Perusahaan Trump Terseret Sindikat Pencucian Uang di Panama

1
215
Donald Trump dan kedua anaknya, Ivanka dan Trump Jr saat berkunjung ke Trump Ocean Club Panama / Foto NBCNews

Nusantara.news, Panama City – Kisah itu bermula tahun 2006. Saat Ivanka Trump terbang ke Panama. Kala itu dia mengenalkan bisnis terbaru keluarganya bernama Trump Ocean Club International Hotel and Tower   – sebuah menara baja dalam bentuk segitiga yang menghampar di pantai Teluk Panama. Menara itu dirancang sebagai gedung tertinggi di kawasan Amerika Latin.

Singkat cerita Ivanka Trump berkenalan dengan Alexandre Ventura Nogueira, salesman properti asal Brazil yang siap menjadi mitra bisnisnya. Ventura mengaku memiliki perusahaan properti kecil-kecilan. Dia yakin nama Trump bernilai jual meskipun harga properti yang ditawarkan tiga kali lipat lebih mahal.

Trump Ocean Club International Hotel and Tower yang diduga menjadi mesin kejahatan pencucian uang/ Foto NBCNews

Perusahaan Trump bukan pengembang yang sebenarnya di proyek itu. Trump hanya melisensikan merk dan mendapatkan keuntungan dari sana. Maka Ventura yang memiliki pelanggan properti dari kalangan sindikat kejahatan pencucian uang menerima tantangan Ivanka. Dia akan menjual lebih dari 100 unit selama satu minggu untuk menjadi mitra sales utama.

Ternyata, sejak Mei 2009 Ventura menjadi buronan. Awalnya, ungkap mantan Jaksa Penuntut Kejahatan Keuangan Panama Mauricio Ceballos, Ventura dituduh menjual satu unit properti ke lebih satu orang. Properti-properti yang dijual Ventura antara lain Trump Ocean Club. Dari penyelidikan itu diketahui Ventura juga terlibat dalam kejahatan pencucian uang.

Karena diburu, Ventura pun kabur dari Panama. Wartawan NBC menemuinya di sebuah kota di Eropa. Kepada NBC Ventura membantah dia berbuat curang. Tapi dia mengakui telah menjadi bagian dari sindikat pencucian uang atas nama sejumlah politisi Panama yang korup. Namun dia membantah itu terkait dengan penjualan Trump Ocean Club.

Ventura bukan satu-satunya agen properti Trump Ocean Club yang terkait sindikat pencucian uang. Berdasarkan penelusuran NBC dan Reuters ke Trump Ocean Club, ternyata proyek itu dipenuhi oleh para broker, pelanggan dan investor yang disebut-sebut berkaitan dengan perdagangan narkoba dan kejahatan internasional. Ceballos yang juga menyelidiki kasus itu menyebut Trump Ocean Club sebagai mesin pencucian uang.

Memang, tidak ada indikasi keterlibatan langsung Trump, baik anggota keluarga maupun perusahaannya. Namun Ventura menyebutkan, koleganya Ivanka Trump tidak pernah menanyakan siapa pembeli dan asal-usul uangnya.

Pakar hukum yang dihubungi wartawan Reuters menyayangkan, mestinya Ivanka mengajukan pertanyaan asal usul uang. Terlebih kala itu Panama dikenal sebagai negara korup. Maka siapa pun perusahaan Amerika yang berbisnis di sana harus melakukan due diligence kepada pihak-pihak lain yang terlibat dalam perusahaan mereka. Apabila diabaikan mereka beresiko memikul tanggung jawab karena menutup mata terhadap kesalahan.

Donald Trump dan Alexandra Ventura yang kini menjadi buronan internasional / foto NBCNews

Kepada NBC, Ventura mengakui sejumlah broker dan klien yang membeli dan menjual unit properti di Trump Ocean Club terhubung dengan mafia Rusia dan kelompok kejahatan terorganisir lainnya. Termasuk seorang pencuci uang yang sudah divonis pengadilan terkait pemindahan uang tunai untuk kartel narkoba.

Namun Ivanka Trump yang sekarang menjadi penasehat senior Presiden Donald Trump yang juga ayah kandungnya tidak berkomentar tentang keterlibatannya dalam proyek itu. Sebaliknya dia mendelegasikan ke pimpinan perusahaan Trump untuk menanggapinya. Dan perusahaan Trump dalam pernyataannya menyebut telah menjauhkan diri dari proyek Ventura dan Panama.

