KM

0
159

Nusantara.news, Probolinggo – Kondisi jalan nasional yang membentang dari Probolinggo hingga Situbondo mengalami kerusakan parah. Jalan utama yang jadi salah satu urat nadi transportasi Pulau Jawa tersebut dihiasi lubang-lubang dalam menganga di hampir sepanjang ruasnya, sehingga mengganggu pergerakan lalu lintas barang dan orang. Berbagai kalangan mulai bereaksi meneriakkan protes kepada pemerintah agar segera melakukan pembenahan.

Balai Besar Pemeliharaan Jalan Nasional (BBPJN) V Surabaya, akhirnya merencanakan perbaikan jalur Pantura Probolinggo-Situbondo tersebut. Sebanyak Rp. 22 miliar dipersiapkan agar jalur tersebut mulus dan layak dilewati kendaraan. “Anggaran untuk peningkatan dan pemeliharaan jalan tersebut sebesar Rp 18.830.730.000,” ungkap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Probolinggo-Situbondo Jalan Nasional V Wilayah 1 David Eko Mulyanto, Minggu (5/3/2017).

Namun,  perbaikan jalan hanya berlaku untuk ruas antara Kecamatan Gending sampai Pajarakan di Kabupaten Probolinggo, sepanjang 3 km saja. Padahal kerusakan mulai dari Probolinggo sampai memasuki wilayah Situbondo. “Pemenang tender  proyeknya adalah PT Fefa Indonesia dari  Surabaya,” ungkap David.

Penanganan kerusakan jalan nasional Pantura sebelah timur memang menjadi ironi. Salah satu penyebab lambannya perbaikan adalah minimnya anggaran untuk perbaikan infrastruktur jalan. Sebab, dana yang dikucurkan BBPJN VIII Surabaya berjumlah Rp 1,527 trilyun di Tahun 2017.

“Namun kebutuhan perbaikan serta pemeliharaan jalan, secara riil mencapai Rp 3 triliun dengan panjang jalan 43 km. Ini yang menjadi sumber masalah, kenapa jalan nasional di Jatim tidak pernah tuntas perbaikannya,” ungkap Anggota Komisi D DPRD Jatim Achmad Heri. Realita anggaran itu akan dilaporkan kepada Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR, agar segera merealisasikan anggaran perbaikan dan perawatan jalur Pantura,” ungkap Heri.

Menurut Achmad Heri,  kerusakan jalan Pantura tidak hanya disebabkan oleh cuaca, tetapi juga karena faktor kelebihan muatan kendaraan yang lalu lalang. “Mayoritas kendaraan berat membawa beban yang melebihi tonase. Jadi, untuk meminimalkan  kerusakan jalan, pengawasan jumlah tonase ini sangat penting,” katanya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here