Polling Terbaru di AS : Demokrat Kandaskan Republik

0
251
Presentasi jajak pendapat yang diselenggarakan NBC/WSJ yang menempatkan Demokrat unggul 10 poin atas Republik / NBC News

Nusantara.news, Jakarta – Menjelang Pemilu sela untuk memilih anggota Kongres di Amerika Serikat (AS) November 2018 nanti, Partai Demokrat unggul 10 point atas Partai Republik. Biro Investigasi Federal (FBI/Federal Bureau Investigation) juga tercatat meraih sentiment positif tertinggi. Presiden Trump juga tercatat sebagai Prresiden dengan tingkat kepercayaan paling rendah sepanjang sejarah Amerika.

Itulah hasil jajak pendapat NBC News/WSJ – Wall Street Journal – pada 10-14 Maret 2018. Partai Demokrat memimpin keunggulan 10 point atas Partai Republik dalam preferensi anggota kongres yang akan dipilih pada pemilihan paruh waktu November 2018 ini. Apabila hasil jajak pendapat itu berlangsung secara konsisten hingga pemilihan berlangsung – maka Partai Demokrat akan mengambil alih kontrol di Kongres yang selama ini dikendalikan Grand Old Party (GOP) alias Partai Republik.

Preferensi dukungan untuk Kongres

Di antara pemilih terdaftar 50 persen menginginkan Kongres dikendalikan oleh Partai Republik. Sedangkan yang memilih Partai Republik hanya 40 persen saja. Keunggulan 10 point atau 2 digit itu menunjukkan performa yang kuat untuk calon-calon dari Partai Demokrat memenangkan pemilihan di setiap daerah pemilihan (ET/electoral territory) yang diperebutkan.

Hasil jajak pendapat itu juga menyebutkan pemilih tradisional Partai Demokrat unggul dalam antusiasme menyambut pemilihan sela ketimbang pemilih tradisional GOP. Tercatat 60% pemilih Demokrat akan mendatangi tempat pemungutan suara (TPS). Sebaliknya hanya tercatat 54% pemilih Republik yang terdorong mendatangi TPS. Selain itu 64% pemilih Hillary Clinton pada Pemilu Presiden 2018 tertarik berpartisipasi dalam pemilu sela. Sedangkan pemilih Donald Trump yang tertarik ke TPS hanya 57%.

Di antara pemilih independent (swing voters) Demokrat juga masih unggul 12 point dengan rincian 48% berbanding 36%. Tingkat kepercayaan kepada Donald J Trump juga meningkat dari 39% pada jajak pendapat Januari menjadi 43% pada jajak pendapat bulan Maret ini. Tercatat 53 persen tidak setuju dengan kebijakan Trump atau turun dari 57% pada dua bulan yang lalu.

Tingkat kepercayaan terhadap kinerja presiden

Tingkat kepercayaan terhadap Trump terdongkrak oleh suara pemilih Republik. Kebijakan yang menyangkut proteksi atas produk asli Amerika didukung penuh pemilih GOP. Kalau Januari lalu pemilih Republik yang setuju dengan kebijakan Trump hanya 78% bulan ini meningkat menjadi 84%. Sedangkan Trump juga meningkatkan performanya di antara pria kulit putih dari 52% menjadi 59% dan pemilih independent dari 33% menjadi 45%.

“Para pendukung Trump dapat membantu jagoannya dalam Pilpres 2020. Tapi Partai Republik sudah mendapatkan tanda lampu merah yang berkedip pada Pemilu sela nanti,” ucap analis jajak pendapat dari Partai Demokrat – Fred Yang – yang juga hadir dalam presentasi jajak pendapat bersama poller Partai Republik – Bill McInturff.

Namun apabila dibandingkan data-data sebelumnya – persetujuan terhadap Trump yang hanya 43% adalah yang terendah dalam sejarah Presiden AS yang sudah menyelesaikan 14 bulan masa jabatannya. Angka ini tidak mengherankan karena kemenangan Trump memicu anggapan tentang dugaan keterlibatan mata-mata Rusia dalam proses pemenangannya.

“Dari survei ke survei, angka memang naik. Namun, keadaan hari ini terus berlanjut untuk menceritakan hal yang sama – seorang presiden dengan persetujuan pekerjaan yang lebih rendah dari rata-rata memulai tahun keduanya (dibandingkan presiden AS sebelumnya) dengan keinggulan partai democrat dalam jajak pendapat sekarang ini,” ulas McInturff.

Sentimen positif dan negatif

Jajak pendapat NBC/WSJ juga mencatat sentiment positif tertinggi terhadap lembaga-lembaga politik dan individu yang sedang menjabat diraih oleh FBI (sentiment positif 48% dan negatif 20%), disusul Planned Parenthood (positif 52% negatif 25%), Gerakan “Saya Terlalu” (positif 35% negatif 18%) dan Pengacara Khusus Robert Mueler (28% positif dan 19% negatif).

Sejumlah tokoh dan lembaga tidak populer mencatatkan sentiment negatif – masing-masing Ketua DPR Paul Ryan (positif 24% negatif 37%), Presiden Donald J Trump (positif 37% negatif 52%) dan Pimpinan DPR asal Demokrat Nancy Pelosi (positif 21% dan negatif 43%).

Angka dalam jajak pendapat cukup menggambarkan adanya krisis ketidak-percayaan yang akut terhadap tokoh maupun lembaga politik di AS. Sebaliknya lembaga penegakan hukum seperti FBI yang gagal menyikapi laporan warga sebelum terjadinya penembakan di Florida justru mendapatkan sentimen positif tertinggi di antara lembaga dan individu yang sedang menjabat.

Catatan lainnya, kendati Partai Demokrat lebih diunggulkan 10 point atas GOP, namun head to head di antara pimpinannya – Paul Ryan (GOP) Vs Nancy Pelosi (Demokrat) – ternyata sentimen negatif terhadap Pelosi lebih tinggi ketimbang Ryan. Dengan kata lain Demokrat mesti hati-hati menempatkan calonnya di setiap daerah pemilihan.

Jajak pendapat NBC/WSJ itu diselenggarakan pada 10-14 Maret 2018 yang melibatkan 1.100 responden dewasa – hampir setengahnya diwawancara lewat telepon seluler – dengan margin kesalahan kurang lebih 3%. Ada pun margin of error di antara 930 pemilih terdaftar kurang lebih mencapai 3,2%. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here