“Perusahaan Trump bukanlah pemilik, pengembang atau penjual proerti Trump Ocean Club Panama,” begitu bunyi rilis tertulis perusahaan Trump. “Karena perannya yang terbatas, perusahaan tidak bertanggung-jawab atas pembiayaan proyek dan tidak ter;ibat dalam penjualan unit atau referensi pialang real estate,” tandasnya.

Namun Ventura selaku agen penjualan mengungkap keluarga Trump, khususnya Ivanka Trump terlibat secara detail dalam pengelolaan Trump Ocean Club dan dirinya sempat berinteraksi dengannya secara intensif. Sosok Ivanka ditampilkan dalam video profil untuk Trump Ocean Club yang dibuat pada 2011 dengan tawaran kolam renang yang indah dan fasilitas spa seluas 10 ribu feet persegi.

“Buenos dias,” sapa Ivanka pada video itu. “Halo, saya Ivanka Trump. Selamat datang di Trump Ocean Club International Hotel and Tower, Panama, terhampar 70 cerita di atas Teluk Panama yang berkilau. Kami te;ah mengambil inspirasi dari keindahan yang mengelilingi kita untuk menciptakan landscape baru bagi Panama.”

Selaku pemegang saham di Trump Ocean Club, pada 2010 lalu perusahaan Trump diproyeksikan menghasilkan uang 74,2 juta dolar AS untuk proyek itu. Berdasarkan pengungkapan itu perusahaan Trump diajukan ke Kantor Etika Pemerintah. Terlebih setelahnya perusahaan Trump tetap memperoleh biaya pengelolaan dan royalty. Sebut saja dalam tiga tahun terakhir perusahaan Trump dibayar 13,9 juta dolar AS.

Global Witness selaku badan pengawas anti-korupsi nirlaba menyebut Pemerintah Panama menawarkan Donald Trump cara baru menghasilkan uang setelah perusahaannya terancam bangkrut. Bahkan perusahaan Kasino milik Trump telah mengajukan kebangkrutan pada 2004. Kelompok Global Witness ini juga yang mempublikasikan temuan penyelidikannya atas Trump Ocean Club pada Jumat (17/11) lalu.

“Tahun 2000-1n Panama dikenal sebagai sorga pencucian uang,” beber Patrick Alley selaku satu diantara pendiri Global Witness. “Kala itu perusahaan Trump bermasalah. Maka dia mengubah model bisnisnya dengan menjual lisensi merk ke perusahaan lain yang diantaranya para pengembang tidak berpengalaman. Orang-orang ini membutuhkan nama untuk menjual properti di bisnis pengembang. Trump tidak investasi apa pun tapi bisa menadapatkan keuntungan darinya.”

Ventura mengakui diantara pembeli unit kondomonium adalah para pedagang narkoba. Sebagai contoh, daia mengaku pernah menjual 10 unit di Trump Ocean Club kepada seorang pria bernama David Murcia Guzman, pendiri perusahaan pemasaran Kolombia yang besar.

Ternyata Guzman kini berada di tahanan AS menunggu ekstradisi ke Kolombia.Guzman dipidana oleh Pengadilan Federal AS atas pencucian uang untuk kartel narkoba, diantaranya melalui real estate. Mengutip sebuah laporan berita di Kolombia, Guzman juga memiliki hubungan keuangan dengan FARC, sebuah organisasi para militer yang terdaftar sebagai teroris oleh pemerintahan AS.

Selain Guzman, ada juga Louis Pargiolas yang tahun 2009 mengaku bersalah di pengadilan Federal di Miami setelah dibekuk aparat sedang mengimpor kokain. Tercatat pula Ventura pernah menjual unit di Trump Ocean Club kepada Mafia Rusia, Stanislav Kavalenka. Mafia Rusia itu pernah diadili di Kanada dalam kasus peradagangan orang untuk prostitusi.

Investor lain di perusahaan itu adalah Arkady Vodovozov. Kasus kejahatan sosok ini, tulis Reuters, adalah penculikan di Israel. Perwakilan ketiga dari perusahaan pialang, ungkap Ventura, tercatat nama Igor Anapolskiy. Mengutip keterangan Pengadilan di Ukraina, sosok ini pernah diadili terkait pemalsuan dokumen perjalanan.

Saat didatangi NBC, Trump Ocean Club terlihat kosong. Hampir tidak ada orang di restoran pada malam hari. Karena memang, tidak banyak yang memang benar-benar berniat menghuni tempat itu.

Miguel Antonio Bernal, seorang pengamat anti-korupsi Universitas Panama menyebut, banyak bangunan di Panama City yang dibangun semata-mata sebagai sarana pencucian uang.[]

1 KOMENTAR

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here