Pilgub Jatim Ajang Saling Sandra Raih Sukses Pilpres 2019

0
121
Arifin "Jawa Timur tetap menjadi medan yang sangat panas, karena itu Presiden Jokowi perlu memastikan kemenangannya di wilayah tersebut”

Nusantara.news, Surabaya – Ada hal menarik dan patut disimak dari runtut tulisan yang disampaikan oleh Direktur Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) Arifin Nur Cahyono. Arifin -demikian lelaki ini biasa disapa- termasuk saat berbincang dengan Nusantara.news beberapa hari lalu. Saat itu, sejumlah cerita disampaikan termasuk soal pemilihan Gubernur Jawa Timur yang terjadwal digelar 27 Juni 2018.

Baca Juga: Rekom NasDem Mantapkan Langkah Khofifah-Emil di Pilgub Jatim

Dalam catatannya, Arifin menorehkan sejumlah hal penting terutama soal pemilihan Gubernur Jawa Timur yang semakin ramai dibicarakan. Tidak hanya soal munculnya pasangan yang oleh banyak orang disebut dari trah yang sama, yakni dari Nahdliyin, Saifullah Yusuf dan Khofifah Indar Parawansa. Hal menarik lainnya, tentang munculnya dua sosok muda menjadi bakal calon pendamping masing-masing bakal calon atau yang diyakini mewakili generasi milenial, yakni Abdullah Azwar Anas dan Emil Elistyanto Dardak.

Arifin Direktur Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) “Siapa pun yang menang di Pilgub Jatim, dipastikan adalah orangnya Jokowi, yang akan terlibat dalam pemenangan Jokowi dalam Pilpres 2019”

Dalam catatannya, kemudian dirangkum Nusantara.news, Arifin menorehkan sejumlah hal penting di antaranya yang diberi judul ‘Operasi All Jokowi Final di Pilgub Jatim, Kasus Korupsi Dijadikan Alat untuk Menyandera Ketua Umum Partai dalam Pencalonan Pilkada’.

Arifin “Ada dugaan operasi politik pihak dengan mengganjal pencalonan La Nyalla yang akan maju sebagai bakal calon Gubernur Jatim dari Gerindra”

Arifin menjabarkan, kasus korupsi yang melibatkan pejabat negara di negeri ini tidak untuk dibersihkan, tetapi ‘sengaja’ juga dijadikan alat untuk menyandera. Itu dilakukan untuk memuluskan langkah dan sejumlah kepentingan yang memang ‘dianggap’ menguntungkan.

Baca Juga: Pilkada 27 Juni 2018, Silahkan Pilih Gus Ipul atau Khofifah

Sebagai contoh, di Pemerintahan Presiden Joko Widodo melalui Menko Maritim, Jendral (Purnawirawan) TNI Luhut Binsar Panjaitan (LBP), yang diduga mengendors Setya Novanto (SN) yang terlibat skandal mega korupsi di negeri ini yakni, proyek pembuatan e-KTP untuk menjadi Ketua Umum Partai Golkar dan Ketua DPR-RI.

Politik (Memang Harus) Halalkan Segala Cara

Arifin menyebut, di negeri ini ‘banyak orang’ sengaja memberlakukan dan menghalalkan segala cara untuk dapat meraih dan mewujudkan tujuan dan harapannya.

Arifin “Siapa pun yang menang di Pilgub Jatim, dipastikan adalah orangnya Jokowi, yang akan terlibat di pemenangan Jokowi dalam Pilpres 2019”

SN yang menjabat di dua posisi strategis tersebut disandera untuk menjalankan seluruh kemauan pemerintah yang tengah berkuasa, mengamankan kebijakan pemerintah, termasuk mengamankan posisi pemerintah dari rongrongan oposisi di parlemen.

Praktik yang sama sedang berlangsung dalam penyelenggaraan Pilkada tahun 2018. Pihak yang berkuasa saat ini telah menjadikan kasus korupsi untuk menyandera Ketua Umum Partai Politik, tujuannya agar tunduk mencalonkan kandidat yang dikehendaki oleh pihak yang sedang berkuasa.

Misalnya, di Pilkada Jawa Timur, ada dugaan operasi politik dari pihak yang berkuasa untuk menyandera sejumlah Ketua Umum Partai Politik dengan menggunakan isu korupsi, agar mendukung kandidat yang didukung oleh pihak penguasa di negeri ini.

Contohnya, adanya dugaan operasi politik pihak yang berkuasa dengan mengganjal pencalonan La Nyalla Mattaliti yang akan maju sebagai bakal calon Gubernur Jawa Timur dari Partai Gerindra.

Baca Juga: Pendaftaran Calon Gubernur Jatim Dibuka 8 – 10 Januari 2018

Tujuan dari operasi mengganjal La Nyalla untuk berlaga dalam pemilihan Gubernur Jawa Timur tujuannya adalah agar Pilkada tersebut (tetap) berlangsung dalam skema kekuatan yang berkuasa, yaitu Presiden Joko Widodo versus kandidat Joko Widodo, atau All Jokowi final.

“Salah satu wujud operasi politik yang dilakukan tersebut yaitu diduga mereka menyandera Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan, dengan menggunakan isu korupsi di periode sebelumnya, agar PAN tak turut serta mendukung La Nyalla Mattaliti yang diajukan oleh Partai Gerindra,” terang Arifin.

Arifin “Kita lihat saja, Jawa Timur tetap menjadi medan yang sangat panas, karena itu Presiden Jokowi perlu memastikan kemenangannya di wilayah tersebut”

Dengan tidak mencukupinya prosentase dukungan dari partai politik kepada La Nyalla Mattaliti, maka dapat dikatakan, siapa pun yang terpilih di pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, dipastikan otomatis akan mendukung Joko Widodo sebagai calon Presiden pada Pilpres 2019, mendatang.

“Jika yang bertarung di Pilkada Jawa Timur hanya dua pasang kandidat, yaitu Saifullah Yusuf dan Khofifah, maka siapa pun yang menang di Pilkada Jawa Timur, dipastikan adalah orangnya Jokowi, yang akan terlibat dalam pemenangan Jokowi dalam Pilpres 2019,” terang Arifin.

Baca Juga: Testimoni Santri Kesayangan Gus Dur (1)

Untuk diketahui, dalam Pilpres 2014 yang lalu, wilayah Jawa Timur juga menjadi medan perebutan suara yang sangat panas antara kubu Joko Widodo dan kubu Prabowo.

Dipastikan tahun 2019 nanti, Jawa Timur juga tetap menjadi medan yang sangat panas, karena itu Presiden Joko Widodo perlu memastikan kemenangannya di wilayah tersebut (Jawa Timur) dengan menempatkan dua kandidat yang merupakan orang kepercayaannya untuk berlaga dan menjadi Gubernur di Jawa Timur.

“Kita lihat saja, Jawa Timur tetap menjadi medan yang sangat panas, karena itu Presiden Jokowi perlu memastikan kemenangannya di wilayah tersebut,” pungkas Arifin.

Untuk diketahui, hingga saat ini sampai menjelang dibukanya pendaftaran bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur oleh KPU Jawa Timur pada tanggal 8 hingga 10 Januari 2018, hanya dua nama yang muncul yakni Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Khofifah Indar Parawansa.

Oleh masyarakat, khususnya pemilik hak pilih mereka diyakini sama-sama kuat serta memiliki keunggulan untuk memikat calon pemilih di sejumlah daerah di Jawa Timur.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here