Persiapan Matang, Tak Perlu Khawatirkan UNBK

0
49
Gubernur Jatim tinjau pelaksanaan UNBK, di Surabaya

Nusantara.news, Surabaya – Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMA di Jawa Timur telah disiapkan secara matang. Untuk itu semua pihak, baik orang tua siswa maupun peserta ujian sendiri tidak perlu khawatir terhadap penyelenggaraan UNBK. Itu disampaikan Gubernur Jawa Timur Soekarwo ketika meninjau pelaksanaan UNBK di SMAN 5 Surabaya, SMAN 2 Surabaya, SMAN 1 Surabaya dan SMAN 9 Surabaya, Senin (10/4).

Soekarwo meyakinkan, berkaca dari penyelenggaraan UNBK tingkat SMK minggu lalu, masalah teknis seperti server dan gangguan listrik telah ditangani dengan baik. Misalnya di Surabaya, komunikasi antara helpdesk dan proktor atau pihak yang ditugaskan menangani server di sekolah, dilakukan lebih cepat. Disebutkan, helpdesk di Surabaya ada sebanyak 25 dan siap proaktif untuk menjemput.

“Kami ingin meyakinkan pada orang tua siswa bahwa sekolah sudah sangat prepare terhadap pelaksanaan UNBK ini, sehingga bapak dan ibu orang tua siswa bisa tenang mendoakan putera-puterinya mengikuti UNBK,” jelas Pakde Karwo sapaan Soekarwo.

Terkait masalah teknis, lanjut Pakde Karwo, setiap komputer di tiap sekolah telah memiliki Uninterruptible Power Supply (UPS) yang berfungsi untuk menyediakan daya listrik cadangan bagi perangkat komputer. Sehingga ketika listrik mati, masih ada waktu lima menit computer menyala dan data masih tersimpan.

“Setiap sekolah juga menyediakan genset, sehingga listrik mati, otomatis dalam waktu lima menit genset langsung menyala,” jelasnya.

Sementara, di Jawa Timur, pelaksanaan UNBK 2017 tingkat SMA diikuti oleh 1.454 SMA dengan rincian sebanyak 1.067 SMA melaksanakan UNBK secara mandiri dan 387 SMA masih menumpang. Serta sebanyak 942 Madrasah Aliyah (MA) dengan rincian 661 MA melaksanakan UNBK secara mandiri dan 281 MA, menumpang.

“Tahun ini, sebanyak 12 SMA serta 669 MA di Jatim masih menggunakan ujian berbasis kertas. 12 SMA ini ada di wilayah kepulauan, akan tetapi ujian berbasis kertas ini tidak mengurangi kredibilitas hasil ujian tersebut,” terang orang nomor satu di Jawa Timur itu.

Pakde Karwo juga menekankan pentingnya komunikasi antara sekolah dengan para orang tua siswa. Menurutnya, tuntutan yang berlebihan akan menjadi beban bagi anak itu sendiri. Untuk itu, ia minta pihak sekolah menjalin komunikasi yang baik dengan orang tua. “Ini menjadi bagian dari pendidikan partisipatoris. Dimana orang tua dan tokoh masyarakat dilibatkan untuk merumuskan kebijakan,” katanya.

Ke depan, yang perlu diperhatikan adalah pendidikan seperti apa yang dibutuhkan hingga pembangunan jangka panjang yakni tahun 2025. Sehingga para siswa diharapkan memiliki keahlian atau skill tertentu.

“Jangan sampai kita menjadi bonus demografi dan lulusan unskill semua. Ini menjadi solusi dalam masyarakat yang memiliki pendapatan kelas menengah saat ini yakni 3.600-4.700 USD ini,” terangnya.

Kedepan, Pakde Karwo mengusulkan adanya cluster-cluster di tiap SMA. Pihaknya juga meminta setiap sekolah memiliki ruang kreasi seperti ruang komputer. Dan, para kepala sekolah segera melakukan rapat dan merumuskan yang terbaik. Setelah dirumuskan, baru memanggil Gubernur dan DPRD.

“Kami jangan di ajak pembahasan di awal, karena kesalahan yang fatal adalah memaksakan pikiran kita terhadap pendidikan. Karena yang paling tahu adalah kepala sekolah dan Dewan Pendidikan,” terangnya.

Server dan Soal Ujian

Sementara, saat mendampingi Gubernur Soekarwo, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Saiful Rachman mengatakan, dari pelaksanaan UNBK tingkat SMK lalu, ada dua hal yang menjadi perhatian yakni, tentang server dan soal ujian. Dari 1.798 sekolah, hanya tiga sekolah yang mengalami gangguan server. Jika dihitung presentasinya sangat kecil. Gangguan itu terjadi pada mata pelajaran pilihan atau kejuruan. “Kami langsung melakukan penggantian server dan pihak provinsi langsung menangani masalah ini,” kata Saiful Rachman.

Terkait soal ujian, lanjut Saiful, kewenangan soal ujian adalah di tingkat pusat atau nasional. Disebutkan, Mendikbud RI sudah mengambil langkah agar soal ujian tidak terlalu banyak gambar karena akan memakan banyak bandwitch. Bagi siswa yang terkendala masalah teknis ini bisa mengulang ujian pada tanggal 18 April 2017 mendatang.

Soal hacker, Saiful menegaskan bahwa saat pelaksanaan tidak bisa di-hack karena server ada di pusat. “Sampai di sini (di sekolah-red), sudah semi online sehingga hacker tidak bisa menyerang pada saat pelaksanaan ujian,” pungkasnya.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here