Presiden Tertua di Dunia Robert Mugabe Terancam Kudeta

1
238
Presiden Zimbabwe Robert Mugabe, tengah, tiba untuk sebuah demonstrasi solidaritas di Harare, Rabu (8/11) pekan lalu

Nusantara.news, Harare – Robert Gabriel Mugabe yang menjadi Presiden Zimbabwe sejak 31 Desember 1987 terancam kudeta militer di negaranya. Dilaporkan, Selasa (14/11) kemarin, 4 buah tank mengepung akses ke istana kepresidenan.

Mugabe adalah presiden tertua di dunia. Dia lahir di Harare, 21 Februari 1924. Meskipun sudah tua namun Mugabe belum pikun dengan kekuasaannya. Terakhir kali dia memecat Wakil Presiden Emmerson Mnangagwa yang juga sudah sepuh, 81 tahun umurnya. Gilanya lagi, Mugabe berencana mengganti Mnangagwa dengan istrinya sendiri, Grace.

Untuk memuluskan hasrat kekuasaannya Mugabe memecat kader-kader Partai Zanu-PF yang juga dipimpinnya. Pemecatan ini ditentang oleh Komandan Tentara Nasional Zimbabwe Jenderal Constantino Chiwenga. Dalam pernyataannya, Constantino menyebutkan, tentara siap untuk campur tangan untuk mengakhiri pembersihan dalam partai Zanu-PF yang berkuasa.

Pernyataan Jenderal Constantino tampaknya segera diwujudkan. Sejak Selasa malam tadi empat tank militer bergerak ke Ibukota. Dilaporkan pula, jalanan protocol di Harare sudah diblokir oleh kendaraan militer. Sejumlah media, diantaranya the Independent dan sejumlah media lokal Zimbabwe ramai memberitakan itu.

Bahkan televisi milik pemerintah, Zimbabwe Broadcasting (ZBC) sudah jatuh ke tangan militer. Akun twitter seorang jurnalis bernama Thomas Van Linge tampak memotret tank-tank yang bergerak ke arah ibukota. Di witternya Van Linge juga mengabadikannya dalam bentuk video.

Pergerakan tank yang direkam lewat pemilik akun twitter Thomas van Linge

Namun pergerakan militer ke ibukota itu ditentang oleh Ketua Liga Zanu-PF Kudzai Chipanga. Loyalis Mugabe itu dalam sebuah konferensi pers di ibukota Harare menyebutkan, anggotanya tidak akan pernah membiarkan angkatan bersenjata menumbangkan pemerintahan yang dipilih secara sah oleh rakyat dan siap mati membela Presiden Mugabe.

“Kami tidak akan duduk dan melipat tangan sementara ancaman dilakukan terhadap pemerintah yang terpilih secara sah,” ucap Kudzai Chipanga membalas ancaman Jenderal Constantino yang sehari sebelumnya. Senin (13/11) di hadapan 90 perwira militer mendesak Presiden Mugabe agar menghentikan pembersihan di Partai Zanu-PF. Sejak itu militer tampak bergerak.

Screnshoot akun twitter Thomas van Linge yang mengikuti pergerakan militer

Terungkap pula dari postingan media online lokal, pangkal perselisihan militer dan Presiden Mugabe tentang hilangnya pendapatan dari pertambangan berlian senilai 11 miliar dolar AS atau setara Rp145 triliun yang hilang dari kas negara. Media pemerintah menuding dicuri oleh perusahaan pertambangan asal China.

Wartawan BBC Shingai Nyoka, di Harare, mengatakan pada suatu waktu ada kemitraan antara perusahaan pertambangan tentara dan perusahaan China yang sedang mencari prospek di ladang berlian Marange yang kaya di timur negara itu.

Namun terlepas dari perselisihan itu, sesungguhnya pertarungan kekuasaan di tubuh Zanu-PF terkait erat tentang siapa calon pengganti Presiden Mugabe yang kini berusia 93 tahun. Sayap-sayap partai Zanu-PF pada umumnya mendukung Grace istri Presiden Mugabe meneruskan kekuasaan suaminya.

