Perkuat Dukungan, Gus Ipul Merapat ke Partai Beringin

0
54

Nusantara.news, Surabaya – Kandidat bakal calon gubernur Saifullah Yusuf kembali mengumpulkan dukungan dari partai politik. Kali ini, Gus Ipul panggilan Saifullah Yusuf merapat ke DPD Partai Golkar Jawa Timur, sama seperti yang dilakukan saat mendatangi partai lain yakni mendaftar dan berharap dukungan dari partai berlambang pohon beringin untuk modal maju sebagai kandidat di Pilgub Jawa Timur 2018, mendatang.

Pukul 15.00 WIB, Gus Ipul tiba di DPD Partai Golkar Jawa Timur didampingi Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Timur Abdul Halim Iskandar dan Sekretaris Thoriqul Haq serta Badrud Tamam, Gus Ipul ditemui Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur Nyono Suharli, Sahad Sitorus dan staf Partai Golkar lainnya.

“Terimakasih, Golkar yang telah membuka pendaftaran, yang pertama saya ingin menyampaikan ini silahturahim kami, serta untuk komunikasi antar partai yang ada di Jatim. Selanjutnya, kita berharap untuk bisa berkoalisi dan menyamakan visi dan misi, menjalin kekompakan di Jawa Timur,” ucap Abdul Halim membuka pembicaraan.

Kemudian, kepada tamunya, yang akan mendaftar sebagai bakal calon gubernur, Ketua DPD Golkar Jawa Timur Nyono Suharli mengatakan Gus Ipul adalah pendaftar pertama, saat dibuka pendaftaran mulai hari ini hingga 19 Agustus 2017.

“Terimakasih Gus Ipul datang ke sini untuk mendaftar, didampingi DPW PKB. Kami yang di sini mewakili panitia, berharap formulir segera dikembalikan dan dilengkapi kelengkapan yang dibutuhkan,” kata Nyono.

Kemudian, dengan mengucap Insyaallah, Nyono menambahkan, pendaftar pertama itu diharapkan bisa menjadi orang pertama di Jawa Timur.

“Insyaallah orang pertama yang mendaftar ini bisa menjadi orang pertama di Jatim,” ucapnya disambut kalimat Amin, oleh Gus Ipul dibarengi dengan tepuk tangan mereka yang hadir dan menyaksikan prosesi itu.

Kemudian, Halim menambahkan, yang dilakukan adalah untuk memajukan Jawa Timur menjadi lebih baik. Bisa melanjutkan kepemimpinan Soekarwo sebagai gubernur untuk lima tahun kedepan.

Kemudian, Gus Ipul saat diberikan kesempatan berbicara setelah menerima formulir pendaftaran mengatakan pihaknya sangat menghormati dan mengikuti ketentuan Partai Golkar, yang dipastikan telah memiliki kedewasaan, selanjutnya untuk meningkatkan sumber daya manusia.

Nyono, saat ditanya kenapa Golkar tidak memunculkan kader internal, dia menjawab, meski telah melakukan survei internal, Partai Golkar belum menemukan sosok ideal. Termasuk saat ditanya untuk posisi bakal wakil gubernur.

“Belum, belum ada kader internal, semua masih untuk umum,” tambahnya.

Nyono menyebut, tidak munculnya kader internal Partai Golkar meski sempat dilakukan survei termasuk untuk posisi wakil, memang kriteria untuk itu belum ada.

Kemudian, usai prosesi pengambilan formulir acara itu ditutup dengan membacakan doa, dipimpin oleh ustad Baidowi.

Sementara, masih di lingkungan Golkar, ada yang menyebut nama Khofifah yang terus menjadi perbincangan, beredar kabar akan mendaftar melalui Golkar dalam minggu ini. Namun, tentang kebenarannya belum ada yang bisa memastikan.

“Wah kalau kepastiannya, saya belum tau,” ucap sumber saat berbicara dengan Nusantara.news.

Sebelumnya, Gus Ipul setelah resmi diusung PKB untuk melangkah ke Pilgub Jawa Timur. Memantapkan langkah dengan mendaftar serta berharap dukungan dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan. Dilanjutkan, hal yang sama ke Partai Demokrat, juga ke Partai Hanura Jawa Timur.

“PKB sudah memutuskan mengusung Gus Ipul sebagai calon gubernur Jawa Timur. Kami juga ke Partai Hanura untuk memohon dukungan dan doa restu,” ujar Abdul Halim Iskandar saat di kantor DPD Partai Hanura Jawa Timur, Jalan (16/6/2017), lalu.

Ketua DPRD Jawa Timur itu mengajak semua partai utamanya yang dikunjungi untuk bersama-sama berikhtiar, menuju Jawa Timur semakin makmur, kondusif dan menyejahterahkan rakyat Jawa Timur.

Terlepas, siapa pun nanti yang maju sebagai kandidat bakal calon gubernur dan wakil gubernur, tugas mereka adalah menjalankan atau mengemban amanat pemilih atau rakyat Jawa Timur secara keseluruhan untuk menjadi lebih baik.

Dan, tentu partai politik pengusung harus ikut bertanggungjawab lahirnya kepala daerah yang pro rakyat, dan bekerja untuk kepentingan rakyat Jawa Timur. Kemenangan bukan untuk pribadi atau kelompoknya saja.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here