Potret Kabupaten Sitaro: Nasib dan Perjuangan Nelayan Di Wilayah Perbatasan

0
238

Nusantara.news, Kabupaten Sitaro – Sulawesi Utara merupakan salah satu provinsi stategis di sektor kedaulatan, khususnya perikanaan. Di provinsi ini 11 dari 92 pulau berada di wilayah terdepan NKRI yang langsung berbatasan dengan negara tetangga, Filipina. Di provinsi ini terdapat Kabupaten Sitaro, yang secara geografis berbentuk kepulauan.

Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro atau disingkat Kabupaten Sitaro dengan Ibukota Ondong Siau ini dibentuk pada tahun 2007. Kabupaten ini terdiri 47 buah pulau besar maupun kecil di mana 10 buah pulau di antaranya berpenghuni dan 37 pulau tidak berpenghuni. 80% wilayahnya merupakan lautan dengan panjang garis pantai ±98,6 km dengan luas wilayah 275,96 km2.

Spesies euthynnus affinis (Latin) yang dalam bahasa lokal ikan deho merupakan salah satu hasil tangkapan para nelayan tradisional Desa Buhias, Pulau Siau. Dengan alat tangkap sederhana, seperti kail, mereka biasanya pergi melaut dari pukul 4-7 pagi dengan hasil tangkapan yang relatif pas-pasan untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.

Hasil tangkapan mereka rata-rata sekitar 1-2 ember ukuran sedang per hari. Satu ember berisi sekitar 15 kg ikan deho. Hasilnya dijual ke pasar lokal di pulau Siau Ulu dengan harga sekitar Rp Rp30  ribu/ember. Acap kali, karena harus bersaing dengan sesame nelayan dari pulau lain harga ikan pun jatuh di bawah j auh Rp30  ribu/ember.

Bahkan dengan biaya operasional yang relatif tinggi, tak jarang mereka harus menanggung kerugian. Lemahnya teknologi serta kurangnya armada penangkapan, belum adanya industri pengolahan hasil perikanan serta lemahnya akseks ke pasar, memang  menjadi tantangan tersendiri para nelayan di Kabupaten Sitaro.  Kekuatan ekonomi masyarakat di sini memang masih jauh dari memadai.

Persoalan ini tentu menjadi tantangan sekaligus PR bagi semua stakeholder, tidak saja  pemerintah, pengusaha, akademisi, tetapi juga kalangan politisi, LSM dsb. Harapan ini agaknya tidak berlebihan, mengingat Kebupaten Sitaro merupakan salah satu etalase yang menampilkan wajah Indonesia. Oleh Karena itu, wilayah ini memiliki posisi strategis dilihat dari sisi kepentingan nasional. Sulitnya kehidupan nelayan yang nota bene merupakan mayoritas pekerjaan masyarakat di wilayah ini potensial memunculkan kerawanan dalam bentuk pengaruh kekuatan asing. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here