Peta Potensi Politik Partai dalam Pilkada Kota Malang 2018

0
123
Ilustrasi Partai Politik (Sumber: SuaraMU)

Nusantara.news, Kota Malang – Tidak lama lagi, pada tahun 2018 Kota Malang akan mengadakan hajatan pesta demokrasi rakyat yakni pemilihan kepala daerah yakni memilih walikota dan wakil walikota untuk periode 2018-2023 mendatang. Peta politik yang sangat dinamis dan berubah-ubah perlu diamati dengan cermat dan jeli.

Dari jauh-jauh hari hingga kini, beberapa partai mulai mengambil ancang-ancang persiapan untuk kontestasi politik tersebut. Beberapa partai seperti PDIP sudah mulai membuka pendaftaran kepada khalayak umum untuk menjadi bakal calon walikota dan wakil walikota Malang.

Beberapa politisi nasional menyempatkan untuk turun gunung untuk gunung ke Kota Malang, dapat dilihat beberapa waktu lalu, lebih tepatnya pertegahan juli Hary Tanoesodibyo (HT) datang berkunjung ke Pemerintah Kota Malang, dengan dalih sillaturahmu diikuti dengan beberapa kader dan pengurus DPD Partai Perindo Kota Malang.

Agenda dan gelaran besar diselenggarakan guna memperkenalkan sekaligus menokohkan figur politik ke publik, dan banyak lagi upaya dan langkah partai politik dalam mempersiapkan Pilkada Kota Malang 2018 mendatang.

Meskipun tidak menduduki posisi eksekutif, namun Partai PDI-P menjadi pemenang terbesar dalam Pilkada Kota Malang tahun sebelumnya yang mana hasilnya kini menyabet 11 kursi di DPRD Kota Malang, yang kemudian disusul dengan PKB 6 kursi, Partai Golkar 5 kursi, Partai Demokrat 5 kursi, PAN 4 kursi, Partai Gerindra 4 kursi, PPP 3 kursi, Partai Hanura 3 kursi, PKS 3 kursi, NasDem 1 kursi.

Petahana, PKB dan Partai Demokrat

M Anton, Walikota Malang petahana, yang juga Ketua DPD PKB Kota Malang akan digadang-gadang maju sebagai calon incumbent melihat beberapa rentetan prestasi dan capaian yang telah dilakukan selama 5 tahun sebelumnya sungguh sayang apabila tidak dilanjutkan. Sebagai petahana pastinya memiliki informasi dan data yang lebih daripada calon-calon baru. Selain itu kondisi kekurangan dan kelebihan pun juga lebih diketahui oleh sang petahana.

Peluang tersebut yang kemudian digunakan PKB untuk menjaring koalisi untuk menghimpun kekuatan dan basis dukungan. Beberapa partai pun juga sempat melirik tawaran koalisi dan kerjasama dengan petahana karena memiliki nilai lebih. Salah satunya yakni Partai Demokrat.

Beberapa waktu lalu, Partai Demokrat melakukan sillaturahmi PKB di posko Baiduri Sepah merupakan penjajagan yang tepat dan memiliki peluang besar untuk dipermanenkan dalam koalisi strategis menghadapi Pilkada Kota Malang 2018 nanti.

M Anton secara psikologis sudah memiliki kedekatan lama dengan Ghufron Marzuki yang merupakan satu-satunya kandidat dari internal Partai Demokrat. Apabila mereka maju dalam Pilkada Kota Malang 2018 nanti akan diprediksi dapat mendulang suara mayoritas warga Nahdliyin, karena berlatar belakang kedekatan dengan beberapa ulama, pesantren, PKB, dan beberapa pengusaha.

Peluang Besar bagi PDI-P

PDI-P sebagai partai pemenang terbesar di Kota Malang ditandai dengan meraih kursi di DPRD Kota Malang. PDI-P Kota Malang memang memiliki basis masa yang cukup kuat. Kali ini banyak tokoh-tokoh yang bermunculan dari calon PDI-P.

