Polisi Selidiki Kematian Misterius Pengusaha Rusia di London

0
136
Polisi Inggris menjaga di sekitar rumah Almarhum Glushkov setelah kematiannya yang misterius

Nusantara.news, London – Pengusaha berkebangsaan Rusia – Nikolai Glushkov (69) – yang  mendapatkan perlindungan politik di Inggris ditemukan meninggal dunia di rumahnya Clarence Avenue, New Malden, pada Senin Legi (12/3) awal pekan ini. Polisi Inggris sedang melakukan penyelidikan tentang dugaan terjadinya pembunuhan dalam kematian ini.

Selain itu polisi Inggris membuka kembali penyelidikan atas dugaan terjadinya pembunuhan terhadap 14 warga asal Rusia di Inggris – paska percobaan pembunuhan terhadap Sergei Skripal (66) dan putrinya Yulia Skripal (33) di Salisbury pada Minggu Pon (4/3) – satu pekan sebelumnya.

Pemeriksaan post-mortem menyebutkan Glushkov meninggal dunia karena “kompresi ke leher”. Sejauh ini belum ada bukti meyakinkan kematian Glushkov terkait dengan percobaan pembunuhan terhadap “double intelligent” asal Rusia – Skripal dan putrinya – di Salisbury. Toh demikian polisi membuka akses informasi bagi siapa saja yang meungkin pernah melihat atau mendengar sesuat yang mencurigakan di sekitar rumah almarhum.

Cemaskan Dirinya

Sejak Jumat Kliwon (16/3) kemarin lusa, polisi menjaga ketat rumah duka. Tenda berwarna biru dan ungu dipasang untuk menutup bagian depan rumahnya – yang telah ditutup bersamaan dengan beberapa rumah yang berdampingan di sisi kanan dan kirinya.

Nikolai Glushkov yang ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Senin Legi (12/3) di rumahnya.

Almarhum Glushkov yang berprofesi penguasaha adalah mantan direktur maskapai penerbangan “Aeroflot”. Dia diputuskan bersalah oleh pengadilan Rusia pada 1999 dengan dakwaan pencucian uang dan penipuan. Setelah hukumannya ditangguhkan karena terlibat perkara penipuan lainnya pada 2006 – Glushkov mendapatkan perlindungan politik dari Inggris pada 2010 yang dikecam oleh Presiden Rusia Vladimir Putin.

Mantan praktisi public relations dan eksekutif periklanan Lord Bell – sahabat karib Glushkov – menggambarkan almarhum sebagai “orang yang sangat menawan, lucu, penuh kasih sayang dan pernah mengalami masa sulit”. Almarhum juga sering mencemaskan keselamatannya karena mungkin telah membuat Rusia menganggapnya telah bekerja melawan negara.

Kate Fitzsimmons (87) – tetangga rumahnya – kepada BBC menganggap almarhum bersikap sopan seperti orang Inggris pada umumnya. Setiap berjumpa almarhum sering melambaikan tangan padanya di seberang jalan. Kematiannya yang menjadi perhatian polisi Inggris menurutnya adalah sesuatu yang mengejutkan.

Selain itu, almarhum Glushkov juga bersahabat erat dengan rekan bisnisnya – Almarhum Boris Berezovsky – musuh Putin yang sudah berlabuh di Inggris sejak 1999. Berezovsky ditemukan tewas tergantung di kamar mandi rumahnya di kawasan Berkshire pada pertengahan 2013. Kala itu polisi setempat menyebut Berezovsky tewas gantung diri.

Percobaan pembunuhan terhadap Sergei Skripal dan putrinya sendiri di Salisbury sudah diselidiki polisi dengan melibatkan ahli nuklir dan kimia. Hasil penyelidikan menyebutkan bapak dan putrinya itu sengaja diracuni zat kimia dari jenis yang dikembangkan di Rusia yang disebut “Novichok”.

Perdana Menteri Inggris Theresa May menegaskan dia yakin “Rusia bersalah”. Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson menambahkan, “sangat mungkin” Presiden Rusia Vladimir Putin secara pribadi memerintahkan peracunan di Salisbury. Hal tu diungkap Johnson saat menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Polandia yang meninjau museum militer di London.

