Presiden Azerbaijan Hampiri Stand Jatim di AITF 2018

0
59
"Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev menyalami Gubernur Jatim Soekarwo di lokasi Pameran AITF 2018" (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Nusantara.news, Surabaya – Ada yang menarik saat Gubernur Jawa Timur Soekarwo bersama Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur Nina Soekarwo datang dan meninjau stand pariwisata Jawa Timur, yang mewakili Indonesia di ajang Azerbaijan International Travel and Tourism Fair (AITF) 2018 di Baku Expo Center, Azerbaijan, Jumat (5/4/2018).

Kunjungan Gubernur Jatim itu dalam rangka untuk terus meningkatkan promosi dagang dan kerjasama di ajang trade, tourism, and investment yang digelar mulai tanggal 2 hingga 15 April 2018, di tiga negara, yakni di Georgia, Azerbaijan, dan India.

Di areal AITF, saat Pakde Karwo didampingi sejumlah orang dari delegasi Provinsi Jatim dengan bersemangat menjelaskan dan memperkenalkan tempat wisata serta berbagai kerajinan dari sejumlah daerah di Jatim kepada pengunjung. Bersamaan dengan itu muncul dan menghampiri mendekat ke stand pameran Provinsi Jatim adalah orang nomor satu di negara itu, yakni Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev.

Sontak, banyak orang berbisik kalau kedatangan Gubernur Jatim yang akrab dengan sapaan Pakde Karwo itu disebutkan sangat istimewa, lantaran bersamaan dengan kunjungan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev ke lokasi AITF 2018. Kepala negara Ilham Aliyev langsung mendekati ke stand Jawa Timur. Obrolan pun terjadi, diawali dengan jabat tangan antara kedua pejabat negara itu. Informasi yang di dapat, Presiden Ilham pun dengan semangat melontarkan pertanyaan tentang Indonesia dan Provinsi Jatim yang mewakili Indonesia di ajang pameran bergengsi itu.

“Ini merupakan kebanggaan kita semua. Jawa Timur adalah satunya-satunya provinsi yang dipercaya mewakili Indonesia di ajang pameran bergengsi ini,” kata Soekarwo, melalui Kepala Humas Pemprov Jatim kepada Nusantara.news, kemarin.

“Kedatangan Pakde Karwo di negara itu disebut sangat istimewa, lantaran bersamaan dengan kunjungan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev ke lokasi Pameran AITF 2018” (Foto: Humas Pemprov Jatim)

Disebutkan, stand pameran Jawa Timur seluas 15M2 berada diposisi strategis di areal pameran. Tepatnya terletak di sebelah pintu masuk pameran, berhadapan langsung dengan stand Baku, Ibukota Azerbajian, yang menampilkan potensi wisata, serta maskapai Azerbaijan.

Pameran pariwisata dan travel internasional AITF 2018 merupakan penyelenggaraan ke-17 yang dilaksanakan selama tiga hari, 5-7 April 2018. Di areal pameran itu terdiri dari 218 stand, AITF 2018 diikuti banyak negara, selain Indonesia, Azerbaijan, Georgia, Italia, Maroko, Rusia dan sejumlah negara lainnya.

Gubernur Jatim Bertandang ke Toss

Sebelumnya, di sela jadwal kunjungannya ke Georgia, Pakde Karwo bersama Duta Besar RI untuk Georgia, Ukraina, dan Rumania, Yuddy Chrisnandi juga menyempatkan melakukan kunjungan dan melihat dari dekat Layanan Satu Pintu Tiblisi atau Tiblisi One Stop Service (TOSS)

Di tempat itu, kedatangan rombongan dari Jawa Timur diterima oleh direktur TOSS. Soekarwo pun disambut baik dan menerima penjelasan langsung tentang berbagai bentuk layanan yang berada di unit organisasi dibawahi oleh Kementerian Kehakiman Georgia.

Diperoleh keterangan, di lokasi layanan cepat itu menangani sedikitnya 400 jenis layanan, mulai KTP, akta kelahiran, akta nikah, SIM, sampai dengan paspor. Menarik sekali, di tempat itu ada 400 jenis layanan. Dalam sehari dikunjungi rata-rata 10 ribu pengunjung. Dengan didukung teknologi tinggi, layanan dilakukan hanya memakan waktu sekitar 7 menit, seperti yang disampaikan Biro Humas Pemprov Jatim.

Profil Negara Azerbaijan

Republik Azerbaijan merupakan sebuah negara yang terdapat di Kaukasus. Tepatnya, terletak di Asia Barat, yakni di persimpangan Eropa dan Asia Barat Daya. Sebelah utara negara ini berbatasan dengan Rusia. Sebelah barat, berbatasan dengan Georgia dan Armenia.

Sedangkan di sebelah selatan, negara ini berbatasan dengan negara Iran. Sebelah timur berbatasan dengan Laut Kaspia. Negara Azerbaijan memiliki nama resmi yaitu Republik Azerbaijan.

Negara Azerbaijan merupakan suatu negara sekuler dan telah menjadi anggota dari dewan Eropa, tepatnya sejak tahun 2001.

Agama yang dianut penduduknya, mayoritas Muslim Shia, mereka merupakan keturunan dari Turki Barat yang dikenal dengan sebutan Azerbaijani atau Azeri. Azerbaijan ini bentuk negaranya demokrasi. Meskipun demikian, negara ini menetapkan peraturan otoritas yang cukup kuat.

