Peta Politik Sementara Pilkada Kota Malang 2018

0
249
Kumpulan Bendara Partai Politik (Sumber: Politik Today)

Nusantara.news, Kota Malang – Hanya tinggal 23 hari lagi kita memasuki tahun 2018. Di awal Januari peserta Pilkada Serentak 2018 mesti mendaftarkan ke KPU setempat, termasuk Kota Malang yang juga dijadwalkan mengikuti Pemilihan Walikota pada Pilkada serentak itu.

Kendati sejumlah tokoh sudah mendeklarasikan pencalonannya, namun hanya baru sedikit partai politik yang sudah mantap menimang jagoannya. Kebanyakan partai politik masih dalam proses pinang meminang. Padahal tanggal 9-10 Januari pendaftaran pasangan calon Walikota-Wakil Walikota sudah ditunggu oleh KPU Kota Malang.

Sejauh ini, peta politik jelang Pilkada Kota Malang masih belum jelas, buram dan samar-samar. Belum ada terlihat dengan tegas siapa dengan siapa akan mendukung dan bergabung dengan siapa. Hanya ada beberapa yang terlihat sudah membentuk koalisi namun juga belum berjalan masif dan ‘kurang greget’ dalam bahasa jawa.

Jika menghitung tenggat waktu pendaftaran pasangan calon melalui jalur partai politik, praktis tinggal sekitar satu bulan, dan dalam hitungan hari sudah memasuki tahun 2018 artinya setiap partai politik harus meyiapkan segala kebutuhan yang akan digunakan dalam kontestasi politik nantinya dalam Pilkada Kota Malang 2018 mendatang.

Berikut beberapa perkembangan eksalasi gerakan partai politik menyongsong persiapan Pilkada Kota Malang 2018 mendatang;

Golkar Bergerilya Senyap

Salah satu partai yang cukup besar dan tenar yakni Partai Golkar tampaknya masih anteng dan belum nampak ke khalayak akan sikap dan gerakannya. Berdasar informasi yang didapatkan kerja-kerja politik Golkar kali ini bergerilya langsung turun ke cabang dan ranting masyarakat.

Beberapa kali didapati menggelar beberapa pertemuan di beberapa kelurahan dan kecamatan di Kota Malang. Melalui diskusi kecil dan forum-forum warga, pihak Partai Golkar memberikan dan menekankan beberapa nilai dalam berbangsa dan bermasyarakat.

Seperti contohnya, sikap toleransi, tolong menolong, gotong royong, penguatan peberdayaan masyarakat, dan penguatan kembali makna pancasila sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara disampaikan kepada masyarakat.

Langkah ini seakan senyap-senyap bergerilya dalam membangun jaringan penguatan massa dan akar rumput. Seperti hal yang dilakukan Pangeran Diponegoro atau Jendral Soedirman sewaktu menghadapi penjajah dengan bergerilya senyap dan memenangkan pertarungan.

Partai dengan jumlah 5 suara di DPRD Kota Malang ini diketahui sudah membentuk tim pilkada yang tugasnya untuk menjaring komunikasi dan analisa akan kondisi politik yang berkembang. Sosok Ketua DPD Golkar Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko, yang digadang akan bertarung dalam helatan pilkada pada tahun mendatang.

PDIP diantara ‘Bangjo’ dan Berdikari

Efek domino perkembangan peta politik jatim bisa saja berpengaruh ke Pilkada Kota Malang 2018 mendatang, semisal PDIP yang berkoalisi dengan PKB. Akankah kolaisi tersebut dapat terulang di Pilwali Kota Malang nanti?

Beberapa statemen dan kabar kedekatan Petahana dengan salah stau pengurus DPP PDIP menjadi spekulasi akan terbentuknya koalisi Bangjo di Kota Malang. Komunikasi Anton dengan DPP PDIP melalui Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto dan pengurus lain dalam membuat skema politik di Jatim memperkuat sinyalemen adanya koalisi tersebut dil Kota Malang.

