Provinsi Jatim Minta Warganya Ikut Lestarikan Seni Nusantara

0
71

Nusantara.news, Surabaya – Redupnya kesenian tradisional dan kesenian daerah ikut mengancam kedaulatan negeri ini. Apalagi di era global seperti saat ini, pengaruh asing sangat deras menghujam kultur lokal. Tak ingin itu terjadi, serta untuk membentenginya harus ada tindakan nyata yang dilakukan.

Terkait itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menekankan kepada pemerintah kabupaten/kota untuk mengangkat dan memperhatikan seni tradisional di daerahnya masing-masing. Itu karena kesenian daerah, selain sebagai aset Nusantara yang perlu dilestarikan, juga untuk mengangkat potensi daerah. Itu dikatakan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Akhmad Sukardi saat memberi sambutan di Pembukaan Festival Karya Tari Jawa Timur, di Gedung Kesenian Taman Budaya Cak Durasim, di Surabaya, Kamis (18/5/2017) malam.

Disebutkan, Jawa Timur memiliki kekayaan seni budaya yang amat tinggi. Itu lantaran banyak ragam etnis dan adat istiadat di masyarakatnya, ada budaya Jawa, Madura, Mataraman, juga Pantai Utara (Pantura). Keberadaan seni budaya tersebut sebagai hasil dari kreativitas kearifan lokal yang telah ada sejak dulu, kemudian dikemas secara artistik sebagai semangat warga setempat. Dan saat itu, keberadaan seni tersebut harus tetap terjaga dan dilestarikan. Bahkan, harus menjadi spirit tersendiri bagi para seniman dan meningkatkan potensi lokal.

”Keanekaragaman seni budaya yang mempesona dan mengagumkan merupakan aset daerah yang perlu dikembangkan dan dipromosikan agar kedepan dapat menjadi kekuatan ekonomi daerah yang handal,” ujar Akhmad Sukardi.

Sementara, guna mengembangkan semua itu, diperlukan sinergi program antara pemerintah tingkat provinsi dengan pemerintah kabupaten/kota, dan juga dengan stakeholder lainnya. Kreatifitasnya bisa berupa gelar seni atau festival seperti ini.

Melalui festival karya seni tari, diharapkan bisa mendorong para pelaku seni untuk terus berinovasi mencipta dan mengembangkan karya-karyanya. Karya tersebut berupa produk seni kreatif yang diterima dan diminati oleh masyarakat luas.

“Sasaran akhirnya adalah untuk meningkatkan kunjungan wisata dari mancanegara maupun wisatawan nusantara untuk datang ke Jatim,” tambahnya.

Kemudian, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur Jarianto menambahkan, festival tari yang dilaksanakan rutin setiap tahun akan berdampak positif untuk meningkatkan produktfitas, kreativitas, kualitas, dan kuantitas seniman di Jawa Timur.

“Melalui kegiatan tersebut, selain meningkatkan jalinan komunikasi, kerjasama, serta tukar pengalaman antar sesama pelaku seni, juga mempromosikan dan menyebarluaskan hasil karya seni daerah, khususnya seni tari garapan baru bernuansa tradisi daerah kabupaten kota di Jatim,” ujar Jarianto.

Festival Karya Tari 2017 ini digelar mulai 18 hingga 20 Mei, dan diikuti 30 kabupaten/kota se Jatim. Dan ini merupakan tari garapan baru, yang berpijak pada seni tradisi daerah dengan tema atau sumber gagasan kreativitas tari pada proses rangkaian adat masyarakat daerah berbasis tari kerakyatan, dan belum pernah ditampilkan.

Sementara, di acara itu bertindak sebagai pengamat dan juri, Sultiyo Tirtokusumo dari Jakarta, Deasy Lina dari Semarang dan Sabar dari Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW). Selain mendapat piagam, dan uang pembinaan, penyaji terbaik akan dikirim mengikuti kompetisi atau parade tari nasional di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta, Agustus mendatang.

Ikut menyaksikan pagelaran tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten/ Kota se Jawa Timur, pengamat karya tari, sejumlah seniman dan budayawan.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here