Perpustakaan Kota Malang Berikan Layanan Baru bagi Disabilitas

0
52

Nusantara.news, Kota Malang – Untuk memastikan bahwa fasilitas umum dapat diakses  oleh semua masyarakat, termasuk penyandang disabilitas,  Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Malang meluncurkan inovasi baru bernama Layanan Pojok Braile (Lapobra).

Fasilitas Lapobra yang memberikan layanan bacaan khusus bagi kalangan penyandang tuna netra ini dilengkapi alat penunjang khusus untuk membantu mereka dalam mengakses informasi dan ilmu pengetahuan.

Melihat terobosan terbaru tersebut, Rani, salah satu pengunjung perpustakaan, mengungkapkan bahwa upaya pengadaan fasilitas semacam itu layak diapresiasi. Ia berharap upaya ini dapat terus dikembangkan ke berbagai fasilitas umum lainnya bagi penyandang disabilitas.

“Saya berharap tidak hanya perpustakaan saja, namun fasilitas publik lain juga harus bisa dirasakan oleh semua kalangan, terutama bagi kalangan disabilitas,” ungkap Rini kepada Nusantara.news, Minggu (30/4/2017)

Kepala Dinas Pepustakaan dan Arsip Kota Malang, Djoko Juwono menyatakan, upaya ini merupakan program rutin untuk kegiatan kalangan disabilitas. “Nantinya setiap minggunya selalu ada jadwal bagi para disabilitas untuk beraktivitas di Lapobra tersebut,” ungkapnya

Ia menjabarkan bahwa kini ada sekitar lima ribu koleksi braile yang dimiliki. “Karena selama ini kan warga disabilitas hanya diberi kemampuan mijet saja. Kemunculan layanan ini kami harap mereka bisa berkreasi dengan banyak inovasi,” jelas pria yang akrab disapa Joko itu.

Ia menambahkan, dalam waktu dekat ini akan ada renovasi besar-besaran untuk membuat suasana perpustakaan yang lebih representatif, mulai dari pencahayaan, penataan rak buku, sampai menciptakan suasana baru dengan ruangan beralunan musik. Dengan suasana yang lebih nyaman, fasilitas ini dapat diakses oleh semua kalangan.

“Karena kebutuhan pengunjung sangat beragam, kita juga masih mendata sekiranya apa yang menjadi kebutuhan dasar bagi semua kalangan. Ditambah lagi akan ada ruangan yang hening, dan ada yang diberi iringan musik yang menenangkan,” jelasnya.

Selain itu pihaknya juga akan berencana menyediakan satu unit mobil antar-jemput untuk pengunjung Perpustakaan Umum Daerah Kota Malang, khusus untuk kalangan disabilitas.

Joko berharap mobil itu nantinya mampu melayani seluruh kebutuhan, mengingat saat ini jumlah warga tuna netra di Kota Malang sebanyak 1388 orang. “Sementara satu unit dulu, nantinya akan dimaksimalkan dan digencarkan terkait operasionalnya,” harapnya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here