Namun, baru-baru ini PDIP menegaskan bahwa partainya tidak akan memaksakan ‘Koalisi Bangjo’ untuk Pilwali 2018 Kota Malang. Hal ini disampaikan Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur, Sri Untari.

Pihaknya menilai, PDIP tidak akan memaksakan koalisi tersebut, meskipun di tataran provinsi berkoalisi. Jika memang tidak menemui win win solution, bisa dipastikan akan maju secara Berdikari (Berdiri di atas Kaki Sendiri), sesuai semangat Bung Karno.

Apalagi, kultur politik PDIP di Kota Malang sangat kental, dan menjadi salah satu pemenang suara terbanyak di Pileg Kota Malang tahun sebelumnya, dengan mengantongi 11 kursi legislatif, sehingga mampu maju mengusung pasangan sendiri tanpa harus koalisi.

“Bangjo oke, yang lain juga oke. Apabila bangjonya masih belum menemui titik temu ya no problem. PDIP bisa berdiri sendiri,” tandas Untari.

Statemen tersebut menjadi spekulasi bahwa PDIP mampu untuk berdikari dan tidak terlalu tergantung pada koalisi Bangjo tersebut. Namun kepastiannya nanti akan berlanjut pada keputusan final akhir desember 2017 nanti PDIP akan menentukan sikap politiknya.

PKB Butuh Koalisi, Lirik Demokrat

PKB yang hanya memiliki enam kursi, belum mencukupi untuk mengusung pasangan sendiri. Otomotis PKB harus berkoalisi dan mencari pijakan lain untuk ikut berkontestasi dalam Pilkada Kota Malang 2018 nanti.

Melihat gerak-gerik PDIP Kota Malang yang belum terlalu serius akan koalisi ‘Bangjo’, PKB pun mencari langkah lain melihat koalisi peluang masih banyak. Pihaknya melirik Demokrat.

Beberapa waktu lalu ditemui menghadiri pelantikan pengurus DPC Partai Demokrat Kota Malang. Kehadiran tersebut seakan memberikan sinyal jalinan hubungan antara PKB dan Partai Demokrat.

Dalam sambutannya ia juga menghimbau beberapa ajakan untuk dapat berpatispasi dalam membangun Kota Malang bersama, di lain kesempatan pun juga nampak hangat M Anton, Walikota Malang Petahana memberikan selamat kepada Ketua dan pengurus baru DPC Partai Demokrat Kota Malang, Ghufron Marzuki yang terpilih untuk kedua kalinya.

Partai Demokrat pada Pilkada 2013 lalu meramaikan helatan pilkada dengan mengajukan salah satu kader terbaiknya Agus Dono sebagai calon walikota. Demokrat menggalang koalisi dengan PKS dan Hanura kala itu.

Menjelang pilkada 2018 partai ini cukup landai pergerakannya, hanya satu sosok yakni Ghufron Marzuki dari kader partai yang sudah resmi mendaftar ke DPC PKB Kota Malang sebagai bacalon wakil wali kota. Partai Demokrat Kota Malang bahkan sudah membuka penjaringan kandidat bakal calon untuk pilkada Kota Malang.

Mesranya Gerindra, Perindo dan PPP

Partai Gerindra nampak masih senyap jelang Pilkada Kota Malang. Meski sudah membuka pendaftaran calon, namun upaya partai besuran Prabowo Subianto dalam menjaring komunikasi masih belum tampak greget jika dibandingkan dengan PDIP, PKB dan Poros Harapan Pembangunan.

Bahkan, Ketua DPC Gerindra Moreno Soeprapto yang santer dikabarkan akan maju dalam pilkada, masih belum menentukan sikapnya. Meski partai ini sudah membuka pendaftaran, namun hingga kini belum ada gebrakan dari partai pemenang Pilkada 2013 ini.