Hasrat Muhabe melanggengkan dinasti politiknya dimulai pekan lalu dengan memecat wakilnya, Mnangagwa. Penyebabnya tak lain karena Wakil Presiden Mnangagwa yang dijuluki buaya itu telah menegur Mugabe dengan ucapan bahwa Zanu-PF bukan milik pribadi.

Negara yang kaya tambang berlian itu ironisnya terperangkap dalam kemiskinan berkepanjangan. Bahkan inflasi di negara itu mencapai 2,2 juta persen. Bank Central Zimbabwe pun pernah mengeluarkan pecahan 100 triliun dolar. Maka terjadi redenominasi setiap 100 triliun dolar diganti 1 dolar. Karena memburuknya ekonomi ini bank sentral Zimbabwe membolehkan rakyatnya bertransaksi menggunakan dolar AS.

Negara yang tidak memiliki lautan, berbatasan Afrika Selatan di selatan, Zambia di utara, Mozambique di Timur dan Botswana di Barat itu kemerdekaannya dideklarasikan pada 11 November 1965 dan baru diakui oleh dunia pada 18 April 1980. Konstitusi di negara itu mengalami 2 kali perubahan, pertama pada April 1987 dan kedua, konstitusi yang sekarang berlaku adalah 15 Mei 2013.

Saat diakui sebagai negara merdeka, Republik Zimbabwe menganut sistem demokrasi parlementer. Robert Mugabe adalah Perdana Menteri pertama sekaligus terakhir. Setelah itu konstitusi diubah pada April 1987 dengan menganut sistem presidensial. Tampaknya perubahan konstitusi itu digunakan Robert Mugabe untuk memusatkan kekuasaannya ketuka dilantik menjadi Presiden Zimbabwe pada 31 Desember 1987.

Mugabe meraih pendidikan di sekolah missionari dan lulusan pertama dari tujuh siswa untuk South Africa’s Fort Hare University. Setelah lulus dia pulang ke Rhodesia yang sekarang bernama Zimbabwe. Bukan menjadi pastur, Mugabe  justru bergabung dengan Joshua Nkomo yang mendirikan Partai Zimbabwe African National Union (ZANU). Melalui partai itu karir politik Mugabe melesat.

Dia menjabat perdana menteri di bawah pemerintahan Presiden Pendeta Dr. Canaan Sodindo Banana (18 April 1980-31 Desember 1987). Setelah itu Mugabe menggantikan Canaan menjadi presiden. Kebijakan pertamanya sebagai presiden adalah menghapus kuota 20 kursi kulit putih di Parlemen dan 10 kursi di Senat.

Dia juga menggabungkan dua partai politik besar ZANU dan Zimbabwe African Popular Union (ZAPU) menjadi Zimbabwe African National Union-Patriotic Front (ZANU-PF) yang langsung dipimpin oleh Robert Mugabe.

Meskipun selalu menang mutlak dalam Pemilu, namun pada Pemilu 9-11 Mei 2000, Mugabe yang diduga melakukan kecurangan meraih suara hanya 1.637.642 (59 persen) suara melawan pesaingnya Morgan Tsvangirai yang meraih 1.185.793 (41 persen) suara. Sejak itu Zimbabwe dikucilkan oleh Uni Eropa dan Amerika Serikat.

Setelah dikucilkan Uni Eropa dan Amerika Serikat, Zimbabwe melalui perusahaan yang dikelola tentaranya mengundang investor pertambangan asal China. Namun perekonomian Zimbabwe tak kunjung membaik, bahkan digaduhkan oleh isu raibnya kekayaan negara senilai Rp 145 triliun yang berdasarkan tudingan pemerintah setempat dilarikan oleh perusahaan asal China.[]

1 KOMENTAR

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here