PPP ‘Pulangkan’ Kholilurrahman-Fathorahman, Rivalitas dengan PKB Tak Terbendung

0
55

Nusantara.news, Pamekasan – Nuansa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Pamekasan mengulang cerita lama tentang rivalitas dua partai yang sama-sama berbasis umat Islam, PPP dan saudara mudanya PKB. Sempat merasakan manisnya karier politik bersama PKB, menjadi bupati periode 2008-2013 dan anggota DPR RI periode 2014-2019, Kholilurrahman tinggal selangkah kembali ke pangkuan PPP.

Kendati belum ada surat tertulis yang dikirim DPP PPP, namun internal DPC PPP Pamekasan menegaskan jika rekomendasi sudah 99 persen diturunkan kepada pasangan calon Kholilurrahman-Fathorahman untuk bertarung di Pilkada 2018. “Sudah pasti kok rekomnya turun kepada pasangan yang sudah sejak awal kami usung,” terang Sekretaris DPC PPP Pamekasan Muhsin, membeber informasi lisan yang dia terima, Jumat (8/11/2017) malam.

Karena itu, meski belum ada surat resmi dari DPP, Muhsin berani memastikan jika dua nama itu merupakan pilihan terbaik bagi PPP. Ini tentu saja menarik jika melihat keputusan yang diambil. Mendominasi perolehan suara pada Pilkada 2013, PPP berhasil menempatkan pasangan Achmad Syafi’i-Kholil Asy’ari sebagai bupati dan wakil bupati peraih suara terbanyak.

Namun, setahun jelang masa jabatan periode pertama berakhir, Achmad Syafi’i diterpa kasus dugaan KKN terkait dana desa. Cacat ini yang kemungkinan jadi salah satu parameter PPP tidak lagi mempertahankan wakil bupati petahana Kholil Asy’ari yang masih tersisa. Sebagai gantinya, dipilih Fathorrohman yang merupakan kader PPP sendiri.

Nilai plus lain Fathorrahman dibanding Kholil Asy’ari adalah statusnya sebagai alumni Pondok Pesantren Banyuanyar. Pesantren yang berdiri sejak 1799 M ini merupakan salah satu penyokong utama PPP hingga kini. Bisa dianggap, pondok yang kini diasuh RKH. Muhammad Syamsul Arifin bin KH. Abdul Lathif, memiliki pengaruh besar dalam mengarahkan kebijakan politik di Pamekasan dan Madura umumnya.

Faktor ini yang membuat Kholilurrahman berani meninggalkan PKB untuk bertarung di Pilkada nanti. “Keputusan ini patut disyukuri karena punya arti jika PPP menampung aspirasi rakyat Pamekasan. Dua kali hasil survei yang saya ketahui menjadi pertimbangan maju kendati PKB mengusung nama lain,” sebutnya beberapa waktu lalu.

PKB sendiri memilih anggota DPRD Jatim Badrut Tamam sebagai calon bupati. Rekomendasi yang diterima bahkan jauh hari sudah diturunkan Muhaimin Iskandar selaku Ketua Umum DPP PKB bersamaan dengan keputusan mengusung Saifullah Yusuf sebagai calon gubernur Jatim. Dengan usia lebih muda, DPP sepertinya punya strategi khusus untuk mendulang suara generasi milenial.

Pilihan ini serupa dengan PKS yang resmi memberikan rekomendasi kepada Badrut Tamam. “DPP PKS memberikan kabar bahwa rekomendasi untuk pasangan calon yang akan ikut Pilkada 2018 sudah ditandatangani,” ujar Sekretaris DPW PKS Jatim Irwan Setiawan ketika dikonfirmasi wartawan di Surabaya.

Dengan kepastian ini, setidaknya sudah ada 3 partai berbasis Islam yang berdiri di belakang Badrut Tamam. Satu partai lainnya adalah PAN yang juga mengajukan kadernya, Heru Budi Prayitono (Ketua DPD PAN Pamekasan) untuk mendampingi.

Terkait dukungan ini, Ketua DPW PKS Jatim Arif Hari Setiawan sudah instruksikan mesin partai untuk segera bergerak. “Pengurus harus mulai berjalan menguatkan kader, anggota DPRD dan struktur partai agar memenangkan kandidat yang diusung. Segera lakukan konsolidasi, koalisi dan sosialisasi,” ucapnya.

Arif juga mengingatkan agar selalu meminta arahan para alim ulama dan tokoh masyarakat dalam proses pemenangan. “Kami bukan hanya ingin kemenangan. Tetapi juga kemenangan yang barokah dan membawa maslahat bagi rakyat,” katanya.

Dinamika demokrasi di Pamekasan ini bisa menjadi gambaran bahwa gejolak di elite partai ternyata bisa dipinggirkan demi memperjuangkan calon bersama. Namun akan lebih baik jika keputusan itu mengutamakan kemaslahatan umat. Sebab, di banding Sumenep atau Bangkalan, Pamekasan masih menuai banyak persoalan dalam memangkas kesenjangan.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here