Pilgub Jabar, Kekuatan TB Hasanuddin–Anton 9.5 Juta Suara

0
368

Nusantara.news, Jakarta –  Dua kali sudah Pilgub Jawa Barat (Jabar) berlangsung, dua kali cagub yang diusung PDIP jadi perhatian. Agum Gumelar cagub PDIP 2008 dan Rieke Diah Pitaloka cagub PDIP 2013 memang pula figur tenar. Tetapi dalam dua kali pilgub itu, cagub yang diusung PDIP menelan kekalahan. Kali ini PDIP mengusung TB Hasanuddin – Anton Charliyan. Pemunculannya tidak seheboh dua cagub sebelumnya. Apakah ini tanda-tanda PDIP akan memenangi Pilgub Jabar 2018? Seberapa besar kekuatan TB Hasanuddin – Anton Charliyan memenangi Pilgub Jabar?

Track Suara Jokowi-JK

PDIP adalah partai yang memiliki basis suara besar di Jabar. Terbukti, dalam hal pemilihan legislatif, peringkat PDIP selalu berada di puncak atau tertinggi. Kalau pun turun, tidak pernah jatuh ke peringkat ketiga. Peringkatnya paling jauh turun ke nomor dua tertinggi.

Pada Pemilu 2004 PDIP memperoleh 19 kursi di DPRD Jabar. PDIP berada di peringkat kedua setelah Golkar yang memperoleh 28 kursi. Pada Pemilu 2009, PDIP juga berada di peringkat kedua dengan 17 kursi. Partai Demokrat berada di peringkat satu dengan 28 kursi, sedang Golkar  melorot ke peringkat tiga dengan 16 kursi.

Pada pemilu 2014, PDIP naik ke peringkat satu dengan 20 kursi. Sementara Golkar berada di peringkat dua dengan 17 kursi, sedang Demokrat melorot ke peringkat tiga.

Perolehan suara PDIP untuk DPR RI dari Dapil Jabar juga selalu tinggi. Pada Pemilu 2004, PDIP memperoleh 17 kursi, terbanyak dibanding partai lain. Pada Pemilu 2009 PDIP meraih 16 kursi, sedang pada pemilu 2014 PDIP meraih 18 kursi.

Dari segi suara, perolehan suara PDIP untuk DPR RI berada pada kisaran 3 – 4 juta lebih. Pada Pemilu 2004 perolehan suara PDIP untuk DPR RI mencapai  3.625.476. Pada Pemilu 2009 naik menjadi  4.159.404 suara dan pada Pemilu 2014 meningkat menjadi  4.179.411 suara. Angka ini sekaligus manjadi basis suara TB Hasanuddin-Anton Charliyan pada Pilgub 2018 mendatang.

Mengacu pada Pilgub Jabar 2008 dan 2013, maka kisaran suara yang harus diperoleh untuk memenangi Pilgub Jabar berada antara 6,5 sampai 7,5 juta suara.

Pasangan Ahmad Heryawan – Dede Yusuf memenangi Pilgub Jabar 2008 dengan perolehan suara sebesar 7.287.647 suara. Sedang pasangan Ahmad Heryawan – Deddy Mizwar memenangi Pilgub Jabar 2013 dengan perolehan suara sebesar 6.515.313 suara.

Basis suara pasangan Ahmad Heryawan – Dede Yusuf yang diusung PKS dan PAN pada Pilgub 2008 (dihitung berdasarkan perolehan suara partai pengusung pada pileg 2004) adalah sebesar PKS (2.469.331 suara), PAN (1.119.012 suara), total 3.588.343 suara. Itu berarti pada Pilgub 2008, pasangan Ahmad Heryawan – Dede Yusuf memperoleh suara tambahan sebesar 3.699.304 suara.

Sementara basis suara pasangan Ahmad Heryawan – Deddy Mizwar yang diusung  PKS (1.903.561 suara), PPP (1.631.804 suara), Hanura (1.160.572), total  4.695.937 suara. Itu berarti pasangan Ahmad Heryawan – Deddy Mizwar dalam Pilgub 2013 memperoleh tambahan suara sebesar 1.819.37 6 suara.

Basis suara seluruh partai pengusung pasangan Agum Gumelar – Nu’man Abdul Hakim pada Pilgub Jabar 2008 sesungguhnya lebih tinggi ketimbang basis suara pasangan Ahmad Heryawan – Dede Yusuf.

Sesuai hasil Pileg Jabar 2004, basis suara Agum – Nu’man adalah PDIP  (3.625.476), PPP   (2.189.484), PKB   (1.062.963), PBB (616.841), PPKB (440.592) dan PDS (233.664) total mencapai 8.169.020 suara.

