Proyek Pembangunan Jaringan Listrik di Situbondo tak Kunjung Beroperasi

0
129

Nusantara.news, Situbondo – Sejak tahun 2014, Pemkab Situbondo telah melaksanakan program pembangunan jaringan listrik daerah. Akan tetapi, hingga kini belum ada satupun proyek tersebut yang dapat beroperasi. Alhasil, proyek listrik daerah mulai dipertanyakan DPRD Situbondo. Betapa tidak, meski sudah bertahun-tahun proyek yang dianggarkan melalui APBD Kabupaten itu belum juga berfungsi.

Terdapat tiga tempat proyek pembangunan jaringan listrik daerah sejak 2014 silam. Ironisnya, hingga kini proyek jaringan listrik pedesaan tersebut mangkrak. Warga di tiga tempat masih belum bisa menikmati listrik. Masing-masing beberapa dusun di Desa Gunung Malang, Kecamatan Suboh, beberapa dusun di Desa Sopet, Kecamatan Jangkar, serta Dusun Karon, Desa Arjasa, Kecamatan Arjasa.

“Kami sudah meninjau langsung lokasi proyek listrik daerah tersebut. Saat ini pancang tiang listrik sudah terbangun, namun belum juga teraliri listrik. Kabar terakhir, pihak PLN tak mau menerima proyek listrik daerah tersebut, karena pembangunan tiangnya tak sesuai  dan berpotensi roboh,” ujar anggota DPRD Situbondo, Totok Djoko Suprayogi, Kamis (30/3).

Totok mengungkapkan pihaknya telah meminta klarifikasi kepada dinas terkait untuk mengetahui penyebab mangkraknya proyek tersebut. Akan tetapi, yang terjadi malah antar dinas saling lempar tanggung jawab terkait pembangunan proyek listrik daerah. Awalnya, proyek listrik daerah melekat di Dinas Perdagangan dan Perindustrian. Namun setelah dikonfirmasi, Disperindagpar melempar tanggungjawab ke Bagian Perekonomian. Alasanya, adanya perubahan OPD atau Organisasi Perangkat Daerah, kewenangan pengelolaan Energi dan Sumberdaya Manusia berpindah ke Bagian Perekonomian.

“DPRD telah mengkonfirmasi Bagian Perekonomian, namun tetap saja belum ada jawaban pasti, kapan proyek listrik daerah akan berfungsi. Bagian Perekonomian masih akan berkoodinasi dengan pihak PLN,” ujar totok.

Totok meminta agar Pemkab Situbondo segera menyelesaikan proyek listrik yang mangkrak. Menurutnya ada dua aspek yang terlanggar dalam hal ini, yaitu anggaran yang mubazir dan masyarakat sudah lama tidak teraliri listrik karena proyek tidak kunjung selesai. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here