Pertumbuhan Ekonomi Kota Malang 2018 Diprediksi Meningkat

0
581
Ilustrasi Pertumbuhan Ekonomi (Sumber: Web Materi)

Nusantara.news, Kota Malang – Pertumbuhan ekonomi Kota Malang diprediksikan meningkat pada 2018 dibandingkan 2017. Banyaknya pengeluaran yang dilakukan baik pemerintah maupun masyarakat dari kalangan menengah ke atas akan sedikit mendorong perputaran ekonomi Kota Malang.

Pertumbuhan ekonomi Kota Malang akan  meningkatkan ketersediaan barang-barang pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat, meningkatkan pendapatan masyarakat secara keseluruhan. Serta akan tercapainya pemerataan pendapatan dan kesempatan kerja.

Plt. Kepala Grup Riset Departemen Kebijakan Makro-prudensial Bank Indonesia Retno Ponco Windarti mengatakan, secara nasional ada sejumlah faktor yang akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di tahun 2018. yakni momen Pilkada di beberapa daerah, momen Asian Games 2018 juga akan berpengaruh pada permintaan domestik, khusunya konsumsi.

“Melalui pilkada juga menjadi salah satu pengaruh, agenda-agenda Asean Games yang akan digelar 2018 mendatang itu juga akan berpengaruh,” katanya kepada wartawan, Selasa (12/12).

Ia juga menjelaskan bahwa Investasi proyek pemerintahan dan kegiatan ekspor akan juga berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi.

“Investasi pemerintah dalam bentuk proyek-proyek infrastruktur tetap akan mewarnai pertumbuhan investasi ke depan, Ekspor diperkirakan akan tetap tumbuh namun melambat dibandingkan tahun ini, dengan struktur ekspor yang masih bertumpu pada komoditas,” ujar Retno.

Momen pemilihan kepala daerah (pilkada) dinilai sebagai salah satu indikator meningkatkan perekonomian. Beberapa daerah provinsi dan kabupaten/kota pada tahun 2018 mendatang akan  menggelar Pilkada Serentak, itu yang menjadi salah satu acuan pertumbuhan ekonomi dari perputaran uang pengeluaran dari kelas menengah ke atas.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang Dudi Herawadi menjelaskan, di tahun 2018, pengeluaran pemerintah akan lebih tinggi, secara tidak langsung akan mendorong aspek pergerakan ekonomi secara keseluruhan, baik dari beberapa program dan proyek-proyek pemerintahan

”Ke depan anggaran akan banyak yang keluar. Tugas kami, di BI tetap menjalankan tugas menjaga stabilitas nilai rupiah yang diukur dari dua parameter, yakni stabilitas harga barang dan jasa, dan nilai rupiah dibandingkan dengan valuta negara lain ,” kata Dudi di sela Diskusi Outlook Stabilitas Sistem Keuangan 2018, Senin (11/12) lalu.

Dudi menambahkan penjelasannya, terkait perkembangan perekonomian di akhir tahun 2017, pada triwulan IV diperkirakan akan cendrung tumbuh dibanding triwulan III.

“Diprediksikan akan tumbuh dengan rentang 5,2% hingga 5,5%. Pengungkit pertumbuhan di dorong dari sektor PHR dan industri pengolahan,” ungkapnya.

Prediksi Inflasi akan terjadi jika akhir bulan ini pertumbuhan ekonomi dipengaruhi sejumlah komoditi seperti cabai, tomat, dan beras. Untuk itu, masyarakat dihimbau agar mengendalikan tingkat konsumsinya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here