Jelang Pilkada di Magetan, PDIP Dibanjiri Cagub – Cawagub

0
265

Nusantara.news, Magetan – Bursa Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Magetan 2018, mulai semarak. Setidaknya itu terlihat dari para bakal calon bupati dan wakil bupati yang membanjiri pendaftaran di DPC PDI Perjuangan Magetan.

Sejak dibuka proses pendaftaran dengan pengambilan formulir hari Kamis (1/6) hingga ditutup tanggal 10 Juni 2018, sudah 14 orang bakal cabup – cawabup yang mendaftar. Nama-nama yang selama ini beredar seperti: Samsi (Wakil Bupati Magetan), Sujatno, Harun Sunarso, Purbo Jati, Suprawoto, Joko Suyono (Ketua DPRD Magetan), H Sunardi, H Miratul Mukminin dan Hj. Niken Larasati, sudah mendaftar.

Semua bakal calon tersebut berupaya memperebutkan rekomendasi DPP PDI Perjuangan. Sebagai pemenang pemilu 2014 dengan raihan 8 kursi DPRD Magetan, PDIP memang bak primadona. Namun PDI Perjuangan masih perlu berkoalisi dengan partai lain, mengingat syarat pencalonan memerlukan 20 persen kursi DPRD Magetan atau 9 kursi.

Meski hampir semua bakal calon bupati dan wakil bupati berebut dukungan PDI Perjuangan, Arief Rahman, ST, MM, yang juga disebut sebagai salah satu kandidat saat dikonfirmasi Nusantara.news tampak lebih santai. Menurutnya, dalam politik tidak perlu ngoyo, mengalir saja. “Alhamdulillah berarti partai-partai lain akan bersama AR (Arief Rahman, red) membangun Magetan lebih maju,” katanya.

Menurut Arief Rahman, dirinya amat menghormati partai-partai lain yang juga mewakili suara rakyat Magetan dan bisa mengusung calon. Masih ada Partai Demokrat dengan 7 kursi, Partai Golkar (5 kursi), PKB (5) PKS (5), Gerindra (4), PAN, Nasdem (4), PPP (2) dan Hanura (1). “Jadi secara riil, PDIP mewakili kurang dari 20 persen suara pemilih di Magetan. Lagi pula di situ sudah penuh berdesakan, ibarat bis penumpangya sudah banyak berdiri itu,” candanya.

Pria yang pernah menjadi Ketua Divisi Komunikasi Publik DPD Partai Demokrat Jawa Timur (2011-2016) itu, malah ingin membangun koalisi besar partai-partai di Magetan. “Saya ingin menyatukan partai-partai lain dengan satu visi bersama untuk Magetan lebih maju dan mengemban amanat menyejahterakan rakyat,” kata Arief Rahman.

Semua itu, lanjut Arief, akan lebih mudah terwujud dengan melibatkan semua partai dan seluruh stakeholder (pemangku kepentingan) di Magetan. “Tidak mungkin bekerja sendiri, semua partai, ormas, tokoh agama, masyarakat, LSM, dan pengusaha perlu dirangkul untuk mewujudkan Magetan kota wisata yang maju dan tumbuh pesat,” pungkas anggota Dewan Penentu Kebijakan Badan Promosi Pariwisata Daerah Jawa Timur ini.[]

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here