PKB Bakal Gandeng Demokrat, PKS Menunggu Keputusan DPP

0
85
Kemiskinan masih jadi persoalan utama di Kabupaten Sampang. Kendati disebut punya potensi migas besar, namun Sampang justru menjadi daerah terbanyak yang punya warga miskin di Jawa Timur.

Nusantara.news, Sampang – Komunikasi antar elite partai politik kian intens terjadi menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak jilid III 2018. Di Kabupaten Sampang, hubungan mesra yang terjadi pada periode 2013 yang lalu kemungkinan besar berakhir seiring dinamika yang terjadi. Seperti misal terbangunnya poros baru antara PKB dengan Demokrat dan PKS yang sedang menunggu keputusan resmi pengurus pusatnya.

Namun figur calon bupati-calon wakil bupati (cagub-cawagub) dari ketiga partai itu sudah tinggal menunggu kepastian beberapa hari ke depan. “Kami sudah mengirimkan 6 nama cabup-cawabup ke Jakarta yang akan diusung 2018 nanti. Kami masih menunggu siapa yang bakal menerima rekomendasi,” ungkap Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Kabupaten Sampang Machfud, Senin (9/10) yang lalu.

Ke-6 nama itu masing-masing Slamet Junaidi, Hermanto Subaidi, Heri Purnomo, Matorrozaq Ismail (Torul), H Hisan dan KH M Muafi Zaini. “Mereka selama ini yang menjalin komunikasi dengan PKS. Visi misi yang jadi pertimbangan juga sudah sesuai dengan arah partai termasuk komitmen kuat untuk memajukan Sampang,” terang Machfud kepada media.

Langkah PKS saat ini tinggal menjalin komunikasi dengan partai politik lain yang memiliki keterwakilan di DPRD setempat. Setidaknya ada 3 partai yang komunikasinya masih terus berlangsung. Yakni Golkar, Gerindra dan PBB. “Kami memang hanya punya 2 wakil di parlemen sehingga harus berkoalisi. Nama-nama yang masih dalam kajian DPP juga ikut mendaftar ke partai lain kok,” tambahnya ketika disinggung realitas PKS untuk meloloskan cabupnya.

Kemiskinan masih jadi persoalan utama di Kabupaten Sampang. Kendati disebut punya potensi migas besar, namun Sampang justru menjadi daerah terbanyak yang punya warga miskin di Jawa Timur.

Sementara dari PKB, informasi yang beredar di internal surat rekomendasi hampir pasti turun kepada Wakil ketua DPC PKB Sampang KH Abdullah Mansyur. Tokoh yang kini menjabat sebagai ketua Komisi II DPRD Sampang tersebut bahkan optimistis, surat rekom tertulis turun sekitar awal November. “Secara lisan sudah mengerucut pada saya. Mungkin secara tertulis baru November nanti turunnya,” katanya, Rabu (11/10/2017).

Statemen ini bisa dibilang mengejutkan. Sebab, selain KH Abdullah Mansyur, sebenarnya ada 2 nama lagi yang berburu rekom PKB di Pilkada Sampang. Yakni Ketua DPC PKB yang sekaligus Ketua DPRD Sampang Imam Ubaidillah dan anggota DPRD Jawa Timur Aliyadi Mustofa.

Tak hanya beberkan bocoran rekomendasi PKB, Abdullah Mansyur juga menyebutkan jika pasangan yang digandeng berasal dari Demokrat, H Hisan yang juga anggota DPRD Jawa Timur. Disebutnya Hisan menjawab koalisi partai yang akan dibangun PKB nanti. “Elektabilitas tinggi jadi salah satu pertimbangan Hasbullah (Hisan-Abudllah Mansyur, RED) mendapat rekomendasi partai,” tegasnya.

Peta politik di Sampang memang cukup unik dibandingkan daerah lain di Jawa Timur yang menyuguhkan kultur khas masyarakat Madura. Yakni kuatnya pengaruh ulama. Hasbullah, tambah KH Abdullah Mansyur bahkan punya agenda meneruskan roda pemerintahan sebelumnya yang berdasarkan musyawarah kiai.

Namun yang harus ditekankan, siapa pun pemenang dalam pertarungan 27 Juni 2018 harus punya agenda riil untuk memangkas tingginya angka kemiskinan di Sampang. Setidaknya, pemimpin terpilih memiliki konsep pembangunan yang terarah, menguasai berbagai persoalan, serta punya karakter kepemimpinan yang kuat. Harapan ini untuk mengeluarkan Sampang dari kategori 121 daerah tertinggal di Indonesia sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 131 Tahun 2015 tentang Penetapan Daerah Tertinggal Tahun 2015-2019.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here