Namun pada Pilgub 2008 itu pasangan Agum Gumelar – Nu’man Abdul Hakim hanya memperoleh sebesar 6.217.557 suara. Ini berarti kehilangan sekitar sebesar 1,8 juta suara, sementara pasangan Ahmad Heryawan – Dede Yusuf memperoleh tambahan 3.699.304 suara.

Pada Pilgub 2013, PDIP yang mengusung pasangan Rieke Diah Pitaloka – Teten Masduki memperoleh 5.714.997 suara. Sementara basis suara PDIP sebagai pengusung tunggal, berdasarkan hasil pileg 2009 hanya 4.159.404 suara. Walau kalah, tetapi pasangan Rieke Diah Pitaloka – Teten Masduki berhasil memperoleh tambahan sebesar 1.555.593 suara.

Bagaiman dengan pasangan TB Hasanuddin – Anton Charliyan? Sesuai hasil pemilu legislatif 2014, pasangan TB Hasanuddin – Anton Charliyan sudah memiliki basis suara sebesar 4.179.411 suara, yakni perolehan suara PDIP pada Pileg 2009 dari dapil jabar.

Mengacu pada perolehan suara pemenang Pilgub Jabar 2008 dan 2013, maka untuk memenangi Pilgub Jabar 2018, pasangan TB Hasanuddin – Anton Charliyan harus memperoleh tambahan suara sekitar 3 juta suara.

Mampukah TB Hasanuddin – Anton Charliyan memperolehan tambahan sekitar 3 juta suara pada Pilgub 2018 mendatang?

Memperoleh tabahan 3 juta suara bukan perkara mudah. Angka itu setara dengan perolehan suara sekitar 10  calon anggota legislatif untuk DPR RI.

Dari segi figur, TB Hasanuddin dan juga Anton Charliyan tidak lebih populer ketimbang cagub lain semisal Ridwan Kamil, Deddy Mizwar atau Dedi Mulyadi. Sehingga elektabilitasnya juga akan lebih rendah dibanding cagub yang lebih populer itu

Namun demikian, penambahan sekitar 3 juta suara itu bukan tidak mungkin dilakukan. Dalam batas-batas tertentu, TB Hasanuddin lebih memiliki peluang memperoleh tambahan suara ketimbang misalnya Rieke Diah Pitaloka saat jadi cagub.

Pertama, karena TB Hasanuddin adalah Ketua DPD PDIP Jabar. Sebagai Ketua DPD Jabar, TB Hasanuddin  mudah berkoordinasi dengan kader-kader top PDIP Jabar, termasuk dengan bupati/walikota  atau mantan bupati/walikota di kabupaten kota Jabar yang sudah memiliki basis massa pemilih di wilayahnya masing-masing.

Bisa juga berkoordinasi dengan caleg-caleg PDIP baik di kabupaten kota di Jabar maupun caleg untuk DPR RI dari dapil Jabar.

Bupati/walikota dan mantan bupati/walikota dan para caleg itu berpotensi menjadi endorser bagi TB Hasanuddin – Anton Charliyan.

Sebagai Ketua DPD PDIP Jabar, TB Hasanuddin juga sudah barang tentu sangat menguasai mana-mana daerah yang menjadi lumbung suara PDIP di Jabar, dan juga mengenali karakter pemilih di seluruh daerah Jabar. Hal ini memudahkannya untuk melakukan pendekatan.

Sebagai Ketua DPD PDIP Jabar, TB Hasanuddin juga bisa menggerakkan mesin partai untuk melakukan pendekatan ke setiap wilayah Jabar. Sebagai Ketua DPD PDIP Jabar mudah bagi TB Hasanuddin menggerakkan mesin partai untuk melakukan berbagai hal kepada basis massa, simpatisan, bahkan juga ke kalangan golput yang jumlahnya sekitar 10 juta suara di Jabar.

Lebih dari itu, TB Hasanuddin memiliki track yang bisa diikuti untuk memperoleh suara tambahan lebih besar.  Track itu adalah track perolehan suara Jokowi-Hatta di Jabar saat Pilpres 2014.

Jokowi – JK memang kalah di Jabar dari Prabowo-Hatta. Tetapi perolehan suara Jokowi-Hatta di dapil Jabar mencapai 9.530.315 suara. Angka ini  lebih besar 2 juta suara dibanding perolehan suara Ahmad Heryawan-Dede Yusuf saat memenangi Pilgub Jabar tahun 2008.

Perolehan suara Jokowi-JK ini sekaligus menjadi potensi kekuatan TB Hasanuddin-Anton Charliyan dalam memenangi Pilgub Jabar 2018 mendatang.

Apakah  TB Hasanuddin – Anton Charliyan mampu mengoptimalisasi potensi kekuatan itu? Hasilnya akan terlihat pada 27 Juni 2018 mendatang. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here