Pilgub Jatim, Ajang Adu Gagasan Tanpa Fitnah dan SARA

0
63
"Akankah rangkaian Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang merupakan ajang kompetisi antar sesama anak bangsa ini berjalan baik? Adakah jaminan tidak akan menimbulkan perpecahan yang (biasanya) diawali dengan cara-cara tidak baik, fitnah, caci maki dan hembusan isu SARA"

Nusantara.news, Surabaya – Tahapan demi tahapan jelang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, semakin dekat. Akankah rangkaian Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang merupakan ajang kompetisi antar sesama anak bangsa ini berjalan baik? Adakah jaminan tidak akan menimbulkan perpecahan yang (biasanya) diawali dengan cara-cara tidak baik, fitnah, caci maki dan hembusan isu SARA.

Untuk terwujudnya jaminan itu, tidak hanya para calon kepala daerah yang harus menjalani kompetisi dengan cara-cara bijak dan santun. Namun, pendukung dan simpatisannya juga harus mengikuti ajakan idolanya untuk berperilaku serupa. Menjadi keharusan, kompetisi dalam Pilkada yang dilakukan adalah adu konsep, ada gagasan, serta berbagai program, selain tak dipungkiri juga ‘jual’ figur. Namun, semangat untuk menjadikan wilayah yang akan dipimpinnya menjadi lebih baik adalah sebuah keharusan untuk bisa diwujudkan.

Di Pilkada Jatim, dua pasang bakal calon dipastikan maju adalah Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno dan pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistianto Dardak. Mereka, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul serta Khofifah dipastikan tidak asing lagi di mata masyarakat Jatim. Mereka adalah kader terbaik hasil kawah Candradimuka wadah yang sama, Nahdlatul Ulama (NU). Gus Ipul-Puti Guntur diusung oleh PKB, PDI Perjuangan, Gerindra dan PKS. Sementara pasangan Khofifah-Emil diusung Partai Demokrat, Golkar, PPP, NasDem, Hanura dan PAN.

Baca juga: Dua Jenderal Turun, Jadi Jurkam di Pilgub Jatim 2018

Kelengkapan Persyaratan di KPU Jatim

Untuk diketahui, catatan di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim, untuk memenuhi sejumlah persyaratan, kedua pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim Khofifah-Emil dan Gus Ipul-Puti harus melakukan perbaikan sejumlah syarat calon. Itu diketahui dari hasil rapat pleno terbuka hasil penelitian administrasi dokumen persyaratan pencalonan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim.

Choirul Anam “Untuk daftar nama tim kampanye tingkat provinsi, kabupaten/kota dan/atau kecamatan masih butuh perbaikan”

“Untuk daftar nama tim kampanye tingkat provinsi, kabupaten/kota dan/atau kecamatan masih butuh perbaikan,” terang Komisioner KPU Jatim Choirul Anam, Kamis (18/1/2018).

Selain terkait tim kampanye pasangan Khofifah-Emil yang harus dilakukan perbaikan. Ada syarat calon yang juga masih diberikan kesempatan untuk perbaikan, yakni foto copy ijazah milik Emil.

Kemudian, untuk pasangan Gus Ipul-Puti Guntur, dalam rapat pleno terbuka itu juga disampaikan ada sejumlah syarat yang harus ada perbaikan, yakni foto copy ijazah atau STTB milik Puti Guntur.

“Foto copy ijazah dari bakal calon Wakil Gubernur Jatim Puti Guntur Soekarno, juga butuh perbaikan,” terang Gogot, yang membacakan hasil koreksi rekapitulasi persyaratan.

Divisi Teknis KPU Jatim, Muhammad Arbayanto menambahkan kedua bakal calon diberikan waktu selama tiga hari, mulai 18 hingga 20 Januari 2018 untuk memperbaiki syarat yang belum lengkap. Selama tahap perbaikan mereka diminta berkoordinasi untuk melengkapi persyaratan.

“Untuk diingat, batas waktu perbaikan syarat calon selama tiga hari. Setelah itu tidak ada lagi perbaikan dan sudah final,” tegasnya.

Kepada para pasangan bakal calon, KPU Jatim meminta segera melengkapi berkas persyaratan. Mereka masih punya waktu supaya kekurangan berkas dilengkapi paling lambat 20 Januari 2018.

“Tanggal 18 hingga 20 Februari merupakan waktu perbaikan bagi pasangan bakal calon. Itu adalah waktu pertama dan terakhir,” urai Ketua KPU Jatim, Eko Sasmito.

Ditambahkan, KPUD Jatim memberikan waktu selama tiga hari supaya masing-masing pasangan calon melalui tim pemenangannya segera melengkapi persyaratan.

