Pilkada Jatim dan Politik Generasi Milenial

0
87
"Generasi Milenial atau anak muda jaman now yang lahir sebelum tahun 2000, menjadi obyek penting yang terus jadi bahasan di berbagai diskusi, apalagi jelang pemilihan kepala daerah serentak, seperti saat ini"

Nusantara.news, Surabaya – Generasi Milenial atau anak muda zaman now yang lahir sebelum tahun 2000, menjadi obyek penting yang terus jadi bahasan di berbagai diskusi, apalagi jelang pemilihan kepala daerah serentak, seperti saat ini.

Mereka, disebut-sebut sebagai kelompok penentu perubahan. Ya, tentu perubahan di segala hal untuk menjadi lebih baik. Keberadaan dan peran mereka diharapkan akan mewarnai terjadinya perubahan besar dari kondisi sebelumnya, lebih baik dan maju. Bekal mereka, tak cukup hanya kecerdasan, namun juga harus berkarakter unggul, memiliki pribadi pantang menyerah dan semangat berkompetisi yang handal.

Dari sejumlah literasi, generasi milenial di tahun 2018 ditaksir sekitar 35 juta orang. Mereka, memiliki peran penting dalam pemilihan kepala daerah juga di Pilpres 2019, mendatang. Mereka juga yang akan melahirkan calon pemimpin-pemimpin yang diharapkan mampu mengajaknya menuju Indonesia Emas.

Sementara, kita lihat data pemilih di Pilgub Jatim 2018. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim mendata jumlah pemilih yang akan mengikuti kontestasi Pilkada sekitar 30,9 juta jiwa. Untuk hajatan nasional itu, KPU Jatim menyiagakan sedikitnya 68.084 petugas untuk melakukan tahapan coklit data pemilih. Mereka menyisir seluruh pemukiman warga dari rumah ke rumah di seluruh wilayah Jatim.

“Coklit ini penting untuk memastikan data pemilih. Mereka belum terdata atau pindah ke tempat lain, itu harus diketahui,” kata Ketua Divisi Program dan Data KPU Provinsi Jatim, Khoirul Anam.

Disebutkan, daftar pemilih di Pilgub Jatim setelah dilakukan pencocokan jumlahnya bisa berkurang atau bertambah, tergantung hasil di lapangan. Ada kabupaten/kota yang data pemilihnya bertambah, ada juga yang berkurang.

Emil Idola Generasi Milenial

Jika melihat akun Instagram milik Emil Elestianto Dardak dengan nama (@emildardak), angka pengagum yang mengikutinya cukup fantastis, tertera 67.7 ribu lebih pengikut. Tidak dipungkiri sosok muda yang dikenal cerdas itu memang diidolakan, termasuk oleh kaum muda.

Bisa jadi, nama itu juga diidolakan untuk menjadi pimpinan masa depan. Yang kebetulan Emil juga ikut maju di kontestasi pemilihan, sebagai calon Wakil Gubernur Jatim mendampingi Khofifah Indar Parawansa.

Dari sejumlah responden yang sengaja diajak ngobrol dengan Nusantara.news menyebut, mereka memang sangat mengidolakan Emil. Selain pendidikan yang diselsaikannya yakni doktor yang masih sangat muda. Sosok lelaki itu juga diyakini memiliki pengetahuan lebih dan layak menjadi pendamping Khofifah, untuk memajukan Jatim.

“Saya yakin, Mas Emil dengan latar belakang pendidikan dan kecerdasannya mampu membawa perubahan besar untuk Provinsi Jatim. Apalagi bersanding dengan Ibu Khofifah yang sejak remaja tidak diragukan pengalamannya, di organisasi. Juga berpengalaman di pemerintahan. Kalau saya senang dengan pasangan itu,” kata Yulia mahasiswi perguruan tinggi negeri di Surabaya.

Lainnya, seorang pemuda bernama Heri Herlambang dari perguruan tinggi swasta di Surabaya juga sepakat jika Emil Elistianto maju di Pilgub Jatim, menjadi wakilnya Khofifah. Dia yakin, kemenangan akan diperoleh pasangan itu.

“Karena, Khofifah cerdas telah berpengalaman di pemerintahan. Dan, Mas Emil sebagai generasi muda juga memiliki pendidikan tinggi dan segudang prestasi, saya pasti memili pasangan nomor satu,” tegas Heri saat ditemui di Taman Bungkul Surabaya.

Mereka, yang tergolong anak-anak muda atau generasi milenial itu menerangkan sosok Khofifah akan dengan mulus menjalankan pemerintahan sebagai Gubernur Jatim. Dan, dipastikan tidak akan sulit mengurai persoalan yang dihadapi untuk menuju Jatim lebih baik. Apalagi dibantu wakilnya Emil yang berkarakter, pintar dan memiliki pengalaman dan prestasi yang mumpuni. “Klop lah pasangan itu, kalau menurut saya,” tambahnya.

