Politisi Senior Banyuwangi Ingatkan Pemilihan AKD Mengacu Azas Proporsionalitas

0
81

Nusantara.news, Banyuwangi – Rencana perombakan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) di lingkungan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banyuwangi memancing reaksi politikus senior. Salah satu yang memberikan reaksi adalah mantan Ketua DPRD Banyuwangi periode 2004-2009, Ir Wahyudi SH MH.

Wahyudi menjelaskan dalam proses perubahan AKD harus mengadopsi teori keseimbangan, yakni mengacu pada jumlah perolehan kursi masing-masing partai, axzasnya adalah proporsionalitas. “Politik tidak mengenal harus kalangan akademi atau sejenisnya, karena pilihan rakyat itu menyangkut kepercayaan,” ungkapnya, Kamis (16/2/2017).

Menurut Wahyudi persoalan skuad dalam AKD bukan dilandaskan pada kapasitas akademik. Aspek terbesar yang diperlukan adalah kekuasaan dan kebijakan politik. “Bukan nberarti tiudak perlu kalangan akademis, sebab soal itu sudah diakomodasi dengan adanya tenaga ahli yang membantu di belakang setiap dewan,” tambahnya.

Politikus senior ini jangan cederiai konsep proporsionalisme. Sebab, jika konsep proporsional ini tercederai maka sama saja dewan berkhianat kepada rakyat dan efek sampingnya adalah perpecahan di tengah iklim perpolitikan Banyuwangi yang sudah kondusif.

Pendapat senada disampaikan Eko Sukartono, mantan Wakil Ketua DPRD Banyuwangi periode 2004-2009. Dirinya berharap sosok yang menjabat AKD harus memiliki kepedulian pada masyarakat. “Seperti contohnya saat banjir melanda Banyuwangi, mana ada anggota DPRD yang turun ke lapangan, padahal Bupati Anas sudah mendatangi lokasi,” tegasnya.

Rencananya pada bulan Februari 2017 ini, DPRD Banyuwangi akan melaksanakan perombakan AKD, di antaranya kursi Ketua Komisi dan Badan Kehormatan (BK). []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here