Pemilu Prancis 2017

Popularitas Melorot, Le Pen Minta Bantuan Rusia?

0
63
Marine Le Pen

Nusantara.news – Kandidat calon presiden dari partai sayap kanan Prancis Front National (FN) Marine Le Pen tengah berada di Rusia, Jumat (24/3) ini. Berbalut agenda pembicaraan soal isu kerja sama Rusia-Prancis dan terorisme, apa sejatinya makna kunjungan Le Pen ke negeri beruang merah ini?

Sejak kemunculannya dalam kancah pertarungan pemilihan presiden Prancis yang akan digelar 27 April dan 7 Mei mendatang, Le Pen beberapa kali disebut mendapat sokongan dari Rusia. Salah satunya taipan pasar modal George Soros, yang menduga Vladimir Putin akan campur tangan dalam pemilu Prancis lewat Le Pen. Pola yang digunakan sama dengan yang terjadi pada Pilpres AS yang mendapuk Donald Trump sebagai pemenang.

Le Pen pernah mendapatkan pinjaman dana sebesar 9 juta Euro dari bank Rusia, First Czech-Russian Bank, yang membantunya membiayai kampanye pada tahun 2014.

Pada tahun yang sama, partai FN yang didirikan ayah Le Pen, Jean-Marie Le Pen juga menerima pinjaman sekitar 2 juta euro dari bank Rusia Cotelec yang berbasis di Siprus, sebagaimana dilaporkan media Prancis Mediapart. Le Pen beralasan, ketika itu tidak ada bank di Prancis yang mau membantunya.

Sejauh ini, Le Pen masih memiliki pinjaman sebesar 6 juta euro dari Cotelec, menurut laporan harta kekayaan dari otoritas Prncis yang diumumkan minggu ini.

Lantas, apakah kunjungan Le Pen ke Rusia kali ini juga dalam rangka menggalang dana untuk kemenangannya pada Pemilu nanti?

Le Pen memang masih mencari pinjaman untuk membantunya membiayai kampanye-kampanye sebagai calon presiden Prancis pada Pilpres mendatang.

Sebagaimana dikutip Bloomberg Kamis (23/3), bendahara kampanye Le Pen, Jean-Michel Dubois, tidak mau menanggapi isu rencana Le Pen untuk bertemu dengan calon pemberi pinjaman selama kunjungannya di Rusia.

Di Rusia Le Pen diagendakan untuk melakukan serangkaian pertemuan dan pembicaraan dengan pejabat tinggi Rusia, belum diketahui pasti apakah dia juga akan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Di Moskow, pemimpin partai FN itu juga akan bertemu dengan anggota parlemen Rusia. Le Pen sejauh ini memuji hubungan yang kuat antara Prancis dan Rusia. Dia juga menginginkan Uni Eropa mencabut sanksi terhadap Rusia terkait aneksasi Semenanjung Crimea di Ukraina. Sebaliknya, pihak Kremlin juga memuji Le Pen.

Kunjungan Le Pen ke Rusia kali ini merupakan yang keempat sejak tahun 2011. Kunjungan  dilakukan menjelang pemilihan presiden Prancis yang akan dilangsungkan beberapa pekan ke depan.

Dalam jajak pendapat terakhir yang dilakukan Harris Interactive pada 21-22 Maret, tokoh politik tengah Emmanuel Macron berhasil menyalip elektabilitas Le Pen yang sebelumnya selalu unggul. Macron diperkirakan memenangi Pilpres putaran pertama bulan depan.

Macron diproyeksikan meraih 26% suara pada putaran pertama 23 April, disusul Le Pen pada posisi 25%, menurut hasil jajak pendapat yang ditayangkan sejumlah stasiun televisi di Prancis sebagaimana dikutip Reuters, Kamis (23/3). Jajak pendapat digelar setelah kedua tokoh tersebut berdebat sengit dengan menghadirkan seluruh kandidat presiden.

Kandidat dari partai konservatif Francois Fillon mengalami penurunan suara ke 18% dari 20% pada jajak pendapat sebelumnya. Fillon masih terus berupaya mendongkrak elektabilitasnya yang turun akibat skandal keuangan yang melibatkan istri dan kedua putrinya.

Sementara itu, suara kandidat dari partai ekstrem kanan Jean-Luc Melenchon naik ke posisi 13,5% atau untuk pertama kalinya melewati posisi skor kandidat partai berkuasa Benoit Hamon dari partai sosialis sebesar 12,5%.

Menurut jajak pendapat ini, Macron diperkirakan memenangi pilpres mengalahkan Le Pen, baik putaran pertama maupun kedua. Tapi tim pemenangan Marine Le Pen mengatakan, jajak pendapat bisa saja salah.

Apakah kunjungan Le Pen ke Rusia dapat diartikan semacam upaya mencari ‘bantuan’ di tengah melorotnya elektabilitas tokoh populis ini? Kuat dugaan, Rusia bakal kembali “campur tangan” sebagaimana pada Pilpres Amerika dengan memenangkan Donald Trump. Tapi menjadi masalah ketika hubungan Vladimir Putin dan Donald Trump akhir-akhir ini semain dingin  setelah penyelidikan dugaan campur tangan Rusia di Pilpres AS semakin serius. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here