Sebagai generasi muda dengan sebutan milenial, mereka sepakat memilih pasangan Khofifah-Emil. Dan mempercayakan masa depan Provinsi Jatim untuk menjadi lebih baik.

Emil, Prestasi, dan Kiprah Politiknya

Dari data biografinya, Emil terlahir tahun 1984 dari pasangan Hermanto Dardak, Wakil Menteri Pekerjaan Umum (2010-2014) dan ibunya Sri Widayati, mengalir darah Letjen Anumerta Wiloejo Poespojudo, Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) pertama di era Bung Karno. Juga cucu Mochamad Dardak, salah seorang kiai Nahdlatul Ulama, juga dikenal pendiri Masjid Agung Trenggalek.

Perjalanan pendidikannya juga sangat moncer, Ia menjadi peraih gelar Doktor Ekonomi Pembangunan termuda di Jepang, yakni di Ritsumeikan Asia Pacific University pada usia 22 tahun.

“Emil bersama M Nur Arifin bergerak cepat melakukan pembenahan. Hasilnya, tak lama berhasil memperbaiki indek kemiskinan, dan menerapkan musyawarah desa sebagai pijakan menentukan kelompok masyarakat penerima bantuan. Dan, Trenggalek mendapat penghargaan WOW Public Services Excellence Award Jawa Timur 2017”

Pada 30 Agustus 2013, Emil menikahi dengan seorang artis bernama Arumi Bachsin, di Jakarta. Dikaruniai anak perempuan bernama Lakeisha Ariestia Dardak, dan anak laki-laki bernama Alkeinan Mahsyir Putro Dardak.

Tahun 2001, di usia 17 tahun, Emil sudah mendapat gelar diploma dari Melbourne Institute of Business and Technology. Kemudian melanjutkan pendidikan S1 di Universitas New South Wales, Australia. Selanjutnya, gelar S2 dan S3 diperoleh dari Ritsumeikan Asia Pacific University, Jepang.

Tahun 2001-2003, Emil menjadi World Bank Officer di Jakarta, dan Media Analysis Consultant di Ogilvy. Puncak karier Emil dicapai saat dipercaya menjadi Chief Business Development and Communication-Executive Vice President di PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero).

Menakar Kualitas Generasi Milenial

Sebagai Bupati Trenggalek, bersama wakilnya Mochamad Nur Arifin bergerak cepat melakukan pembenahan. Hasilnya, dengan kurun waktu tidak lama berhasil memperbaiki indek kemiskinan dengan menerapkan musyawarah desa. Itu sebagai pijakan menentukan kelompok masyarakat yang berhak menerima bantuan. Hasilnya, Pemkab Trenggalek mendapat penghargaan WOW Public Services Excellence Award Jawa Timur 2017, dari konsultan marketing, bersama Kabupaten Ngawi, Kabupaten Malang dan Kota Malang.

Di bidang Pelayanan Kesehatan, Emil juga berhasil meraih prestasi akreditasi tertinggi. Yakni, pelayanan rumah sakit dengan capaian akreditasi tertinggi, bintang lima atau paripurna. Prestasi lainnya, berhasil mendobrak wilayah terisolasi yang sebelumnya disandang Trenggalek. Cara yang dilakukan ngebut memperbaiki infrastruktur jalan, yang membuka dan menghubungkan Trenggalek dengan wilayah sekitarnya.

“Kalau Anda lihat akses jalan yang dahulu paling sulit, ke wilayah Kecamatan Munjungan. Sekarang jalannya sudah bagus dan itu membuka keterisolasian wilayah yang memang tidak boleh terjadi,” terang Emil.

Peningkatan kunjungan wisata juga dilakukan, dengan cara pembenahan dan membangun berbagai sarana penunjang. Termasuk, sejumlah obyek wisata pantai dan ekowisata hutan.

Potensi hutan juga terus dikembangkan, termasuk mengibarkan Minyak Asiri berbahan baku nilam dan cengkih. Dan kemudian menjadi sentra rujukan riset di Indonesia.

Sebelumnya, Trenggalek daerah terpencil yang tertutup. Kini, menjadi wilayah pesisir terdepan di pesisir Selatan Jawa, dan menjadi contoh pembangunan wilayah pesisir tingkat provinsi dan nasional.

Karier politik Emil Elistianto dimulai 27 Juli 2015, saat itu Emil bersama Mochamad Nur Arifin maju dan terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek. Dan, tercatat sebagai kepala daerah termuda di Indonesia. Kemudian, dalam waktu relatif singkat pasangan muda itu mampu mengubah Kabupaten Trenggalek yang dikenal daerah pinggir dan terisolir, menjadi kawasan pesisir terdepan dengan berbagai pembenahan sarana dan prasarananya. Termasuk menjadi acuan pengembangan daerah pesisir lainnya di Jawa dan nasional. Kini, bersama Khofifah Indar Parawansa, Emil bertekad mengabdi untuk wilayah yang lebih luas dari Trenggalek, melangkahkah kaki mengurai dan siap melakukan pembenahan di Provinsi Jatim.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here