‘Pergerakan Rupiah Mulai Minta Pergantian Presiden‘

3
8579
Pergerakan rupiah yang terus melemah terhadap dolar AS yang belakangan sudah menembus level Rp14.000 bisa menggerogoti wibawa pemerintah. Publik menilai pemerintah kurang kompeten mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah.

Nusantara.news, Jakarta – Pergerakan nilai tukar rupiah semakin liar karena sudah menembus level Rp14.061 per dolas, seolah rupiah protes. Ternyata tidak hanya tidak hanya Mardani Ali Sera dan para pengguna kaos #2019gantipresiden, rupiah pun mulai protes terhadap kinerja ekonomi yang dianggap tidak sesuai harapan.

Bloomberg melaporkan pertumbuhan PDB Indonesia pada kuartal I/2018 dianggap mengecewakan, sehingga menambah kekhawatiran mata uang rupiah. Realisasi pertumbuhan ekonomi yang hanya 5,06% jauh di bawah target Bank Indonesia (BI) antara 5,1% hingga 5,5%.

Pergerakan rupiah hari ini diawali posisi pembukaan rupiah langsung bertengger di level Rp14.027 terhadap dolar AS. Semakin siang makin melemah dan sempat menyentuh level Rp14.061 per dolar, untuk kemudian ditutup pada level Rp14.052.

Masih segar dalam ingatan, ketika rupiah di masa Presiden Soeharto pada awalnya stabil di level Rp2.300. Karena gejolak utang maka muncul krisis moneter dan berujung pada krisis politik, rupiah merangkak ke level Rp5.000, tembus Rp10.000.

Mahasiswa sudah bergejolak dan minta Presiden Soeharto mundur. Karena respon pemerintah semakin tidak memuaskan, bahkan berujung pada pembunuhan mahasiswa di Trisakti, mengakibatkan chaos dan jatuhlah kekuasaan yang dibina selama 32 tahun.

Apakah situasi ini akan terulang?

Pertumbuhan lambat

Blomberg menulis, perekonomian Indonesia tumbuh dengan laju yang lebih lambat pada kuartal terakhir dari perkiraan para ekonom, kemunduran bagi pemerintah setelah delapan kali pemotongan suku bunga dalam dua tahun terakhir. Mata uang rupiah jatuh ke level terendah sejak 2015.

Bank sentral Indonesia telah memangkas suku bunga sejak awal 2016 dalam upaya untuk memacu pertumbuhan ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Sementara belanja konsumen makin melamban, pertumbuhan didukung tahun lalu oleh peningkatan ekspor.

Pasar keuangan telah bergolak dalam beberapa pekan terakhir karena suku bunga AS yang lebih tinggi mendorong arus keluar dari pasar negara berkembang. Gejolak itu seolah menutup pintu pada pelonggaran lebih lanjut oleh Bank Indonesia dan meningkatkan prospek kenaikan suku bunga pertama sejak November 2014 karena para pembuat kebijakan ingin melindungi mata uang.

Rupiah jatuh sebanyak 0,5% menjadi 14.003 terhadap dolar pada hari Senin (7/5), diperdagangkan di atas 14.000 untuk pertama kalinya sejak Desember 2015 walaupun ditutup kembali ke kisaran Rp13.995. Hari ini (8/5) rupiah merosot tajam ke level Rp14.052.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa melemahnya mata uang rupiah memberikan risiko bagi pertumbuhan ekonomi, pemerintah akan mencari cara untuk mempertahankan momentum ekonomi dengan memperluas bantuan kepada kelompok berpenghasilan rendah. Pemerintah tetap menarggetkan pertumbuhan 5,4% tahun ini.

Namun dalam laporan Menkeu kemarin, pertumbuhan ekonomi kuartal I/2018 naik sangat tipis ke posisi 5,06%, ia menyebut upaya pemerintah menunjukkan hasil tercermin dari naiknya pertumbuhan ekonomi. Rupanya isu positif ini tidak berpengaruh pada pergerakan rupiah hari ini, rupiah makin melemah, seolah menuntut pergantian presiden, persis seperti diminta para oposisi.

Hanya saja masalahnya, adakah jalan menuju ke sana? Sebagaimana pernah terjadi pada 1998?

Permintaan konsumen terus mengecewakan, tulis Bloomberg, dengan pengeluaran rumah tangga naik 4,95% pada kuartal pertama dari tahun sebelumnya, sedikit berubah dari kuartal keempat. Pertumbuhan belanja pemerintah melambat menjadi 2,73% dari 3,81% pada kuartal keempat.

“Ini melanjutkan cerita dari empat kuartal sebelumnya di mana belanja konsumen berada di bawah ekspektasi, dan berarti ada risiko penurunan pada pemerintah yang mencapai target pertumbuhan sebesar 5,4 persen untuk 2018,” kata David Sumual, kepala ekonom di PT Bank Central Asia Tbk.