Sementara, dari berkas yang sudah diterima oleh KPU Jatim, masih ada dokumen yang belum dilengkapi oleh masing-masing pasangan calon. Di antaranya adalah rekomendasi partai serta Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), kecuali yang sudah menyerahkan adalah Gus Ipul.

“Bakal calon banyak yang hanya memberikan surat pernyataan saja, padahal kita (KPUD Jatim) perlu yang resmi dari KPK,” tegasnya.

Kedua Bakal Calon Memenuhi Syarat Kesehatan

Dari hasil tes kesehatan, yang dilakukan dengan penanggung jawab Ketua Tim Pemeriksaan Kesehatan Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim, dari RSUD Dr Soetomo Surabaya, yakni Dr. Joni Wahyuhadi, dr, Sp.BS. Hasilnya, kedua pasangan bakal calon dinyatakan memenuhi syarat pemeriksaan kesehatan. Hasil yang disampaikan oleh tim pemeriksa kesehatan, selain memenuhi syarat keduanya juga dinyatakan mampu secara jasmani dan rohani, sebagai syarat maju di pemilihan kepala daerah.

“Kedua bakal pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim, dinyatakan memenuhi syarat dan mampu secara jasmani dan rohani serta bebas dari penyalahgunaan narkoba dan psikotropika,” terang Eko Sasmito.

Eko Sasmito “Tanggal 18 hingga 20 Februari merupakan waktu perbaikan bagi pasangan bakal calon. Itu adalah waktu pertama dan terakhir”

Hasil pemeriksaan kesehatan telah diterima dari tim dokter, Selasa (16/1/2018) kemarin. Hasil pemeriksaan dinyatakan valid karena dilakukan sesuai dengan ketentuan, yakni tim yang terdiri para dokter anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jatim, Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim. Hasilnya telah disampaikan kepada para bakal calon.

Baca juga: Gus Ipul Luncurkan Buku Capaian Dirinya, Taktik Jelang Pilgub?

Dalam prosesnya, keterangan penting yang disampaikan KPUD Jatim dihadiri pihak-pihak terkait selain Ketua KPUD Jatim, Eko Sasmito, juga seluruh Komisioner KPUD Jatim. Yakni, Muhammad Arbayanto dari Divisi Teknis, Gogot Cahyo Baskoro dari Divisi SDM dan Parmas, Choirul Anam dari Divisi Perencanaan dan Data, serta Dewita Hayu Shinta dari Divisi Umum, Keuangan dan Logistik. Termasuk Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Jatim, Aang Kunaifi dan lima orang staf. Kemudian, Roziqi sebagai Ketua Tim Pemenangan Khofifah-Emil, dari pasangan Gus Ipul-Puti Guntur diwakili oleh Wahyu Hakim sebagai Tim Penghubung.

Masa Kampanye, 15 Februari hingga 23 Juni 2018

Sesuai jadwal, di mulai pada 15 Februari hingga 23 Juni 2018, kedua pasang bakal calon akan memasuki tahapan kampanye. Sesuai aturan, tahapan masa kampanye dilakukan dengan pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka dan mengikuti dialog, kemudian penyebaran bahan kampanye kepada umum, serta pelaksanaan pemasangan alat peraga, dan/atau kegiatan-kegiatan lain.

“Pasangan Khofifah-Emil diusung Partai Demokrat, Golkar, PPP, NasDem, Hanura dan PAN”

Pada 15 Februari hingga 23 Juni 2018, dilakukan debat publik terbuka antara pasangan calon. Kemudian, pada rentan waktu 10-23 Juni 2018 dilakukan kampanye yang bisa digelar melalui media massa, cetak dan elektronik. Setelah itu masuk pada masa tenang dan dilaksanakan pembersihan alat-alat peraga yang sebelumnya terpasang, yakni pada 24-26 Juni 2018.

Pemungutan Suara Pilgub Jatim, 27 Juni 2018

Sementara, rekapitulasi penghitungan suara tahapannya meliputi,
penyampaian hasil penghitungan suara kepada PPK, rentan waktunya 27-29 Juni 2018. Dilanjutkan dilakukan rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat kecamatan dan penyampaian hasil rekapitulasi ke KPU/KIP kabupaten/kota 28 Juni hingga 4 Juli 2018.

Rekapitulasi, penetapan dan pengumuman hasil penghitungan suara tingkat kabupaten/kota untuk pemilihan Bupati dan Wakil Bupati atau Walikota dan Wakil Walikota. Kemudian, rekapitulasi dan pengumuman hasil penghitungan suara tingkat kabupaten/kota untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur 4-6 Juli 2018. Rekapitulasi, penetapan dan pengumuman hasil penghitungan suara tingkat Provinsi untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur dilakukan 7-9 Juli 2018.

