Pilihan Gubernur Jawa Timur 2018

Prof Bisri: Khofifah Punya Modal Besar Ketimbang Gus Ipul

0
199

Nusantara.news, Malang – Sosok opinion leader Pilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018 masih mengarah pada empat tokoh sentral yaitu Khofifah Indar Parawansa, Saifullah Yusuf, Azwar Anas dan Tri Rismaharini. Siapa yang akan terpilih menjadi Jatim-1?

Rektor Universitas Brawijaya (UB) Malang, Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS. saat berbincang dengan Nusantara.news, Selasa (14/3/2017) di kantornya mengungkapkan, siapa pun yang  akan menjadi Gubernur Jatim  haruslah tokoh yang berkarakter, mempunyai leadhership yang handal, sehingga bisa membawa Jatim lebih baik lagi, terutama dalam meneruskan program-program Gubernur Soekarwo yang saat ini sudah baik.

“Jatim  adalah provinsi yang jumlah penduduknya padat. Saya berharap muncul Gubernur yang punya integritas yang baik, bisa membawa kemaslahatan masyarakat di tengah-tengah isu globalisasi yang sudah mulai masuk ke Indonesia. Punya kepemimpinan yang baik, jujur, anti korupsi dan menegakan keadilan demi kepentingan rakyat banyak,” jelasnya.

Kembali ke pertanyaan tentang siapa  keempat tokoh opinion leader ini yang paling berpeluang menjadi orang nomor satu di Jatim, Rektor ke-12 UB ini menyatakan bahwa Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mempunyai modal besar untuk meneruskan tongkat estafet Gubernur Soekarwo. Menurutnya, Khofiah untuk start terlebih dahulu ketimbang sosok lainnya, terutama pesaing utamanya, Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul.

“Pertarungannya dengan Karsa (Soekarwo – Saifullah Yusuf) sejak Pilgub pertama hingga kedua menjadi modal besar bahwa Khofifah diinginkan oleh masyarakat Jawa Timur. Perolehannya kalah tipis ketimbang Karsa. Dengan demikian bisa dikatakab masyarakat Jatim masih rindu sekali akan kehadiran sosok Khofifah,” ungkapnya.

Menurut pria yang berpembawaan kalem ini menambahkan, dukungan kepada Khofifah masih kuat, hal ini yang menjadi modal bagus bagi Khofifah untuk meneruskan tongkat estafet Soekarwo. “Menjadi Ketua Umum PP Muslimat NU adalah bukti konkrit bahwa Khofifah masih diinginkan masyarakat untuk kembali ke Jatim, terutama memimpin Jatim menggantikan Gubernur Soekarwo. Semua itu modal besar bagi Bu Khofifah untuk bisa memenangkan Pilgub Jatim 2018,” jelasnya.

Pria yang juga sering memberikan tausiyah-tausiyah agama di beberapa perkumpulan ini juga menerangkan bahwa Pilgub Jatim 2018 adalah momentum yang tepat bagi Khofifah untuk menduduki Jatim 1. Apalagi beredar kabar kedekatan Khofifah dengan partai-partai besar yang siap untuk mengusung maju bakal calon Gubernur Jatim. “Saya tegaskan bahwa ini saat yang tepat. Khofifah punya modal besar ketimbang yang lain,” pungkasnya.

Seperti yang pernah diberitakan sebelumnya oleh nusantara.news bahwa nama Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa melambung setelah The Initiative Institute merilis hasil penilitiannya terkait Pilgub Jatim 2018 nanti. Lembaga yang bergerak di bidang konsultan kebijakan dan politik serta literasi sosial dan penguatan komunitas ini menyebutkan peluang Khofifah sebagai kandidat terkuat untuk merebut kursi Gubernur Jatim.

Dari hasil penelitian yang dilakukan sejak Agustus 2016 hingga Februari 2017 itu, menempatkan Khofifah di peringkat teratas dengan dukungan terbanyak dibanding Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Tri Rismaharini (Risma) dan Azwar Anas. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here