Produk Inovasi Holcim Goyang Pasar Semen Indonesia di Jawa Timur

0
252

Nusantara.news, Surabaya -Saat ini, empat lokasi  pabrik semen Holcim Indonesia yang tersebar di Jawa Timur sudah cukup untuk memenuhi pasar sekaligus menggoyahkan produk Semen Indonesia (SI) milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Selain semen, Holcim juga mengembangkan produk inovasi andalan lainnya seperti speedCrete, thruCrete dan ApexCrete yang memiliki keunggulan teknologi dan efisensi waktu sebagai senjata andalan merebut konsumen.

Apexcrete Business Unit Head Holcim Indonesia Rudi Hardiyanto mengatakan, ketiga produk itu, jika digunakan untuk proyek perbaikan jalan dan pedestarian, selain tahan lama, juga diklaim lebih ramah lingkungan. “Kami memperkuat sale  dengan memunculkan solusi-solusi terobosan ke pasar Jawa Timur,” terangnya, Kamis (4/5/2017).

“Di Jawa Timur, beberapa proyek sudah memakai ThruCrete atau beton berpori produk Holcim Beton. Tahun ini kami akan agresifkan lagi,” kata pria berkacamata ini. Penggunaan produk ini meminimalkan genangan air karena sifatnya yang mampu menyerap. Sedangkan SpeedCrete, tambah Rudy, memungkinkan perbaikan jalan dilakukan lebih cepat kurang dari 7 jam. “SpeedCrete sudah digunakan di beberapa proyek tol di Jakarta-Banten,” tambahnya mempromosikan.

Dengan pengerjaan lebih cepat kendati punya harga lebih mahal, keunggulan teknologi yang diterapkan Holcim pada produk-produknya, cost yang tinggi selama pengerjaan proyek infrastruktur di kota-kota besar bisa ditekan. Hal ini harusnya jadi pembelajaran SI sebagai penyedia bahan baku utama proyek infrastruktur pemerintah.

Apalagi Holcim dalam upaya penetrasinya, selain menyasar konsumen swasta juga bertekad merebut garapan dengan menggencarkan sosialisasi ke pemerintah kota/kabupaten di Jawa Timur. “Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah kota (pemkot), terutama Walikota Surabaya Tri Rismaharini, bahkan memberikan paparan. Kami masih menunggu informasi lebih lanjut,” ucapnya.

Beberapa infrastruktur di Jawa Timur yang sudah menggunakan produk Holcim, ujar Rudy, antara lain landasan pacu Bandara Juanda Surabaya pada bahu area “taxiway” seluas 3.500 meter persegi, terminal peti kemas di pelabuhan Tanjung Perak dan proyek milik swasta lainnya.

“Di negara yang berkembang pesat seperti, lndonesia, beton SpeedCrete sangat cocok diterapkan di kota-kota besar dengan lalu lintas yang padat guna menghindarkan kemacetan lalu lintas selama proses penanganan jalan maupun kebutuhan lainnya dalam waktu singkat,” lanjut Rudy.

Klaim keunggulan ini diharapan bisa mendongkrak kinerja PT Holchim Indonesia, yang penjualan semen di kuartal I tahun 2017 mengalami penurunan hingga 12,1 persen atau Rp 2,1 triliun dibandingkan periode yang sama tahun 2016 lalu yang mencapai Rp 2,4 triliun.

Asosiasi Semen Indonesia (ASI) menyatakan penjualan semen nasional mengalami penurunan sebesar 1,1 persen pada awal tahun 2017 dibandingkan tahun lalu. CEO Holcim Indonesia, Gary Schutz beberapa waktu lalu bahkan mengatakan, pasar Indonesia masih bisa dioptimalkan di tengah kelesuan ekonomi yang terjadi.

Construction & Pavement Business unit Manager Holcim Indonesia,  Widodo Ariawan, menambahkan bahwa pihaknya berharap inovasi-inovasi Holcim ini dapat memberikan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat serta pemerintah khususnya Dinas Bina Marga sehingga dapat meminimalisir kerugian yang melumpuhkan aktivitas ekonomi kota kedepannya.

PT Holcim Indonesia Tbk., merupakan salah satu pemain industri semen kakap di Indonesia yang menjadikan proyek infrastruktur di Jawa Timur sebagai ladang memperluas pasar. Keberanian jaringan pabrik yang berpusat di Swiss ini bahkan diprediksi bisa mengancam dominasi Semen Indonesia (SI) selama ini.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here