Petani Jagung Dihantui Penyakit Bulai, Syngenta Berikan Solusi

0
575

Nusantara.news, Jombang – Beberapa tahun terakhir ini petani jagung selalu dihantui penyakit bulai (perenosclerospora maydis) atau oleh petani disebut sebagai putihan.

Tanaman jagung yang terkena penyakit ini akan berwana keputih-putihan. Selama ini, pemberian obat apapun tidak mampu menghilangkan penyakit ini. Dalam penanaman periode November lalu, penyakit ini juga ditemukan di daerah Lamongan, Jombang dan Bojonegoro, pada lahan milik Lembaga Masyarakat Daerah Hutan (LMDH), yang merupakan wilayah hutan milik perhutani yang disewakan ke petani sekitar hutan untuk dikelola.

Suyitno salah seorang petani anggota LMDH di daerah Kabuh, Jombang mengaku bahwa lahannya tahun lalu pernah terkena penyakit bulai. “Kita gak bisa tidur kalau jagung sudah terkena putihan (Penyakit bulai), soalnya pasti tanaman tersebut tidak akan menghasilkan jagung” ujarnya kepada Nusantara.News, jumat(10/03/2017).

Dalam satu serangan, dari sepetak sawah minimal 25% bisa terkena. “Kalau tidak ada putihan, sepetak bisa (satu hektare, red.) mampu menghasilkan 6 ton-an. Kalau terkena ringan bisa turun tinggal 4,5 ton dan kalau berat bisa sampai 3,6 ton produksinya,” jelasnya.

Rupanya persoalan ini “terbaca” oleh Syngenta Indonesia, salah satu produsen bibit jagung yang menjadi bagian Syngenta, sebuah perusahaan dari  Swiss. Perusahaan yang menduduki urutan nomor tiga dunia di bawah Monsanto dan DuPont Pioner ini tercatat sudah malang- melintang di Indonesia sejak tahun 2000-an.

Kamis (09/03/2017) bertempat di Syngenta Seed Station, di Papar, Kabupaten Kediri. mereka melundurkan produk terbaru, yakni NP Perkasa yang diklaim tahan terhadap penyakit bulai. Acara peluncuran tersebut menghadirkan 500 orang perwakilan petani dari wilayah Jawa Timur.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Country Head Syngenta Indonesia, Parveen Kathuria. Selain itu acara ini juga dihadiri Kepala Seksi Penyuluhan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Kediri Muntari dan Direktur Pupuk dan Pestisida Kementerian Pertanian RI, Bapak Prof. Dr. Ir. Dadang M.Sc.

“NKPerkasa merupakan varietas benih yang tahan bulai dan juga menghasilkan produksi yang tinggi,” kata ujar Parveen Kathuria.

Dijelaskannya, penyakit bulai (perenosclerospora maydis) merupakan penyakit yang sangat dikhawatirkan oleh para petani jagung. Karena serangan itu dapat mengurangi hasil produksi secara signifikan. Di daerah Jawa sendiri, kehilangan hasil produksi jagung akibat penyakit bulai bisa mencapai angka 25-40 persen.

Setiap tahunnya, daerah yang mengalami serangan penyakit bulai semakin meningkat, terutama di daerah tanaman jagung di lahan sawah pada bulan April hingga Juni. Varietas benih jagung tahan bulai yang beredar di pasaran saat ini tingkat produktivitasnya rendah.

NKPerkasa merupakan varietas benih jagung baru dari Syngenta yang memiliki ketahanan terhadap penyakit bulai dengan tingkat produktivitas tinggi serta dapat memberikan pertumbuhan tanaman jagung yang baik, terutama bagi para petani yang menanam jagung setelah musim padi.

NKPerkasa memiliki pertumbuhan awal yang seragam, sehingga pertumbuhan buah jagung dapat serentak. Varietas ini juga memiliki baris biji yang padat, yaitu 16 atau 18 baris sehingga memberikan rendemen dan hasil produksi yang tinggi. Di sampiing itu, NKPerkasa mempunyai potensi produksi tertinggi hingga 13,3 ton/ha, dengan rata-rata hasil 9,7 ton/ha.

Parveen Kathuria menambahkan, Syngenta merasa bangga karena dapat meluncurkan inovasi teknologi terbaru benih jagung NK Perkasa. Varietas ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi para petani jagung untuk menanggulangi penyakit bulai sekaligus memberikan hasil panen yang optimal.

Distribusi NK Perkasa pada tahap awal akan difokuskan di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Namun, ke depan NKPerkasa juga akan didistribusikan ke sebagian wilayah Sumatera. Parveen Kathuria juga berharap peluncuran ini dapat menjadi bentuk kontribusi Syngenta Indonesia terhadap tujuan pemerintah Indonesia dalam mencapai swasembada jagung dan ketahanan pangan.

Lebih lanjut, dengan diluncurkannya varietas NKPerkasa petani diharapkan dapat meningkatkan hasil produksi jagung yang pada akhirnya juga memberikan peningkatan terhadap kesejahteraannya.

Ini sekaligus menjadi tanda bahwa pembibitan pangan kita, termasuk jagung telah dikuasakan kepada asing. Di satu sisi mereka menawarkan solusi atas masalah pangan, namun di sisi mereka potensial menciptakan ketergantungan. Ini terjadi karena kurangnya perhatian pemerintah terhadap riset dan pengembangan. Atau jangan-jangan kita memeng tidak memiliki kemampuan untuk mengembangkan pembibitan secara mandiri. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here