Lewat Medsos, Khofifah Pamit Kepada Seluruh Rakyat Indonesia, Mundur dari Jabatan Mensos

“Kepada seluruh masyarakat Indonesia, dimanapun berada. Hari ini, Kamis (18/1) izinkan saya pamit sebagai Menteri Sosial RI. Selamat datang Mensos baru Bapak Idrus Marham. Tongkat estafet pelaksanaan seluruh program pengentasan kemiskinan akan beralih mulai kemarin, Rabu (17/1). Hari ini kami akan Sertijab dan Raker bersama,” kata Khofifah.

Sementara, untuk memastikan langkahnya di kompetisi Pilgub Jatim, Khofifah melalui media sosial berpamitan kepada seluruh rakyat Indonesia, mengundurkan diri dari jabatan Menteri Sosial RI (Kamis,18/1/2018).

Berikut yang di kirim oleh Tim Khofifah IP, kepada Redaksi Nusantara.news,

JAKARTA (18 Januari 2018) – Khofifah Indar Parawansa berpamitan lewat media sosial selepas tidak lagi menjabat sebagai Menteri Sosial RI. Lewat akun twitter @KhofifahIP dan instagram @khofifah.ip mengucapkan kalimat perpisahan kepada seluruh masyarakat Indonesia.

“Kepada seluruh masyarakat Indonesia, dimanapun berada. Hari ini, Kamis (18/1) izinkan saya pamit sebagai Menteri Sosial RI. Selamat datang Mensos baru Bapak Idrus Marham. Tongkat estafet pelaksanaan seluruh program pengentasan kemiskinan akan beralih mulai kemarin, Rabu (17/1). Hari ini kami akan Sertijab dan Raker bersama,” kata Khofifah.

Khofifah juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat Indonesia atas semua dukungan, kerjasama, doa, cinta dan kasih yang diberikan kepada dia selama mengemban amanah sebagai Menteri Sosial RI.

Tidak lupa Khofifah meminta netizen mendoakan pemerintahan Jokowi-JK tetap berjalan baik dan amanah hingga akhir periode.

“Doakan pula Presiden @jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla beserta seluruh menteri di kabinet kerja mampu mengemban tugas dan tanggung jawab dari seluruh masyarakat Indonesia untuk mewujudkan Indonesia yang maju dan sejahtera,” tuturnya.

Di akhir captionnya, Khofifah memberikan pandangannya soal kehidupan. Menurutnya, hidup adalah perubahan. Sementara yang tidak berubah adalah perubahan itu sendiri. Ia berharap, keputusan yang diambil olehnya membawa hikmah besar dalam menjalani pengabdian dan dedikasinya kepada bangsa dan negara .

“Salam bahagia dan sukses untuk semua. Sampai jumpa di medan juang lainnya,” imbuhnya.

Dalam foto yang diunggah pukul 11.00 tampak Khofifah Indar Parawansa mendapat pelukan hangat dari Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Terlihat raut muka kesedihan di wajah Susi. Khofifah pun tak lupa mengucapkan terimakasih kepada rekan seperjuangannya di Kabinet Kerja Jokowi – JK tersebut.

“Terimakasih ibu @susipudjiastuti115 untuk pelukan hangat dan supportnya,” tutup Khofifah.

Ucapan perpisahan Khofifah sontak menuai tanggapan dari banyak netizen. Mayoritas mengucapkan terimakasih atas dedikasi Khofifah dan mendoakan kesuksesan Khofifah setelah Ia memutuskan mundur sebagai Menteri Sosial.

Akun @putrioktazulfiani_08 berkomentar “sukses terus ibu, terima kasih untuk semua yang ibu berikan untuk mensejahterakan rakyat Indonesia. Sehat terus iya Bu. Terima kasih ibu sudah menjadi panutan untuk semua orang, sukses selalu Bu Khofifah. we love you,”.

Sementara akun @rizqy_safitri menulis “Klo boleh jujur, hiks sedih bgt bu, msh blm rela rasanya, terima kasih bu @khofifah.ip, kami akan merindukan ibu.

Baca juga: Khofifah-Emil Siap Berlaga, Menangi Pilgub Jatim 2018

Akun lainnya @krisna0612 mengatakan “semangat bu khofifah, terima kasih atas semuanya sebagai menteri sosial RI, perubahan-perubahan yg dilakukan oleh ibu, terimakasih banyak, saya sebagai rakyat Indonesia bangga punya menteri seperti ibu @khofifah.ip, sukses dan sehat terus bu, semoa Allah SWT selalu melindungi Ibu dan keluarga, salam hangat dari Pangandaran bu. Kutunggu kunjungan ibu khofifah,”.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here