“Kami pikir sangat mungkin keputusannya untuk mengarahkan penggunaan “agen syaraf” di jalan-jalan di Inggris, di jalan-jalan di Eropa, dan ini terjadi untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia Kedua,” tandas Johnson sebagaimana dikutip dari BBC.

Kematian Glushkov terjadi pada minggu yang sama ketika Menteri Dalam Negeri Inggris Amber Rudd mengumumkan serangkaian kematian di tanah Inggris yang akan diusut ulang oleh polisi dan M15 setelah klaim keterlibatan Rusia. BuzzFeed News mengklaim memiliki bukti ada 14 kematian misterius yang diduga dilakukan mata-mata Rusia ata sekutu mafianya.

Tentang Glushkov

Almarhum Glushkov lahir di Rusia tahun 1949 dan dibesarkan oleh pemerintahan totaliter Uni Soviet. Setelah Soviet bubar Glushkov berkarir di bidang bisnis sejak awal 1990-an. Dia menjadi seorang pengusaha terkemuka di Rusia. Bersahabat karib dengan Berezovsky. Jabatan Wakil Direktur maskapai penerbangan Aeroflot – perusahaan negara milik Rusia – pernah dipegangnya.

Dalam sebuah wawancara dengan New York Times pada 1992, Gluskhov yang kala itu berusia 42 tahun menyebutkan dirinya “mantan fisikawan dan pernah mengajar guru Bahasa Inggris. Selanjutnya dia putar halauan menjadi pebisnis.

Sayang – saat karirnya sedang menanjak pesat dengan menjabat Wakil Direktur Aeroflot didera isu korupsi. Kedekatannya dengan tokoh bisnis Boris Berezovsky yang juga pesaing tangguh bagi Vladimir Putin dalam panggung “game of throne” di Rusia. Sejak awal karirnya menjadi politisi Putin memang getol menghabisi pesaing-pesaing politik yang bisa menggulingkannya.

Boris Berezovsky pesaing Putin yang juga sahabat Gluskov tewas pada 2013

Kehebatan Berezovsky dapat dilihat dalam publikasi majalah Forbes – majalah yang khusus menyoroti orang kaya dunia – menyebutkan Berezovsky sebagai orang paling berpengaruh di Rusia. Kala itu Forbes mengajukan pertanyaan tentang kehebatannya mengelola AutoVAZ dan Aeroflot.

Glushkov sendiri juga digambarkan Forbes memiliki sejarah yang tidak bagus di Rusia. Dalam penelusuran Forbes dia pernah dikabarkan tahun 1982 – saat Soviet masih berkuasa – divonis bersalah atas kasus pencurian properti milik negara. Namun dalam “game of throne” di Rusia Glushkov berada dalam posisi berlawanan dengan Vladimir Putin dan lebih memilih Boris Berezovsky sebagai pesaing tangguh Putin.

Artikel lama majalah Forbes itu selanjutnya diperkarakan oleh Glushkov di Pengadilan Tinggi London yang akhirnya diselesaikan di luar pengadilan. Apakah tuduhan itu terbukti atau tidak kembali muncul pada 1999. Maskapai penerbangan Aeroflot digrebek polisi Rusia pada tahun itu. Penggrebekan itu disebut Majalah The Moscow Times sebagai “serangan terus menerus terhadap konglomerat Rusia yang terhubung dengan Boris Berezovsky”.

Tuduhan atas Glushkov dan Berezovsky terkait kasus pencucian ratusan juta dolar AS dari perusahaan penerbangan itu. Gluskov langsung dijebloskan ke penjara karena didakwa menggelapkan dana Aeroflot melalui perusahaan pembayarannya – Andava. Dia pada 2004 baru divonis – terhitung 5 tahun sejak dipenjara.

Saat penggrebekan terjadi Berezovsky sudah kabur ke Inggris. Di pelarian Berezovsky masih melibatkan diri dalam game of throne dengan mendanai oposisi Partai Liberal Rusia yang dua anggotanya tewas dibunuh. Berezovsky dan Glushkov memang dua pelarian Rusia yang dikenal menentang Putin. Keduanya pun akan tetap diburu hingga kematiannya.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here