Komposisi Penduduk Negara Azerbaijan

Di Negara Azerbaijan komposisi penduduknya di antaranya, suku Azeri sebanyak 90,6%, etnik Dagesti sebanyak 2,2%, etnik Rusia sebanyak 1,8%, etnik Armenia sebanyak 1,5%, dan etnik lain sebanyak 3,9%. Hampir semua etnis penduduk tinggal di daerah Nagomo-Karabagh.

Bangsa Azerbaijan merupakan kelompok etnis yang berada di wilayah Iran Barat Laut dan Republik Azerbaijan. Umumnya mereka disebut Azeri, dan mereka tinggal di wilayah Kaukasus sampai Iran. Mayoritas bangsa Azerbaijan menganut agama Muslim Syi’ah.

“Republik Azerbaijan merupakan sebuah negara yang terdapat di Kaukasus. Tepatnya, terletak di Asia Barat, yakni di persimpangan Eropa dan Asia Barat Daya”

Meskipun hidup terpisah sebagai akibat dari Traktat Gulistan dan Turkmenchay, di mana Iran kehilangan wilayah utaranya ke Rusia, bangsa Azerbaijan merupakan kelompok etnis yang satu. Meskipun demikian, muncul perbedaan yang terjadi di antara bangsa Azerbaijan utara dan selatan, itu sebagai akibat dari perbedaan evolusi sosial.

Masyarakat di negara itu menggunakan bahasa Azeri sebanyak 89%, bahasa Rusia sebanyak 3%, bahasa Armenia sebanyak 2% dan bahasa lainnya 6%.

Bahasa itu dipakai oleh 260 juta penduduk di antaranya di Iran, Azerbaijan, Irak, Rusia, Turki, Georgia dan Suriah. Rumpun bahasanya adalah Turki, terdiri dari Oghuz, Oghuz Barat dan Azeri. Sistem penulisan di Azerbaijan berbentuk Latin, di Rusia berbentuk Sirillik, dan di Iran berbentuk Abjad Persia. Penggunaan bahasa diatur oleh Azerbaijan National Academy of Sciences.

Bahasa yang dituturkan oleh penduduk Azerbaijan dan 25% penduduk Iran ini menjadi bahasa ibu bagi pendudukan di Provinsi Azerbaijan e-Gharbi, Azerbaijan-e- Sharqi, Ardabil, dan zanjan, Iran. Selain itu, banyak juga penutur bahasa ini yang bermukim di wilayah Teheran dan kota-kota besar lainnya di Iran. Selain itu, ada sekitar 500 ribu penutur bahasa ini tinggal di wilayah Kars, Turki Timur berbatasan dengan Iran.

Di Republik Azerbaijan sebelum tahun 1929, bahasa ini telah ditulis dalam huruf Arab. Selanjutnya, pada tahun 1930-1940, huruf Azeri diganti dengan huruf Sirilik. Kemudian, setelah kemerdekaan pada tahun 1991, huruf Azeri ini mulai menggunakan huruf Latin dengan adaptasi dari versi Turki. Sedangkan, di Iran, pengguna bahasa Azeri menggunakan huruf Arab yang berbeda dengan sistemnya dengan Persia. Letak perbedaannya dengan Azeri di negara Azerbaijan yaitu pengaruh bahasa Persia yang sangat kuat.

Kerjasama Provinsi Jatim dengan Azerbaijan

Dengan Indonesia, kerja sama yang dilakukan antara lain, dengan PT Pelabuhan Indonesia II, yakni nota kesepahaman tentang kerja sama sister part dengan Baku International Sea Trade Port CJSC Azerbaijan. Yakni membangun kemitraan dalam bisnis maritim terutama tentang pengelolaan pelabuhan di kedua negara.

“Kerja sama Negara Azerbaijan dengan Provinsi Jatim antara lain, PT Pelabuhan Indonesia II, yakni kesepahaman kerja sama sister part dengan Baku International Sea Trade Port CJSC Azerbaijan”

Antar kedua negara juga melakukan transfer teknologi yang berhubungan dengan manajemen pelabuhan dan operasi yang berstandar internasional. Termasuk mengirim sejumlah staf operator dari Pelabuhan Baku untuk magang di pelabuhan-pelabuhan di Indonesia. Negara Azerbaijan juga mempelajari tentang manajemen pengelolaan Terminal Peti Kemas dari Pelindo. Juga tentang operasional pelabuhan khusus untuk migas dan Petrokimia.

Kerja sama dalam pengembangan ketrampilan dan perlindungan tenaga kerja migran. Fokus pada perlindungan sosial dan pengembangan riset ketenagakerjaan berbasis Islam. Indonesia juga mendukung pembentukan Organization of Islamic Cooperation Labour Center di Baku, Azerbaijan. Ini diharapkan menjadi pusat pengembangan standar perlindungan bagi pekerja migran terutama negara-negara anggota OIC.

Kerja sama lainnya, yakni sektor pariwisata dengan menggelar Bussines Meeting bersama beberapa pengusaha tour and travel Azerbaijan di Baku, termasuk berkaitan dengan pengembangan wisata religi atau wisata halal.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here