Pertamina Bakal Gandeng Kuwait dan Tiongkok Bangun Kilang di Bontang

0
74

Nusantara.news, Jakarta – Dari puluhan calon mitra yang berminat membangun kilang minyak di Bontang, Kalimantan Timur, kini hasil penyaringan investor semakin mengerucut dan sudah masuk pada tahap financial exposure atau tahapan meninjau ketersediaan dana dari masing-masing investor.

“Rencana proyek pembangunan Kilang Bontang saat ini sudah pada tahap financial exposure atau tahapan meninjau ketersediaan dana dari masing-masing investor. Sekarang yang leading itu ada dua, yakni Kuwait dan Tiongkok,” ujar Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar, kemarin.

Namun begitu, Arcandra mengatakan, dirinya tidak mengetahui proses terakhir mengenai pemilihan dari kedua investor tersebut. Tapi, yang jelas, keputusan untuk menentukan mitra di Kilang Bontang adalah kewenangan dari Pertamina.

Tetapi, ujarnya,  dia tidak menutup kemungkinan investor lain untuk berpartisipasi. Salah satunya adalah perusahaan asal India, yakni Petrochemical Complex dan Panipat Refinery.

Memang, sejak pemerintah India datang ke Indonesia, kedua perusahaan ini sudah menyampaikan minatnya. Untuk menindaklanjuti hal tersebut, pemerintah Indonesia pun bersama beberapa perusahaan sudah melakukan kunjungan balasan ke India,  termasuk Pertamina.

Perusahaan India, kata Arcandra boleh ikut asal sesuai dengan prosedur. Silakan saja tapi ikuti prosesnya. “Saya tidak tahu apakah dia ikut financial exposure atau tidak,” ujar Arcandra.

Dalam kaitan ini, ketika diminta tanggapannya,  Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Rachmad Hardadi belum mau berkomentar banyak. Alasannya, karena  proses masih terus berjalan.

Akhir Februari lalu,  Pertamina telah membuka proses lelang Kilang Bontang. Dalam hal ini, Hardadi pernah menyinggung, sebelum lelang dibuka, ada  lebih 50 perusahaan dalam dan luar negeri menyatakan minatnya menggarap proyek Kilang Bontang. Perusahaan-perusahaan itu terdiri dari berbagai jenis, mulai dari perusahaan individual hingga tujuh perusahaan energi kelas dunia.

Target Pertamina kilang sudah mulai beroperasi pada 2023. Nilai proyeknya sendiri mencapai biaya 8 miliar dollar AS, atau lebih rendah dibandingkan pembangunan Kilang Tuban di Jawa Timur yang diperkirakan mencapai 12-15 miliar dollar AS.

Pada awalnya, Pertamina mengatakan menargetkan sudah ada investor yang dipilih pada 28 April lalu. Setelah itu, mereka akan mulai membentuk perusahaan​ patungan. Kemudian, melakukan proses Bankable Feasibility Study (BFS) atau kelayakan pendanaan proyek dan selesai pada awal tahun 2018.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here