Politik Salon dan Rendahnya Preferensi Memilih Pemimpin

Nusantara.news, Jakarta – Almarhum penyair WS. Rendra, di tahun 1980an, pernah memperkenalkan sebuah istilah yang kemudian terkenal: ‘penyair salon’. Mereka, tulis Rendra dalam sajaknya, adalah penyair yang asyik “bersajak tentang anggur dan rembulan” tetapi melupakan realitas sosial yang buruk tempat di mana mereka berpijak. Penyair yang sibuk bersolek diri dengan keindahan kata-kata, namun tak mau terlibat … Lanjutkan membaca Politik Salon dan Rendahnya Preferensi Memilih Pemimpin