Beberapa tokoh dari PDI-P yang diprediksikan akan berkontestasi dalam Pilkada Kota Malang 2018 mendatang adalah Arief Wicaksono politisi PDI-P yang kini menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Malang, Sutiaji Wakil Walikota Malang yang berencana untuk maju melalui PDI-P, Sri Untari anggota DPRD Jatim yang juga mantan anggota DPR RI Dapil Malang Raya. Beberapa sosok tersebut patut diperhitungkan.

PDI-P merupakan salah satu partai dengan sistem kerja politik yang berakar kuat hingga ke anak ranting (setingkat RW/kampung) se-Indonesia. Hasilnya, pada Pilkada sebelumnya berhasil menyabet 11 kursi di DPRD Kota Malang, namun calon Walikotanya belum berhasil menampuk kemenangan.

Belum berhasilnya PDI-P pada perebutan kursi Walikota Malang pada periode lalu sebenarnya bukan disebabkan oleh serangan dari luar. Namun lebih kepada adanya banyak perpecahan di dalam blok nasionalis Kota Malang hingga memunculkan dua kandidat Walikota yang sama-sama didukung oleh kaum nasionalis.

Kala itu PDI-P memunculkan calon yakni, Sri Rahayu & Priyatmoko Oetomo tanpa koalisi dan sangat kuat dengan kalkulasi massa yang tepat. Namun di lain sisi, Heri Pudji Utami dari PPP juga maju mencalonkan diri sebagai calon Walikota Malang, Heri Pudji Utami memiliki basis dan jaringan di blok Nasionalis Kota Malang, melihat beliau merupakan istri dari Peni Suparto yang merupakan politisi senior di PDI-P dan mantan Walikota Malang 2 periode sebelumnya.

Legenda PDI-P yang banyak dibilang turunan dari PNI, jiwa partai petarung perlu disolidkan kembali sebagai bagian dari prinsip juang, dan merapatkan barisan koordinasi, mengurangi adanya perpecahan dalam tubuh massa dukungan panji nasionalis. Mengingat, Kota Malang yang secara sosio kultural merupakan kandang banteng di wilayah tanah arek.

Angin Besar Partai Hanura

Potensi berikutnya adalah koalisi yang sedang digalang oleh Partai Hanura. Meskipun tergolong salah satu partai muda namun kader-kadernya cukup diperhitungkan salah satunya tokoh sentral Ya’qud Ananda Gudban, Ketua DPC Partai Hanura Kota Malang, yang juga salah satu anggota DPRD Kota Malang. Sosok tokoh perempuan asal Malang ini memiliki koneksi dan jaringan yang cukup luas baik di jalur akademisi, pengusaha dan legislator lintas partai ini.

Ya’qud Ananda Gudban, wanita muda yang kerap disapa Nanda memiliki jaringan organisasi dan beberapa komunitas di Kota Malang yang perlu diperhitungkan. Pasalnya, dengan parasnya yang cantik dan kerap turun, ramah ke masyarakat menjadi simpul kekuatan massa dukungan.

Nanda merupakan anak emas dari Oesman Sapta Odang, Ketua Umum DPP Partai Hanura yang juga menjabat Wakil Ketua MPR RI merupakan tokoh politik nasional yang patut diperhitungkan karena pengaruhnya besar dalam laga di banyak lini dan medan tempur. Hanura memerlukan koalisi dengan partai-partai lain jika serius akan mengusung sang ketua partai berlaga dalam Pilkada Kota Malang 2018.

Golkar Memupuk Kekuatan

Partai Golkar sebagai partai yang paling berpengalaman di dunia politik, dengan struktur akar dan jaringan yang kuat semasa kejayaannya di Orde Baru hingga hari ini masih menyisakan kekuatan untuk mampu bertahan dengan kelompok-kelompok baru.

Diraihnya 5 kursi di DPRD Kota Malang, menunjukan bahwa partai ini masih memiliki taring untuk diperhitungkan dalam peran dan pembentukan poros kekuatan massa. Pilkada sebelumnya Golkar belum berhasil menyabet kursi Walikota, namun kekuatannya cukup diperhitungkan.

Golkar pada Pilkada sebelumnya mampu menggalang massa yang terbilang cukup massif dengan koalisi 16 partai. PAN, PPP dan Partai Republikan lainnya masuk dalam koalisi besar tersebut. tak tanggung-tanggung pasangan calonnya meraih urutan ke-3 banyaknya massa pendukung.