Namun, pada momentum Peringatan Hari Pahlawan, 10 November kemarin di Taman Makam Pahlawan (TMP) Suropati, Kota Malang. Sangat menarik dimana ketiga pimpinan partai di Kota Malang terlihat kompak melakukan tabur bunga.

Mereka yakni Ketua DPC PPP, Heri Pudji Utami, Ketua DPC Partai Gerindra, Moreno Soeprapto, dan Ketua DPD Partai Perindo, Laily Fitria Liza Min Nelly.

Ketua DPD Perindo Kota Malang Laily Fitria Liza Min Nelly memberikan sinyal dukungannya meskipun saat ini partainya masih tergolong baru dan belum memiliki kursi di DPRD sebagai syarat untuk berkoalisi dan mengusung pasangan calon.

“Saya sempat ngobrol dengan Bunda (Heri Pudji Utami), ternyata Moreno ini selain muda juga pintar, cocok untuk jadi pemimpin. Salah satunya pemimpin Gerindra saat ini, kalau kedepannya monggo terserah (masyarakat),” ujar Mbak Nelly.

Sementara itu, Moreno Soeprapto juga memuji kiprah Bunda Heri maupun Mbak Nelly sebagai tokoh politik di Kota Malang. Apalagi menurutnya, partai politik tentunya mempunyai tujuan yang sama untuk kemajuan Kota Malang ke depan.

“Bunda Heri sosok Politisi Senior di PPP dan Mbak Nelly yang memiliki semangat aktivisme perempuan dalam dirinya yang kini berada di Perindo,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Nasdem Geng Wahyudi akankah Menggebrak?

Penasehat DPW Partai Nasdem Jawa Timur, Geng Wahyudi santer dikabarkan akan maju dalam kontestasi politik Pilkada Kota Malang 2018 mendatang. Namanya santer, ketika beberapa kalangan mendatangi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang untuk menanyakan sejumlah persyaratan maju melalui jalur non partai politik.

Namun, Geng Wahyudi membantah jika dirinya akan maju melalui jalur tersebut. Akan tetapi ia membuka ruang sebagai kontestan di pilkada Kota Malang jika partai mengusungnya untuk maju. “Jika saya diminta oleh partai untuk maju ya saya bersedia, pantang tolak tugas,” tandasnya.

Sosok Geng Wahyudi yang cukup dikenal di wilayang Malang Raya pun menjadi salah satu sinyal kuat dirinya akan maj menggebrak helatan Pilakada Kota Malang 2018 mendatang, melalui Partainya yakni Nasdem.

Poros Baru Nanda Gudban Harapan Pembangunan Sejahtera (Hanura-PAN-PPP)

Poros baru muncul dari koalisi antara Partai Hanura-PAN-PPP Kota Malang sepakat berkoalisi dalam menatap Pilkada 2018 mendatang. Ketiga partai ini mengusung sosok Ya’qud Ananda Gudban sebagai bakal calon yang diusung untuk maju di ajang pesta demokrasi warga Kota Malang.

Ketiga partai itu mengoleksi 10 kursi di DPRD dan sudah mencukupi untuk memenuhi syarat melaju ke KPUD Kota Malang untuk mengusung pasangan calon.

Nanda Gudban, yang merupakan sosok aktivis perempuan pada masa mudanya hingga kini masih memiliki semangat tersebut. Tak jarang, kita dapat temui dirinya di agenda terkait keperempuanan.  Dirinya yang juga merupakan salah satu Anggota DPRD Kota Malang Komisi B tersebut, baru saja mendapat gelar Doktor dari Universitas Brawijaya ini .

Sejauh ini, Nanda memandang, kondisi politik masih mencair, maka segala kemungkinan masih bisa saja terjadi termasuk berkoalisi dengan Anton ataupun melebarkan sayap koalisi dengan partai lainnya. Ia pun juga masih menggodok kembali dan melebarkan sayap koalisi dukungan untuk berkontestasi di Pilkada Kota Malang 2018 mendatang. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here