Data tenaga kerja yang rumit disampaikan bank sentral, tetapi Sumual mengharapkan pembuat kebijakan akan menindaklanjuti dengan kenaikan tarif akhir tahun ini. Bank Indonesia akan mengumumkan keputusan suku bunga pada 17 Mei.

“Angka-angka dari sisi konsumen masih di bawah ekspektasi dan itu sebabnya bank sentral mungkin berpikir keras tentang langkah mereka selanjutnya,” katanya. Seperti diketahui, realisi pertumbuhan ekonomi yang menurut Menkeu ada peningkatan yakni 5,06%, namun menurut BI realisasi itu di bawah target indikatif bank senral yakni 5,1% hingga 5,4%.

Kenaikan harga minyak dan pertumbuhan global yang lebih kuat membantu mendukung pertumbuhan kuartal terakhir, menurut Badan Pusat Statistik (BPS).

Dampak yang panjang

Tentu saja efek dari pelemahan rupiah memiliki implikasi yang panjang bagi perekonomian. Padahal pelemahan itu sebagai bagian dari upaya investor asing melakukan rebalancing portfolio mereka.

Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Samsul Hidayat menilai pelemahan rupiah yang kembali berlanjut memaksa investor asing untuk meramu kembali strategi investasinya di Indonesia. Hal itulah yang membuat adanya arus keluar dana asing dari pasar modal.

“Kan memang mayoritas kepemilikan saham sebagian asing dan saya kira mereka sedang membuat rebalancing dari sisi portofolio mereka. Karena mereka sedang mengukur faktor risiko dan pergerakan currency yang ada,” ujarnya.

Menurut Samsul, memang bagi investor asing yang menempatkan dananya di Indonesia tengah bergejolak, namun dia yakin pasar modal Indonesia masih menarik bagi mereka. Sebab kinerja para perusahaan tercatat masih dalam tren positif.

“Tentunya akan ada sedikit gejolak di mereka. Tapi saya yakin dengan permormance emiten kita yang cukup baik, bahkan sebagian dari mereka memperoleh peningkatan laba dari 2016,” demikian analisanya.

Selain faktur fluktuasi nilai tukar, menurut Samsul kebijakan ekonomi global juga turut mempengaruhi psikologis investor asing. Salah satunya perang dagang antara AS dan China.

Saat ini, investor asing telah melakukan aksi jual dengan catatan net sell di pasar modal sebesar Rp167,6 miliar. Sementara dari awal tahun net sell sudah mencapai Rp36,6 triliun.

 Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Suahasil Nazara berpendapat gejolak ekonomi global masih berlangsung, dan itu membuat para investor melakukan penyesuaian-penyesuaian.

Meski demikian, ia menambahkan kondisi perekonomian dalam negeri berada di posisi yang cukup baik. Hal ini dilihat dari angka pertumbuhan ekonomi kuartal I-2018 yang berada di level 5,06%.

Masalahnya dolar AS yang telah menembus Rp 14.000 terbilang jauh dari asumsi makro yang ditargetkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 yang dipatok di level Rp13.400. Suahasil menyebutkan, dampak dari melemahnya rupiah justru postif terhadap penerimaan negara, penerimaan negara bisa lebih tinggi akibat menguatnya nilai tukar dolar AS tersebut..

Ia menambahkan, hal yang juga mempengaruhi penguatan dolar AS terhadap APBN 2018 adalah pengeluaran terutama subsidi energi berupa minyak bumi yang diimpor. Meski demikian, ia menjamin pengaruh penguatan dolar AS terhadap rupiah tidak terlalu mengkhawatirkan karena penerimaan dalam denominasi dolar jauh lebih besar dari ekspor.

“Kalau kita netting antara penerimaan dengan pengeluaran maka efeknya masih lebih tinggi penerimaannya. Jadi kalau dari sisi pengelolaan APBN tidak ada hal yang mengkhawatirkan tetapi kita tetap mengawasi, memastikan situasinya kan bukan hanya APBN tapi perekonomian secara keseluruhan,” ujar Suahasil.

Penguatan dolar AS juga bisa membuat barang-barang impor menjadi lebih mahal yang kemudian berujung kepada inflasi. Namun, besaran inflasi dengan volatilitas dolar AS diperkirakan tak terlalu signifikan.

“Kalau kurs naik, maka barang impor bisa meningkat dan menyumbang ke inflasi. Itu bisa dilihat, tapi sampai saat ini kita masih lihat potensi inflasi yoy (year on year) kalau dilihat pergerakan optimis 3,5% akhir tahun,” demikian Suahasil

Lepas dari optimisme Suahasil, faktanya Menko Perekonomian Darmin Nasution memanggil para menteri ekonomi dan jajarannya untuk melihat seberapa serius dampak pelemahan rupiah terhadap inflasi. Ini menunjukkan bahwa atensi pemerintah cukup tinggi.

Akademisi Musni Umar berpendapat sedikitnya ada 10 dampak negatif lanjutan yang bisa dirasakan masyarakat jika rupiah terlalu undervalue terhadap dolar AS.