Golkar merupakan partai yang dapat dengan cepat dapat menempatan dirinya dengan sebaik mungkin dalam area kuasanya. Golkar sangat berpengalaman dalam bidang jaringan, dan manuver yang matang dalam organisasi.

Artinya, partai ini dapat menggandeng kandidat mana saja dalam menit-menit terakhir. Dua kader jagoan Partai Golkar yang kerap disebut publik adalah Sofyan Edi Jarwoko sang Ketua Partai dan Bambang Sumarto, Ketua Gapensi sekaligus Ketua Komisi C DPRD Kota Malang.

Gerindra Turun Sirkuit Politik dengan Tokoh Barunya

Berikutnya adalah potensi kekuatan dari Partai Gerindra, yang bermuara pada Moreno Suprapto, Mantan Pembalap Nasional yang juga anggota DPR RI dari dapil Malang raya yang banyak digadang publik untuk turun gunung ke Malang di kampung halaman keluarga besarnya.

Putra tokoh publik Tinton Soeprapto ini dikenal lihai dalam komunikasi publik, termasuk dengan deretan artis, atlit dan pengusaha nasional sehingga hal tersebut dapat dipakai untuk modal politik turun dalam sirkuit politik Pilkada Kota Malang 2018.

Sebelumnya Tinton Seprapto (Ayah Moreno) bertemu dengan Hary Tanoesoedibyo beberapa waktu yang lalu. Hal tersebut akan banyak mempengaruhi kepastian turun tidaknya sang pembalap dalam sirkuit politik.

Apabila dibantu dengan dukungan politik dari Partai Perindo pimpinan Laily Fitriyah Liza Min Nelly, yang merupakan tangan kanan Hary Tanoe Soedibyo di Jawa Timur dan dikenal sangat gesit, populis, komunikatif, dan aktif di dunia NGO. Pasangan tersebut patut menjadi poros yang diperhitungkan ke depannya. Koalisi Prabowo-Hary Tanoe dalam Pikada DKI kemari nampaknya juga akan mempengaruhi pada koalisi-koalisi strategis di banyak Pilkada termasuk di Kota Malang.

Potensi Partai Lain dalam Pilkada Kota Malang 2018

Partai-partai lainnya pun juga turut di analisis, karena siapa tahu beberapa partai yang tidak terlalu besar ini apabila bersatu bisa mengalahkan dari partai-partai yang besar dan kuasa. Salah satunya yakni PPP yang dipimpin oleh Heri Pudji Utami, istri mantan Walikota Peni Suparto merupakan kelompok politik yang perlu diperhitungkan karena memiliki basis loyalis yang militan. Jaringan suaminya sangat kuat dalam lini massa grassroad.

Sementara itu, dari kalangan PAN terdengar nama Harun Prasojo, tokoh muda multi talenta yang sedang  menggalang kekuatan jaringan olahraga dan jejaring pengusaha lokal, selain dukungan penuh dari kalangan Islam modernis perkotaan tentunya.

Dari PKS masih belum terdengar nama kandidat yang akan dimunculkan. Sangat dapat dimaklumi karena PKS adalah partai kader yang selalu taat akan komando dari pusat. Koalisi PKS ditentukan penuh oleh induk partai yang biasanya akan diikuti secara kompak oleh basis konstituennya. Namun beberapa waktu lalu terlihat PKS menjalin hubungan baik dengan sang Petahana, yang sempat ditemui media di Baiduri Sepah, Kota Malang dalam rangka sillaturahmi PKS ke PKB.

Beberapa gambaran di atas merupakan peta potensi partai politik yang nantinya akan mewarnai kontestasi Pilkada Kota Malang 2018. Untuk selanjutnya bisa diamati dengan seksama, pergeseran dan maneuver keberpihakan akan terlihat dalam rentang waktu mendekati momentum Pilkada. Karena politik yang memiliki aliran dinamis setiap waktu, jam, menit detik dapat mengubah haluan dan keputusan yang dianggap strategis untuk kelompoknya.

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here