Pidato Trump di Parlemen Dicoret Dari Daftar Acara Kunjungannya ke Inggris

0
74

Nusantara.news, Jakarta – Kabar terbaru dari Inggris menyebutkan, pemerintah tengah mempertimbangkan pembatalan rencana Presiden Trump untuk menyampaikan pidato di parlemen Inggris saat ia berkunjung secara resmi ke negeri itu.

Keputusan pemerintah ini diambil setelah pimpinan parlemen Inggris John Bercow menyatakan keberatannya atas agenda Trump yang akan menyampaikan kata sambutan di hadapan para wakil rakyat Inggris tersebut.

Rencana kunjungan Trump ke Inggris di akhir musim panas atau awal musim gugur  di tahun ini dikhawatirkan akan menimbulkan kontroversi di publik. Kini pejabat tingkat tinggi di pemerintahan Inggris mencoba merancang ulang jadwal dan susunan acara kunjungan Trump “dengan pilihan waktu yang ideal” agar tidak bersamaan dengan masa persidangan di Parlemen.

Para pejabat Inggris sangat mencemaskan kemungkinan munculnya berbagai komentar anggota parlemen yang bernada cercaan terhadap Trump saat ia menyampaikan sambutannya. Terkait dengan ini seorang pejabat tinggi Inggris menyatakan, “Dapat berakibat negatif terhadap hubungan kedua negara.”

Menurut sumber di kantor PM Inggris, opsi waktu kunjungan Trump akan dirancang pada akhir Agustus atau pada September. Soal ini tengah dibahas antara pemerintah, Istana Buckingham dan Gedung Putih. Beberapa slot masa reses parlemen sepanjang Agustus hingga September akan dipilih sebagai jadwal kunjungan Trump. Sebuah sumber menggambarkan rencana tersebut sebagai “pilihan yang lebih disukai.”

Dengan merancang kunjungan Trump bersamaan dengan masa reses hal itu berarti bahwa ia memang batal dijadwalkan untuk berbicara di parlemen. Opsi ini dipilih mengikuti pernyataan Bercow pekan ini bahwa ia tidak akan memberikan persetujuannya terkait dengan rencana pidato Trump, tidak saja di hadapan para anggota parlemen maupun di istana kerajaan—dua tempat yang secara tradisional telah digunakan untuk pidato tamu-tamu terhormat dari luar negeri.

Mengantisipasi Aksi Protes

Tidak saja soal rencana pidato Trump di dua tempat tersebut, para pejabat Inggris juga merencanakan membatasi paparan publik sang presiden selama kunjungannya. Seorang pejabat tinggi Inggris mengatakan keputusan ini dimaksudkan sebagai, “Upaya untuk mengurangi peluang bagi munculnya aksi protes yang meluas dan gangguan pada acara kenegaraan.”

Diperkirakan akan ada ratusan ribu demonstran di berbagai kota besar di Inggris yang dapat menimbulkan risiko keamanan. Hal ini menunjukkan bahwa presiden akan menghabiskan waktu yang relatif pendek selama kunjungannya. Untuk itu, otoritas Inggris akan mengerahkan aparat keamanan hingga ke tingkat yang lebih maksimal guna mencegah ekses demonstrasi terhadap presiden kontroversial itu. [] (Disarikan dari laporan The Guardian, London)

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here