Pertama, pertumbuhan ekonomi melambat. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2018 hanya 5,06% atau di bawah APBN-P 5,1%. Bahkan sejak 2014, pertumbuhan ekonomi memang sudah stagnasi di kisaran 5%. Artinya, perlambatan pertumbuhan ekonomi itu sudah terjadi seiring melemahnya rupiah sejak 2014.

Kedua, pemutusan hubungan kerja (PHK) meningkat. Terutama PHK terjadi pada industri yang selama ini menggantungkan bahan baku dari impor. Buruh yang di PHK terus meningkat jumlahnya, seiring dengan terus melemahnya mata uang rupiah terhadap dollar Amerika Serikat.

Ketiga, pengangguran meningkat. Jumlah pencari kerja setiap tahun sekitar 2,5 juta orang. Dengan pertumbuhan ekonomi yang cenderung stagnan, maka banyak pencari kerja yang masih menganggur, sekarang ditambah lagi dengan buruh yang di PHK.

Keempat, inflasi bahan pangan meningkat. Meningkatnya inflasi dibidang sembako, BBM, terutama menjelang bulan puasa, hingga kebutuhan pendidikan yang meningkat.

Kelima, kemiskinan meningkat. Kalau harga barang-barang terutama sembako meningkat, penghasilan tidak meningkat bahkan tidak mempunyai penghasilan karena di PHK dan menganggur, maka otomatis kemiskinan meningkat.

Keenam, daya beli menurun. Konsekuensi logis meningkatnya harga-harga barang terutama sembako dan penghasilan tidak meningkat, bahkan penghasilan hilang karena di PHK dan menganggur, maka otomatis daya beli masyarakat menurun.

Ketujuh, kesejahteraan masyarakat menurun. Dampak spiral selanjutntya ialah menururnnya tingkat kesejahteraan masyarakat (kesmas).

Kedelapan, gizi masyarakat menurun. Dampak turunannya dari 7 faktor di atas, maka otomatis gizi masyarakat memburuk. Melalui paket kebijakan ekonomi, pemerintah berusaha keras mencegahnya semakin menurunnya gizi buruk di Asmat.

Kesembilan, angka putus sekolah meningkat terutama mereka yang sekolah di swasta dan sedang kuliah di perguruan tinggi.

Kesepuluh, depresi meningkat, pada saat itu tensi psikologi masyarakat meningkat. Masyarakat mudah marah-marah, mudah memaki, mudah mem-bully, dan pada akhirnya mudah pecah konflik di masyarakat.

Sebelum semuanya terjadi, nampaknya pemeritah perlu mengambil langkah yang cepat, akurat dan sesuai dengan kebutuhan keadaan. Tujuannya agar ekonomi tetap stabil dan kegelisahan bisa diminimalisir, serta mau mendengar apa yang sebenarnya dikeluhkan oleh masyarakat.

Sehingga dengan demikian rupiah bisa teduh kembali, tidak terus-terusan merongrong kewibawaan pemerintah, khususnya tim ekonomi.[]

3 KOMENTAR

  1. Pakailah PANCASILA sebagai pedoman dinegara ini ,dan jalankan dari sila sila tersebut:
    1 .Ketuhanan Yang Maha Esa : Percaya dengan Tuhan yang telah menciptakan kita untuk hidup berdampingan
    2 .Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab : hidup itu hrs adil saling menolong satu sama lain ,sama- sama menikmati dan saling bekerja sama tidak ada kaya ataupun miskin , semua rata
    3 . Persatuan Indonesia : bila sila 1 dan sila 2 sudah qta jalankan maka terciptalah indonesia bersatu tidak akan runtuh ,tidak akan goyah ,dan semuanya terkendali dengan aman dan sentosa ,dsb
    4 . Kerakyatan Yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan : bila sudah tercipta sila 1,2, dan 3 , maka dari itu jadilah sebagai pemimpin yang termasuk dalam sila 2 ,bijaksana dalam mengambil keputusan yang sudah dimusyawarakan, adil dan ikhlas dalam melaksanakan tugas ,dsb
    5 . Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia : dari kutipan sila ke 4 maka pengambil keputusan dari musyawara dan mufakat yang baik dan bijak maka
    terwujudlah semua nya untuk seluruh rakyat indonesia dari sabang sampai merauke hidup bersatu membangun negara ini menjadi kuat dan hebat , ( karena penduduk indonesia merasakan kehidupan yg sama rata,sama rasa ,yg terpenting sama semua ,tidak ada kaya dan miskin, hidup saling membantu ,saling menolong maka indonesia sukses selalu ,
    Salam hormat

  2. Jika yg tidak punya agama jeĺlas2 diusir dr NKRI.
    Dan yg beragama tidak memaksakan umat yg sdh beragama agar beragama dengan agamanya.
    MAKA PANCASILA TIDAK AKAN PERNAH TERNODAI DALAM PENGAMALANNYA.

  3. Pansila tetap sakti jika para penganut agamanya menjaga memeliharanya dan mengaplikasikannya dengan baik.

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here