Petani Cabai Gunung di Situbondo Minta Stabilitas Harga

0
135

Nusantara.news, Situbondo –  Tidak selamanya kenaikan harga cabai yang melambung tinggi mendapatkan respon positif dari petani. Justru petani merasa was-was dengan adanya kenaikan cabai tanpa ada tanda-tanda turun. Situasi tersebut dirasakan Irham Mauli Bohtibeh, seorang petani cabai di Desa Campoan, Kecamatan Mlandingan, Situbondo.

Irham, yang juga guru Bahasa Indonesia di salah satu SMA Situbondo, mengungkapkan, yang diharapkan oleh petani saat ini adalah stabilitas harga, bukan kenaikan drastis yang sekarang ini terjadi. Menurutnya petani malah sering dirugikan dengan fluktuasi harga, karena seringkali bisa melambung tinggi dan dalam sekejap harga jatuh.

“Kami mengharapkan adanya pengaturan harga yang jelas. Sebetulnya ini semua karena yang mengendalikan harga adalah tengkulak. Kenaikan harga yang terjadi bukan semata-mata karena ketersediaan jumlah komoditas cabai, ungkap Irham, Selasa (14/3/2017).

Ketika ditanya mengenai penyebab lain kenaikan harga cabai, Irham mengungkapkan faktor rantai tengkulak yang terlalu panjang tidak bisa dipungkiri menjadi salah satu penyebabnya. Bahkan, distribusi cabai dari petani ke pasaran harus melewati  tiga sampai empat lapis tengkulak.

“Kalau saya lihat di wilayah kami, rantai distribusi terlalu panjang, bahkan jalur distribusi barang dari kami sebagai petani sampai barang dikirim ke luar daerah, ada istilahnya operan barang sampai empat kali,” ujar Irham.

Di tengah kenaikan harga cabai, Irham juga sempat merasakan kesulitan dalam hal distribusi cabainya. Ladang cabai Irham yang notabene berada di gunung membuat hasil panenya menjadi barang sekunder, karena tengkulak memprioritaskan cabai dari petani yang menanam cabai di sawah dengan ketinggian rendah. Menurutnya, tengkulak memiliki persepsi bahwa cabainya yang dipanen dari gunung memiliki suhu yang dingin sehingga daya tahannya tidak lama ketika di jual.

Ketika disinggung mengenai maraknya peredaran cabai impor di pasaran, Irham mengungkapkan jika hal tersebut bukan solusi yang tepat ditengah melambungnya harga. Dirinya mengharapkan jika pemerintah memunculkan solusi lain, untuk menyelesaikan masalah produksi cabai nasional.

“Cabai impor bukan solusi yang baik untuk menurunkan harga cabai. Solusi yang harus ditempuh pemerintah adalah melakukan pembinaan, tidak hanya petani tetapi juga kepada para pedagang dan tengkulak. Ada pembinaan yang jelas tentang cara mematok harga yang jelas agar petani tidak dirugikan,” tegasnya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here