Prabowo Umumkan Calon Menteri, Kapan Jokowi?

0
520

DALAM Tajuk Nusantara ini, sudah dua kali kita mengingatkan agar setiap calon presiden mengumumkan susunan kabinetnya jika nanti memenangkan Pemilu 2019. Dasar pemikiran kita adalah menteri-menteri kabinet itulah yang menjadi pelaksana kebijakan presiden. Merekalah yang menerjemahkannya kebijakan presiden ke dalam rencana strategis dan taktis.

Namun, sampai hari ini, 20 hari menjelang pemilu, baru Prabowo yang berani mengumumkan beberapa nama orang yang bakal diangkatnya menjadi menteri ketika memerintah nanti. Itu disampaikan Prabowo ketika berkampanye di lapangan Sidolig, Bandung, Kamis (28/3/2019) kemarin.

Prabowo menyebut beberapa nama terkenal, seperti Agus Harimurti Yudhoyono, Presiden PKS Sohibul Iman,  Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Sekjen PAN Eddy Soeparno, Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan, dan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal.

Nama-nama itu, menurut Prabowo, mempunyai kapasitas yang cukup untuk duduk di kabinet. Memang, baru beberapa nama yang disebut, itu pun hanya sepintas saja, dalam arti belum berupa pengumuman resmi tentang rencana susunan personalia kabinet Prabowo-Sandiaga nanti.

Tetapi, itu pun sudah lumayan. Setidaknya Prabowo sudah memulai tradisi baru dalam politik: Menyebut nama calon menteri beberapa hari menjelang pemungutan suara.

Mengapa Prabowo mengumumkan nama-nama calon menterinya? “Agar rakyat tidak membeli kucing dalam karung,” katanya.

Kita sependapat. Dalam pandangan kita, ini alasan mendasar. Partisipasi rakyat dalam pemilu harus dirangsang dengan keberpihakan rasional, bukan emosional semata. Agar rakyat bisa menimbang-nimbang kepada siapa pilihan hendak mereka jatuhkan sebagai sandaran harapan.

Pemimpin harus mendidik rakyatnya agar pilihan dalam Pemilu Presiden tidak hanya semata tertarik pada kapasitas, kapabilitas dan integritas calon presiden, tetapi juga berdasarkan penilaian terhadap personalia kabinet. Formasi kabinet yang menjanjikan mesti menjadi satu-satunya unique selling point calon presiden di mata pemilih.

Sebab, kemampuan memilih menteri  sangat menentukan kesuksesan pemerintahan. Karena itu rakyat berkepentingan memilih presiden yang memiliki tim kabinet terbaik. Rakyat berhak mengetahui siapa saja yang akan mengurus negara ini nanti. Dan mereka berhak berkata tidak kepada calon presiden yang kabinetnya tidak menjanjikan.

Karena, sejatinya, pemilu itu tidak hanya memilih presiden-wakil presiden sebagai perseorangan, tetapi juga memilih presiden dengan seluruh pembantunya. Sebab sehebat apa pun seorang calon presiden, dia tak akan mampu berbuat apa-apa jika tidak disertai dengan para pembantu yang mumpuni.

Selain calon menteri, struktur kementerian dan lembaga pun menentukan. Sebab itu juga mencerminkan kemampuan presiden dalam penguasaan masalah. Rancang bangun atau nomenklatur kementerian dan lembaga amat bergantung pada peta permasalahan yang dihadapi, serta kebijakan dan strategi menyelesaikan masalah itu. Dalam atau dangkalnya pemahaman Presiden terhadap spektrum masalah akan tergambar dari formasi dan struktur kementerian yang akan dibentuk.

Presiden boleh saja mengganti struktur dan nomenklatur kementerian, bergantung pada spektrum masalah yang dihadapi. Hanya bidang-bidang tertentu yang tak boleh diganti, yakni Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian Pertahanan. Presiden pun dilarang mengubah tiga kementerian ini, seperti ditegaskan dalam Pasal 17 UU Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara.

Sebab keberadaan menteri di tiga kementerian itu juga menyangkut antisipasi kejadian yang mungkin terjadi seperti dicantumkan dalam Pasal 8 ayat 3 UUD Negara Republik Indonesia 1945, yakni secara bersama-sama melaksanakan tugas kepresiden apabila Presiden dan Wakil Presiden mangkat, berhenti, diberhentikan, atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya secara bersamaan.

Kini, tentu saja publik sangat berharap Prabowo akan segera mengumumkan susunan lengkap kementerian dan orang-orang yang akan menempati posisi menteri di kabinetnya nanti. Publik juga menunggu, apakah Jokowi juga akan melakukan hal yang sama. Mereka mestinya sudah mengumumkan itu sebelum rakyat datang ke TPS memberikan suaranya.

Sebab rakyat hanya akan memilih pasangan Capres-Cawapres dengan komposisi dan formasi kabinet terbaik.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here