Permainan Tengkulak Penyebab Harga Gabah Murah

0
209

Nusantara.news, – Banyuwangi, Harga gabah kering di Banyuwangi beberapa hari terakhir turun di angka Rp 3.500 per kilogram. Kondisi tersebut membuat bingung kalangan petani kecil di Banyuwangi.

Padahal sebelumnya Badan Urusan Logistik (BULOG) bersedia menerima Gabah minimum dengan harga 3.700 per kilogram. Kepala BULOG Divre Banyuwangi Raden Guna Dharma mengatakan, baru-baru ini pihaknya telah melakukan penyerapan gabah kering sawah petani di Kecamatan Sempu dengan harga Rp 3.800 per kilogram.“Sesuai Inpres Nomor 5 Tahun 2015, HPP padi kering sawah Rp 3.700 per kilogram,” ujar Awang, sapaan Raden Guna Dharma, Selasa (7/3/2017).

Kepala Dinas Pertanian (Kadisperta) Banyuwangi, Arief Setiawan menyatakan agar petani harus mencari informasi yang valid kepada berbagai pihak menjelang panen, sehingga mengetahui keakuratan harga gabah kering yang di panen mereka. Pihaknya beranggapan jika harga gabah murah di Banyuwangi berasal dari tengkulak.

“Periksakan informasi kepada petugas yang paling dekat yang dikenal, bisa Babinsa dari TNI atau Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Disperta. Nanti bisa mendapat informasi harga yang benar dan disambungkan ke BULOG  agar mendapatkan harga sesuai pasaran,” ujarnya.

Sementara, Ketua Komisi II DPRD Banyuwangi, Marifatul Kamila, mengatakan sudah mendapatkan laporan tentang hasil panen petani, termasuk gabah kering sawah, di Banyuwangi mendapatkan harga yang sangat rendah.

“Hal itu terjadi, ditengarai karena adanya pedagang atau tengkulak  yang mendatangkan gabah dari daerah lain seperti Lamongan dan Ngawi, sehingga gabah dalam daerah melimpah,” terang Rifa.

Dirinya mengharapkan jika pedagang maupun tengkulak agar mendatangkan gabah dari wilayah Banyuwangi dan tidak mengambil dari wilayah lain. “Hasil panen petani kita sendiri kan sudah surplus, kasihan petani kalau gabah terlalu banyak dan harga turun,” tegas Rifa.

 

 

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here