Pilgub Jatim Jadi Ajang Jualan Wakil

0
175
Faza Dhora Nailufar, Pengamat Politik Universitas Brawijaya (Foto: Tudji Martudji)

Nusantara.news, Surabaya –  Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2018, adalah ajang ‘jualan’ wakil. Itu lantaran, kedua nama yang saat ini muncul Saifullah Yusuf dan Khofifah Indar Parawansa, selain sama-sama kader Nahdlatul Ulama (NU), publik banyak tahu prestasi serta plus minus kedua nama tersebut.

“Menurut saya trend-nya saat ini adalah ‘jualan’ wakil. Masyarakat banyak tahu dengan Gus Ipul atau juga Khofifah dengan segudang pengalaman dan reputasinya. Tetapi, yang akan dilihat oleh masyarakat adalah siapa yang mendampingi calon gubernurnya,” ujar Kepala Laboratorium Ilmu Politik Universitas Brawijaya (Unibraw), Faza Dhora Nailufar usai acara “Bincang Pilgub Jatim” bertema “Peta Politik Warga NU Pasca Penetapan Pasangan Gus Ipul – Abdullah Azwar Anas sebagai Pasangan Gubernur-Wagub Jatim 2018” di RM Agis, Surabaya, Senin (16/10/2017).

Gus Ipul – Anas Pasangan Ideal Pilihan PDIP

Lanjut Dhora, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang telah memunculkan pasangan Saifullah Yusuf – Abdullah Azwar Anas adalah pilihan tepat. PDIP pasti juga berharap kedua sosok, yang disebut pasangan pas itu bisa saling melengkapi. Saifullah Gus Ipul yang memiliki pengalaman dua periode sebagai Wakil Gubernur mendampingi Soekarwo dan dinilai memiliki pengalaman di pemerintahan. Sementara Anas, dikenal sebagai sosok muda juga diharapkan sebagai daya pikat. Sebagai kepala daerah, Anas telah banyak membawah perubahan positif bagi Kabupaten Banyuwangi.

“Anas, oleh sejumlah kalangan dinilai mewakili representasi pemuda. Dia dinilai berhasil membangun daerahnya, Kabupaten Banyuwangi. Jadi trend saat ini adalah saling ‘menjual’ wakil. Untuk itu, Khofifah juga harus jeli, siapa yang tidak tahu dengan berbagai prestasinya, tetapi masyarakat juga akan terus mengikuti siapa yang akan digandeng untuk posisi sebagai calon wakil,” urai Dhora.

Sejumlah Nama Dinilai Pas Dampingi Khofifah

Khofifah – Hasan Aminuddin

Untuk Khofifah meski tidak akan kesulitan mencari sosok calon wakil, tetapi itu harus dilakukan dengan cermat. Muncul sejumlah nama termasuk dari partai politik yang mengaku punya kader potensial yang diharapkan bisa mengimbangi bahkan menambah kekuatan Khofifah untuk berlaga di Pilgub Jatim.

Misalnya, dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) sepakat memunculkan Hasan Aminuddin, anggota DPR RI yang pernah menjabat Bupati Probolinggo dua periode itu disebut-sebut layak mendampingi Khofifah. Kemudian, dari Partai Demokrat (PD) menawarkan Wakil Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono. Ony, disebutkan sebagai sosok muda, cerdas dan punya visi maju. Nama Ony, sangat dimungkinkan dan tidak akan mendapat penolakan nantinya oleh partai koalisi yang mengusung pasangan Khofifah. Muncul juga nama Suhandoyo, anggota DPRD Jatim dari PDIP. Nama ini, melambung, sebagai Ketua Pro Jokowi (Projo) Jatim, sukses mengantar Joko Widodo ke kursi Presiden.

“Hasan Aminuddin memiliki banyak referensi, tetapi juga harus di-blow-up dari berbagai sisi baik prestasi, maupun pandangannya ke depan untuk memajukan Provinsi dan rakyat Jatim. Tujuannya, bisa menyamai Anas,” jelas Dhora.

Dipastikan, banyak orang telah mengenal Khofifah dengan segudang prestasinya. Wanita yang sejak remaja telah terjun ke organisasi, baik di IPPNU, Muslimat NU dan partai politik itu juga harus diuji, menentukan wakil yang pas. Itu harus bisa ditunjukkan oleh Khofifah untuk mengimbangi pasangan Gus Ipul-Anas. Dan, itu akan berdampak jika Khofifah salah dalam pilih calon wakil.

“Khofifah elektabilitasnya memang cukup tinggi, tetapi harus bisa memunculkan calon wakil yang bisa mendongkrak. Karena figur yang dijagokan oleh masyarakat di Pilgub Jatim saat ini adalah wakilnya,” tambah wanita itu.

Khofifah – Nur Wiyatno

Ditambahkan, banyak masyarakat yang sudah mengetahui sosok Khoffifah atau Gus Ipul. Dan, saat ini masyarakat akan melihat siapa yang akan digandeng oleh para kandidat.

Nama lainnya, yang juga dipandang cocok dan mumpuni mendampingi Khofifah adalah Nur Wiyatno, dia seorang birokrat di jajaran Pemerintah Provinsi Jatim. Cak Nur -panggilan Nur Wiyatno- tidak diragukan pengalaman di perintahan dan dipastikan bisa mengimbangi popularitas nama besar Khofifah.

Juga muncul nama Masfuk Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Jatim. Sosok yang juga pernah menjabat sebagai Bupati Lamongan itu juga mendapat penilaian khusus, diprediksi sebagai figur kuat mendongkrak keunggulan Khofifah guna menyisihkan pesaingnya di Pilgub Jatim.

Strategi Diam Untungkan Khofifah

Sementara, ditanya strategi diam yang dilakukan Menteri Sosial RI Khofifah, pengamat politik yang juga alumni Fisip Universitas Airlangga (Unair) Surabaya itu menilai, adalah hal wajar, karena selain belum positif memunculkan nama bakal calon wakilnya, itun sangat menguntungkan Khofifah.

Menurut Dhora, strategi itu terbukti berhasil membuat publik penasaran. Dan, jika penasaran masyarakat akan terus mencari dan mengikuti perjalanan kiprah dan sepak terjang tokohnya yakni, Khofifah.

“Harus diakui, itu menjadi kelebihan dari Ibu Khofifah,” terangnya.

Untuk diketahui, Pilgub Jatim yang akan dihelat Juni 2018 mendatang, dengan sejumlah nama yang muncul sebagai bakal calon terus menghiasi pemberitaan dan perbincangan di semua elemen. Ada Gus Ipul, Khofifah, La Nyalla Mattaliti dan sejumlah nama muncul digadang sebagai bakal calon. Tentu, ajang kompetisi berebut posisi itu diharapkan tidak hanya menjadi ajang tanding oleh partai politik. Tetapi masyarakat khususnya di Jatim yang merasakan kemenangan sejati.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here