Polisi Mendata Ulama di Jombang, Gus Irfan: Seperti Jaman PKI

0
757

Nusantara.news, Surabaya – KH M Irfan Yusuf, pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Farros, Tebuireng, Jombang mengungkapkan kekesalannya terkait pendataan ulama oleh polisi di Kabupaten Jombang.

Putra Gus Sholah yang akrab disapa Gus Irfan ini mengaku bingung dan bertanya-tanya ada apa dengan semua ini? “Dalam situasi seperti sekarang ini di mana ada gejala  ingin membenturkan Islam dengan idiologi lain, membuat pendataan seperti itu meresahkan,” katanya.

Menurutnya, apa yang dilakukan oleh polisi ini mirip sekali dengan situasi seperti jaman PKI (Partai Komunis Indonesia) puluhan tahun silam. “Cara polisi meminta data tidak etis dan meresahkan,” kata Gus Irfan kepada wartawan.di Surabaya, Jumat (3/2/2017).

Gus Irfan mengemukakan, dalam daftar isian mirip angket tersebut,  ulama diminta mengisi data ponpes, meliputi jumlah santri, tahun berdiri, identitas tamu, data pribadi pengasuh dan lainnya. “Hal seperti itu tidak pernah terjadi selama 30 tahun saya mengelola pesantren,” kata cucu pendiri NU KH Hasyim Asyari ini.

Gus Irfan menambahkan, pendataan seeperti itu tidak hanya di ponpes yang diasuhnya tetapi juga ponpes lain di Jombang. “Polisi tiba-tiba datang ke pesantren dan meninggalkan blangko atau angket agar diisi oleh kiai tanpa memberikan penjelasan maksud dan tujuannya,” jelas Gus Irfan seraya menambahkan sejumlah pengasuh ponpes yang didata dengan cara seperti itu merasa risau dan  kekhawati terjadi hal negatif.

Kapolres Jombang Meminta Maaf

Kapolres  Jombang AKBP Agung Marliyanto langsung meminta maaf atas kesalahpahaman terkait pendataan para ulama di Kabupaten Jombang. Agung mengatakan, pendataan yang dilakukan hanyalah soal pendataan potensi wilayah yang ada di masyarakat, tidak khusus terhadap ulama atau kiai.

“Bisa data potensi bencana, harga-harga kebutuhan pokok, nama-nama tokoh masyarakat dan masih banyak lagi,” kata Kapolres, Jumat (3/2/2017).

Kasus pendataan kiai oleh polisi di Kabupaten Jombang mencuat setelah Gus Irfan menyampaikan keluhannya di Facebook beberapa hari lalu. Dalam akun Facebooknya Gus Irfan, menyampaikan bahwa pendataan kiai-kiai membuat dirinya teringat dengan jaman PKI. Gus Irfan juga menguploud lembaran atau angket dari polisi yang dia terima dan harus diisi.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here