Pertengahan Tahun 2017 Kilang BBM di Tuban Mulai Dibangun

0
223
Kilang BBM di Tuban

Nusantara.news, Tuban – Kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) Indonesia yang mencapai 1,8 juta barel per hari (bph) selama ini hanya dipasok oleh sejumlah kilang berkapasitas 478 ribu bph.

Padahal sekarang ini membutuhkan sejumlah kilang yang secara keseluruhan berkapasitas 1,322 juta bph. Sulit dibayangkan, bagaimana tahun 2020 nanti saat Indonesia membutuhkan kilang yang berkapasitas 1,722 juta bph?

Maka proyek pembangunan kilang bbm terintegrasi petrokimia di Tuban pada Juli 2017 nanti adalah angin segar. Pembangunan yang kini pada tahap sosialisasi dan meminta masukan atas Analisis Mengenai Dampak Lingkungan(AMDAL) kepada Pemkab Tuban dan Masyarakat, diharapkan selesai pada 2021.

“Secara resmi dengan ini kami mengetuk pintu kepala Bapak Bupati, ketua DPRD, dan seluruh pimpinan di Kabupaten Tuban dan seluruh masyarakat. Bahwa secara resmi kami sampaikan proses pembangunan kilang minyak mulai dilaksanakan tahapan-tahapannya,” terang seorang pejabat pertamina Rahmad Hardadi, Jumat (13/1/2017).

Selain pembangunan kilang di Tuban, pertamina juga akan membangun kilang BBM di Bontang, Kalimantan Timur. “Kilang Tuban ini akan menjadi kilang termodern di dunia,” lanjut Rahmad kepada wartawan.

Keberadaan Kilang Tuban mempunyai kapasitas mengolah minyak mentah feed 300 sampai dengan 400 ribu barel per hari (BPH). Adapun hasil produksinya adalah produk Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Avtur serta produk Petrokimia.

“Seluruh produk ini standarnya adalah Euro lima, sementara sekarang ini dunia baru mensyaratkan standart Euro empat. Apakah tidak terlalu tinggi Euro lima,? Tidak, karena kilang ini akan jadi lima tahun ke depan. Targetnya kilang ini akan beroperasi pada tahun 2021,” ungkapnya.

Kilang terbesar di Indonesia ini membutuhkan lahan seluas 404 hektar, terdiri dari 340 hektar lahan hutan jati milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang selama ini dikelola oleh Perhutani yang dikelilingi oleh 5 desa. Sedangkan sekitar 64 hektar merupakan milik PT Pertamina yang berada di timurnya PT TPPI Tuban. Tempat yang berada di kecamatan Jenu.

Meski berada di tepi laut, Rahmad Hardadi menjelaskan tidak akan terlalu banyak proses reklamasi untuk kebutuhan proyek itu. Reklamasi disebutkan hanya pada sekitar pesisir yang nantinya akan digunakan untuk mendirikan dermaga karena perlu diratakan.

Tentunya harapan disematkan untuk proyek ini,agar proyek ini mampu mengurangi ketergantungan minyak jadi dari impor. Sehingga ketahanan energi bisa terjaga. Tentunya semangat nasionalisme populis perlu dipahamkan kepada semua pihak.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here