Pilpres Prancis Tinggal Menghitung Hari, Persaingan Makin Ketat

0
41
Foto: Bloomberg

Nusantara.news, Paris – Beberapa hari menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) Prancis putaran pertama 23 April 2017, persaingan antara calon presiden Prancis semakin ketat. Dua kandidat terkuat menurut jajak pendapat, Emmanuel Macron dan Marine Le Pen telah kehilangan sebagian dukungannya, sementara tiga kandidat lain mengancam elektabilitas mereka, tidak jauh di belakang.

Emmanuel Macron, yang meluncurkan slogan politik En Marche yang berarti “melanjutkan”, masih memimpin dalam jajak pendapat terbaru Cevipof yang dipublikasikan pada Rabu (19/4), dengan dukungan 23 persen untuk putaran pertama. Di belakang Macron, politisi sayap kanan pemimpin Front Front Nasional (FN) Marine Le Pen berada di posisi 22,5 persen.

Francois Fillon, seorang politisi konservatif dan kandidat lain dari kelompok sayap kiri Jean-Luc Melenchon tetap memiliki peluang untuk melaju ke babak kedua, hal ini karena sebagian pemilih dalam jajak pendapat tersebut belum mengambil keputusan. Berarti dengan demikian keempat kandidat tersebut memiliki harapan untuk mencapai putaran kedua pada 7 Mei 2017.

Macron yang pro Uni Eropa melakukan kampanye pada hari Rabu (19/4) melalui media sosial dan kemudian melanjutkan dengan kampanye terbuka di kota Nantes di bagian barat.

Sementara, Marine Le Pen yang konsisten mengusung tema tentang anti-imigrasi serta berencana membawa Prancis keluar dari Uni Eropa, sebagaimana Inggris dengan Brexit, melakukan kampanye terbuka terakhirnya di Marseille. Di lokasi itu, keamanan diperketat setelah polisi menemukan bukti adanya rencana serangan teror awal pekan ini.

Jajak pendapat Cevipof yang diikuti oleh 11.601 orang itu, menunjukkan bahwa dukungan untuk Le Pen pada putaran pertama turun 2,5 poin dibanding hasil jajak pendapat yang dilakukan pada awal April lalu, sementara itu dukungan bagi Macron juga turun sebanyak 2 poin.

Namun demikian Survei harian Opinionway memprediksi hal yang sama dengan hasil jajak pendapat Cevipof dengan menempatkan Macron sebagai kandidat teratas. Opinionway memperkirakan Emanuel Macron akan mampu mengalahkan Marine Le Pen pada putaran kedua 7 Mei 2017 dengan perolehan sebesar 65 persen untuk Macron dan 35 persen untuk Le Pen.

Kesempatan tetap ada

Sebelumnya, pada Rabu (19/4) capres Francois Fillon yang juga mantan perdana menteri, mendapat sejumlah dukungan publik, salah satunya dari mantan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy dan mantan Perdana Menteri Alain Juppe.

Fillon mengalahkan keduanya dalam pencalonan kandidat dari Partai Republik, namun elektabilitas Fillon menurun karena tuduhan skandal penyimpangan keuangan selama masa jabatannya sebagai pejabat pemerintah dan selama menjadi menteri.

Meski demikian, jajak pendapat Cevipof pada hari Rabu (20/4) menunjukkan bahwa elektabilitas Fillon membuntuti secara ketat dua kandidat terkuat dengan dukungan 19,5 persen.

Sementara kandidat sayap kiri, Melenchon juga bersaing ketat, dia berada pada posisi 19 persen, menurut jajak pendapat Cevipof. Setelah tampil bagus dalam perdebatan di televisi dan pada kampanye terbuka, janji dia untuk pajak bagi orang kaya dan menegosiasikan ulang keberadaan Prancis serta kesepakatan perdagangan di blok UE telah cukup menarik banyak pemilih Prancis.

Pada hari-hari terakhir kampanye, Melenchon telah mengurangi serangan terhadap mata uang euro dan menegaskan perannya sebagai pembela pekerja Prancis. Dia mendapat dukungan dari partai Komunis tradisional.

Melenchon memulai kampanye pada awal tahun ini dengan jajak pendapat yang menunjukkan dukungan sekitar 15 persen, lalu turun menjadi sekitar 12 persen, sebelum naik lagi dengan mantap mulai pertengahan Maret lalu hingga mencapai 19 persen saat ini.

Banyak pemilih Prancis masih ragu-ragu

Lebih dari seperempat pemilih Prancis masih ragu-ragu, hal itu tercermin dalam jajak pendapat yang menunjukkan abstain lebih tinggi dari biasanya.

Benoit Hamon, kandidat presiden dari kaum Sosialis, partai Presiden Prancis saat ini, Francois Hollande, mengadakan kampanye terakhirnya yang begitu meriah dengan pertunjukan musik di Place de la Republique, Paris. Hamon mengatakan, dia akan memperjuangkan Liberty, Equality and Fraternity”. Sayangnya, dalam jajak pendapat dukungan untuk Hamon tidak meningkat lebih dari 12,5 persen, dan dia memasuki minggu terakhir kampanye dengan dukungan hanya 8,5 persen.

Cevipof adalah pusat penelitian politik dari Sciences Po, Institut Studi Politik Paris di sebuah universitas di ibukota Prancis. [] (AFP/Reutears)

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here