Petani Jember Berharap Tambang Emas Gunung Manggar Ditutup

1
403

Nusantara.news, Jember – Masih maraknya penambangan liar di Gunung Manggar, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, membuat sejumlah petani. Mereka meminta Pemkab Jember untuk segera menutup segala aktifitas tambang di sekitar wilayah itu.

Edi Suryanto, Ketua Kelompok Tani Margi Rahayu, Desa Dukuh Dempok, Kecamatan Wuluhan,menyarankan afar Bupati Faida dan Wakil Bupati Abdul Muqit Arif lebih memperhatikan sektor pertanian dan perkebunan. “Kita tidak usah memikirkan tambang. Kita memikirkan pertanian, perkebunan, perikanan saja,” Ungkap Edi.

Para petani merasa penambangan berdampak terhadap pendangkalan sungai dan berimbas pada kondisi irigasi air petani yang berkurang.  “Yang rugi petani lagi. Makanan untuk orang Jember ini dari petani. Tapi mana sumbangsihnya,” tegas Edi.

Edi menyatakan, jika pemerintah Jember mulai fokus pada sektor pertanian yang menjadi tumpuan hidup masyarakat banyak. Selain itu, pihaknya juga melihat bahwa sektor utama di Jember tersebut sudah tidak lagi menjadi prioritas.

Ia mengaku pernah diundang dalam sebuah acara oleh Kementrian Perdagangan. Namun, undangan itu membuatnya kecewa, karena diperoleh informasi bahwa Jember tak memiliki lahan cabai.

“Ini laporan dari mana? Saya tidak mau menyalahkan siapa-siapa. Tapi Jember ini produksi tertinggi tanaman cabai se-Indonesia. Sebelum hujan selama setahun, produksi sampai 600 ton sehari,” tegas Edi. []

1 KOMENTAR

  1. penambang hrs bebas menambang dumana saja.knp hanya petani yg mendapat penyuluhan n perhatian..jika ingin lingkungan tdk rusak seharusnya pemda setempat memberi perhatian kepada rakyat penambang tdk boleh d anak tirikan krn mempunyai hak yg sama dgn petani dll…betapa banyak dana yg masuk utk petani?utk penambang?nol besar….

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here