PLN Cabut Subsidi, 3,3 Juta Pelanggan 900 VA Jawa Timur Dianggap OKB

0
106

Nusantara.news, Surabaya – Kenaikan tarif listrik 900 VA dakan mengdongkrak harga produk UMKM. Hal ini akan membuat produk UMKM kalah bersaing dengan produk industri besar, yang pada gilirannya mematikan UMKM itu sendiri.

Hal ini dikemukakan sempat dilontarkan anggota Komisi VI DPR RI asal Dapil Surabaya-Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono. Dia prihatin dengan rencana kebijakan pencabutan subsidi dan kenaikan tarif 900 VA. Padahal, dengan menggunakan energi batu bara mestinya harga listrik bisa diturunkan 70-80 persen, karena ongkos produksi PLN lebih murah. “Ini sebenarnya ironis, mengapa malah jadi naik, bahkan menghilangkan subsidi. Subsidi silang mestinya bisa dilakukan PLN dengan keuntungan yang didapat dari hasil penjualan,” ungkap Bambang, Kamis (16/2/2017).

Lagipula, bila rencana itu direalisasikan, yang paling terkena dampaknya adalah rakyat kecil dan UMKM. Dengan kenaikan ini dipastikan UMKM akan menaikkan harga produknya, karena listrik jadi sumber daya penting dalam produksi. Akibatnya, daya beli masyarakat terhadap produk UMKM juga merosot. “Padahal, UMKM diharapkan mampu mendukung ekonomi kerakyatan atau ikut menumbuhkan perekonomian nasional,” sebutnya.

Dalam catatan Nusantara.news,  PLN mencatat keuntungan fantastis di semester I 2016, yakni mencapai Rp13,99 triliun. Pencapaian luar biasa mengingat di periode yang sama pada tahun sebelumnya justru mengalami kerugian. Total, keuntungan bersih PLN mencapai Rp7,96 triliun dari rugi sebelumnya Rp6,03 triliun.

Dengan menaikkan tatif listrik daya rendah ini, seolah PLN ingin berlomba memperbesar keuntungan dengan menarik tarif tinggi dari masayarakat jkelas baah. PLN ingin menjadikan pelanggan 900 VA sebagai mesin uang baru dengan menghentikan subsidinya.

“Ada 3,8 juta pelanggan rumah tangga 900 VA di Jawa Timur. Dari data TNP2K, tahun ini hanya 470 ribu pelanggan yang subsidinya dipertahankan,” kata Deputi Manager Komunikasi dan Bina Lingkungan PLN Distribusi Jawa Timur beberapa waktu ketika diwawancarai sebuah stasiun radio swasta di Surabaya.

Sisa pelanggan 900 VA lainnya, terang Pinto tidak sepenuhnya dicabut. Pihaknya memberi kesempatan bagi masyarakat yang merasa berhak mendapat subsidi untuk mendatangi rayon PLN terdekat.

Kebijakan yang mulai berjalan per 1 Januari 2017 ini, otomatis menambah beban kelas menengah ke bawah. Padahal listrik sudah menjadi kebutuhan primer dan sulit hidup layak tanpa kehadirannya. Namun dengan rentetan kenaikan harga yang terjadi sejak Presiden Joko Widodo terpilih 2015 lalu, mau tidak mau membuat kalangan kelas bawah kena getahnya

Pencabutan subsidi ini sama dengan menganggap 3,3 juta pelanggan 900 VA di Jawa Timur sebagai orang kaya baru (OKB). []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here